Hawa dingin malam di luar lobi rumah sakit terasa seperti tusukan jarum yang menembus kulit ari Aluna. Jam digital besar di atas loket pendaftaran menunjukkan pukul dua lebih lima belas menit pagi. Koridor luar yang menghubungkan ruang tunggu dengan taman rumah sakit tampak sepi dan temaram, hanya diterangi oleh beberapa lampu merkuri yang memancarkan cahaya kekuningan.
Aluna berjalan dengan langkah yang diseret. Matanya yang sembap dan merah bergerak liar, menyapu setiap sudut area luar rumah sakit.
Logikanya sudah lumpuh total. Kepalanya dipenuhi oleh wajah ayahnya yang bersimbah darah dan ancaman mengerikan dari Doni yang siap menjualnya kepada lintah darat.
Janji yang sudah ia ucapkan di dalam ambulans tadi kini menjadi satu-satunya bahan bakar yang menggerakkan tubuh lelahnya. Ia harus menemukan seorang pria. Malam ini juga. Seorang suami yang bisa menjadi tameng legalitas untuk menyelamatkan sisa hidupnya.
"Siapa saja ... Tuhan, tolong kirimkan siapa saja yang bisa membantuku," bisik Aluna dengan bibir yang gemetar menahan tangis yang siap pecah kembali.
Ia melewati beberapa pria yang sedang duduk di bangku panjang koridor. Ada seorang pria paruh baya yang sedang menangis tersedu-sedu sambil memegang dahi, kemungkinan besar sedang berduka karena anggota keluarganya di dalam.
Aluna menggelengkan kepala; pria itu jelas tidak bisa diganggu dengan kegilaannya. Di sudut lain, tampak segerombolan pemuda dengan pakaian urakan yang sedang merokok. Aluna bergidik ngeri; alih-alih menjadi pelindung, pria-pria seperti itu justru terlihat seperti kawanan Doni yang harus ia hindari.
Langkah kaki Aluna terus membawanya menuju area taman terbuka di dekat paviliun kelas utama yang lebih sepi. Di sana, di bawah pohon palem yang rindang, terdapat sebuah bangku taman besi yang posisinya agak tersembunyi dari jalur utama lalu lalang perawat.
Mata Aluna tiba-tiba tertuju pada sesosok tubuh yang sedang duduk menyendiri di bangku tersebut. Pria itu tampak sedang menunduk, menatap…
Suami Dadakanku Ternyata Bos Baruku
Memburu Pria Asing
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 69 Episodes
Comments
Indriani Kartini
semoga dia laki2 baik bisa menjaga dan melindungi aluna, dan nantinya akan saling jatuh cinta😍
2026-07-25
2
Kam1la
yeah.. sudah dapat. gercep juga...
2026-09-12
1