Enam bulan berlalu sejak tangisan pertama Arjuna Aditama bergema di ruang persalinan. Kehidupan di kediaman Aditama telah menemukan ritmenya yang paling harmonis. Istana megah di kawasan elit Jakarta itu tak lagi terasa bagaikan benteng pertahanan yang dingin dan dipenuhi kecurigaan, melainkan sebuah rumah yang hangat, hidup, dan dipenuhi oleh gelak tawa sederhana.
Di taman belakang, rumput hijau yang terhampar luas disiram oleh cahaya matahari pagi yang lembut. Aluna duduk di atas benang kain piknik menggelar tikar, mendampingi Arjuna yang kini sudah bisa duduk sendiri dengan tegak. Bayi mungil bermata jernih itu tampak menggemaskan dalam balutan pakaian bayi berwarna biru muda, sibuk memainkan mainan kayu berbentuk mobil-mobilan.
Di samping mereka, Elvan Aditama tidak lagi berbalut jas resmi tiga lapis yang kaku. Pria tegap itu mengenakan kemeja katun putih yang lengan kemejanya digulung hingga ke siku dan celana santai. Pria yang dulunya dikenal sangat irit tersenyum itu kini berlutut di atas rumput, dengan sabar memandu tangan kecil Arjuna untuk meraih mainannya.
"Lihat, Sayang ... Arjuna sudah bisa menyeimbangkan tubuhnya dengan sangat baik," ujar Elvan, nada suaranya dipenuhi rasa bangga yang amat hangat saat menoleh ke arah Aluna.
Aluna menyunggingkan senyum cantiknya, mengusap lembut bahu suaminya. "Dia mewarisi ketangguhan ayahnya, Mas. Tidak pernah menyerah walau sudah terjatuh beberapa kali."
Elvan terkekeh pelan, meraih Arjuna ke dalam dekapannya dan mengangkat bayi itu tinggi-tinggi di udara, memicu gelak tawa murni yang menggelegar dari bibir mungil sang anak. Melihat pemandangan tersebut, dada Aluna membuncah oleh rasa syukur yang luar biasa. Semua perjuangan, amarah, dan konfrontasi berdarah di masa lalu terasa terbayar tuntas saat melihat Elvan bertransformasi menjadi sosok suami dan ayah yang utuh.
Namun, kedamaian di pagi yang hangat itu mendadak terusik ketika langkah kaki Bram yang tergesa-gesa terdengar menepuk lantai marmer teras belakang.
Elv…
Suami Dadakanku Ternyata Bos Baruku
Fajar Baru
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 68 Episodes
Comments
liyute_281
bapkanya aluna kemana?
2026-09-15
1