Sinar matahari pagi menerobos celah-celah tirai tipis di ruang tengah rumah paviliun, membiaskan garis-garis cahaya keemasan di atas meja kayu minimalis. Udara segar khas perumahan klaster pinggiran kota berembus lembut, membawa aroma tanah basah sisa embun semalam.
Di dapur, suara denting sendok yang beradu dengan mangkuk keramik terdengar berirama. Aluna sedang sibuk menyiapkan sarapan sederhana, bubur ayam lembut untuk ayahnya dan nasi goreng mentega untuk Elvan.
Elvan keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih agak basah. Ia mengenakan kaus polos berwarna abu-abu gelap yang melekat pas di tubuh tegapnya. Matanya yang tajam mengamati sosok Aluna dari belakang. Ada getaran ketenangan yang aneh setiap kali ia melihat wanita itu bergerak lincah di dapur.
Di tengah badai konflik finansial dan ancaman keluarga Adhitama yang terus mengejarnya, sosok Aluna seperti oase di tengah padang pasir yang tandus.
"Mas Elvan, sarapannya sudah siap," panggil Aluna seraya menoleh, menyajikan sepinggan nasi goreng hangat di atas meja. Tangannya yang halus mengusap keringat tipis di dahi. "Aku juga sudah menyiapkan bubur untuk Ayah. Tadi Ayah bilang kepalanya sudah tidak terlalu pusing."
Elvan mendekat, menyunggingkan senyum tipis yang selalu berhasil melelehkan kecemasan Aluna. "Terima kasih, Aluna. Kamu tidak perlu repot-repot setiap pagi seperti ini. Kamu sendiri butuh istirahat setelah beberapa hari membagikan energimu di rumah sakit."
"Ini bukan kerepotan, Mas. Ini kewajibanku," balas Aluna pelan, matanya sedikit menunduk karena rona merah kembali menghiasi pipinya.
Namun, di balik sikap tenangnya, pikiran Elvan sejatinya sedang bekerja keras. Bayangan mobil sedan hitam yang mengintai di depan rumah semalam masih membayang jelas di benaknya. Ibu tirinya, Nyonya Herlina Adhitama, tidak pernah bermain-main jika sudah mencium bau keberadaannya. Rumah ini tidak lagi sepenuhnya aman jika Elvan tidak segera mengambil tindakan preventif.
Setelah menyelesaikan sarapannya dengan…
Suami Dadakanku Ternyata Bos Baruku
Jejak di Balik Kegelapan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 69 Episodes
Comments
sunaryati jarum
Cerdik Nak Elvan, orang tamak seperti Herlina ibu tirimu tidak akan berpikir lagi langsung mengerahkan semua kemampuan untuk melacakmu, karena ingin menguasai hartamu secara cepat
2026-08-16
1