Fajar Jumat menyingsing di atas cakrawala ibu kota, membiaskan rona merah keemasan yang menembus celah-celah tirai kamar rumah paviliun.
Pagi ini, atmosfer di dalam rumah tidak lagi diselimuti oleh keheningan rutinitas biasa. Ini adalah hari yang telah ditunggu-tunggu, hari RUPS Luar Biasa Aditama Group, sebuah momen krusial tempat peta kekuasaan imperium bisnis terbesar itu akan ditentukan secara mutlak.
Di dalam kamar utama, Elvan Aditama berdiri di depan cermin besar berbingkai kayu ukir. Pria tegap itu telah mengenakan kemeja putih eksklusif dipadu dengan setelan jas tailor-made berwarna abu-abu gelap dari bahan wol terbaik.
Dasi sutra berwarna biru tua melingkar sempurna di kerahnya, dipadukan dengan jepit dasi emas berukir lambang keluarga Aditama. Aura penguasa sejati yang dingin, tajam, dan tak tertandingi terpancar begitu pekat dari setiap inci penampilannya.
Di sampingnya, Aluna sedang berdiri seraya membantu memasangkan kancing manset emas pada pergelangan tangan kiri suaminya.
Aluna sendiri tampak sangat anggun dan memesona. Ia mengenakan gaun terusan berlengan panjang berwarna cream lembut berpotongan elegan yang jatuh tepat di bawah lutut, dipadu dengan riasan wajah tipis yang menonjolkan kecantikan alaminya yang jernih. Tak ada lagi seragam staf administrasi atau tanda pengenal plastik yang biasa menggantung di lehernya.
Pagi ini, Aluna tampil penuh martabat, sebuah pendar keanggunan yang siap mendampingi pimpinan tertinggi Aditama Group.
Elvan menggenggam tangan Aluna yang baru saja selesai merapikan mansetnya. Pria itu menatap istrinya melalui pantulan cermin dengan binar mata yang dipenuhi rasa bangga, cinta, dan perlindungan mutlak.
"Kamu sangat cantik, Nyonya Aditama," bisik Elvan dengan suara baritonnya yang amat hangat, mendaratkan kecupan lembut di pelipis Aluna.
Aluna menyunggingkan senyum manis, menyandarkan kepalanya sejenak di bahu tegap Elvan. "Terima kasih, Mas. Apakah Mas Elvan sudah siap?"
"Aku sudah sangat siap sejak lima tahun yang…
Suami Dadakanku Ternyata Bos Baruku
Langkah Pertama Di Panggung Utama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 68 Episodes
Comments
sunaryati jarum
Aah masih harus sabar menunggu hasil RUPS dan kehancurannya Ny.Herlina
2026-08-24
1