Langit mulai berubah jingga ketika Arga dan Pak Rahman tiba kembali di rumah. Bayangan pepohonan memanjang menutupi jalan setapak. Udara yang sejak siang terasa hangat perlahan menjadi sejuk.
Begitu memasuki halaman, Pak Rahman langsung berhenti.
"Arga."
"Iya, Pak?"
"Nanti setelah Magrib, sebaiknya jangan keluar rumah kalau tidak ada keperluan."
Arga mengangguk.
"Baik, Pak."
Pak Rahman sempat terdiam beberapa saat, lalu menambahkan,
"Kalau ada apa-apa, panggil saya saja. Atau kamu bisa langsung teriak. Terdengar sampai rumah seharusnya."
Arga kembali mengangguk. Kali ini ia merasa nada suara Pak Rahman berbeda. Bukan sekadar mengingatkan, tetapi benar-benar memastikan agar ia mematuhi pesan itu. Menjelang Magrib, suara azan berkumandang dari musala kecil di tengah kampung. Warga yang sejak sore masih sibuk di kebun satu per satu pulang. Anak-anak yang tadi bermain di jalan segera berlarian menuju rumah masing-masing.
Dalam waktu kurang dari lima belas menit, kampung yang tadinya ramai berubah menjadi sunyi.
Arga memperhatikan dari beranda.
Tidak ada lagi anak-anak.
Tidak ada ibu-ibu yang menjemur kopi.
Bahkan pintu-pintu rumah mulai ditutup rapat.
Ia mengernyit.
"Cepat sekali..."
Pak Rahman yang sedang menyalakan lampu minyak tersenyum tipis.
"Memang begitu kebiasaan di sini."
"Semua selesai sebelum gelap."
"Karena hemat minyak?"
Pak Rahman terkekeh pelan.
"Itu juga."
"Tapi bukan cuma itu."
Beliau tidak melanjutkan penjelasannya. Kemudian langsung pamit untuk kembali ke rumahnya. Rumah yang hanya berjarak tiga rumah dari bangunan ini.
Malam turun begitu cepat.
Selepas salat Isya berjamaah, hampir tidak ada seorang pun yang masih berada di luar rumah. Jalan setapak yang siang tadi dipenuhi aktivitas kini benar-benar kosong. Arga duduk di ruang depan sambil membaca kembali peta pendakian yang masih tersimpan di tasnya. Ia mencoba mengingat jalur yang dilaluinya sebelum tersesat.
"Aneh..."
"Seharusnya aku turun lewat sini..."
Ia menggerakkan jarinya mengikuti garis pet…
Rawa Dibelakang Rumah
Larangan setelah senja
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments