Aroma wangi teh hitam yang menyengat samar naik bersama uap tipis dari atas nampan kayu kecil di genggaman Aluna.
Langkah kakinya ber-gema pelan menyusuri lantai dua puluh empat yang karpetnya meredam suara tumit sepatu kerjanya.
Setelah menyerahkan cangkir teh hangat itu secara langsung kepada Elvan, yang disambut oleh tatapan hangat penuh kemenangan serta usapan lembut di punggung tangannya saat Bu Sheila sedang membelakangi mereka, Aluna kembali melangkah keluar dari ruang kerja Direktur Utama dengan perasaan lega dan penuh riak kebahagiaan.
Namun, mengurus rahasia besar di tempat kerja yang dipenuhi oleh ratusan pegawai berkesadaran tinggi dan penyuka gosip bukanlah perkara mudah. Selalu ada harga yang harus dibayar untuk sebuah kebetulan yang terjadi terlalu sering dalam satu hari.
Pintu lift emas berdentang pelan, terbuka luas di lantai tiga.
Aluna melangkah keluar seraya membawa nampan kayu kosong yang kini bersih. Ia menarik napas dalam-dalam, mengumbar senyuman tenang untuk menyambut suasana kerja divisi administrasi.
Saat Aluna mendorong pintu kaca ruangan divisinya, ia mendapati atmosfer di sekitar area kubikelnya sedikit berbeda. Maya tidak sedang mengetik di mejanya, melainkan berdiri bersandarkan meja kayu Aluna seraya menyilangkan kedua tangannya di dada.
Di sudut lain, Rina sedang memegangi cangkir keramiknya dengan pandangan meneliti yang sangat tajam, seolah-olah sedang mengamati seorang terdakwa dalam persidangan.
"Aluna ..." panggil Maya dengan intonasi suara yang diperlambat, matanya picik menyipit.
Aluna menghentikan langkahnya sejenak, lalu mengukir senyuman seperti biasa. "Ada apa, Maya? Kenapa kamu menatapku seperti itu?"
"Kamu ... dari lantai atas lagi, kan?" tanya Maya seraya melangkah maju satu pukulan jarak, memutari Aluna perlahan. "Nampan itu ... cangkir teh Pak Elvan sudah kamu serahkan?"
"Sudah," jawab Aluna jujur dan santai seraya meletakkan nampan kayu kosong itu di atas rak sudut dekat lemari berkas. "Pak Elvan meminumnya dan b…
Suami Dadakanku Ternyata Bos Baruku
Kecurigaan Rekan Kerja
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 68 Episodes
Comments
sunaryati jarum
Teman - temanmu mulai.curiga Alena.Tapi itu malah bisa mendengar sendiri penilaian kepada suami kamu
2026-08-22
1