Arga masih memegang potongan kain itu. Tatapannya tidak lepas dari jahitan kecil di ujungnya.
Tiga garis.
Satu panjang.
Dua pendek.
Tanda kelompok Bima.
"Pak..." suara Arga akhirnya terdengar.
Pak Rahman menoleh.
"Kita kembali."
Dedi mengernyit.
"Kembali ke mana?"
"Ke pohon tadi."
Arga sudah berbalik sebelum siapa pun sempat bertanya lagi.
Bima segera mengikutinya.
"Ada apa, Ga?"
"Aku ingin memastikan sesuatu."
Mereka kembali menuju pohon tempat Arga tadi meninggalkan logistik. Langkah Arga semakin cepat. Sesampainya di sana, ia langsung membuka kembali celah pada batang pohon.
Botol air masih ada.
Makanan masih ada.
Kain masih ada.
Dan kertas yang ditulisnya juga masih berada di tempatnya.
Arga mengembuskan napas lega.
Ia kemudian memasukkan tangannya ke dalam saku. Mengeluarkan sebuah belati kecil.
Dedi langsung memperhatikannya.
"Mau ngapain?"
Arga tidak menjawab. Ia mendekati batang pohon. Kemudian dengan ujung belati, ia mulai menggores permukaan kulit batang.
Perlahan.
Hati-hati.
Sebuah tulisan muncul.
CARI HUTAN BAMBU.
Arga melanjutkan.
IKUTI ITU SAMPAI AKHIR.
Kemudian ia berhenti sebentar. Menatap tulisan tersebut. Ia menambahkan satu kata terakhir.
BIMA.
Bima yang sejak tadi memperhatikan langsung terdiam.
"Kenapa namaku?"
Arga memasukkan belatinya. Kemudian mengambil spidol permanen. Ia menebalkan goresan pada batang pohon tersebut agar lebih mudah dibaca.
"Cari hutan bambu, ikuti itu sampai akhir. BIMA."
Setelah selesai, Arga mundur beberapa langkah. Semua orang menatapnya dengan heran.
Dedi akhirnya bertanya,
"Kenapa harus menulis begitu?"
Arga menatap tulisan tersebut.
"Karena menurutku semuanya sudah cukup jelas."
"Jelas bagaimana?"
Arga berbalik.
"Kita tahu mereka ada." Ia menunjuk potongan kain yang masih berada di tangan Bima.
"Dan sekarang kita punya bukti bahwa mereka juga tahu kita ada."
Bima mengangguk perlahan.
"Benar."
Arga melanjutkan,
"Tapi kita tidak bisa bertemu."
"Kenapa?" tanya salah seorang warga.
Arga menarik napas.
"Karena kemungkinan…
Rawa Dibelakang Rumah
Celah pertemuan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments