Langkah Dedi semakin cepat. Sesampainya di depan Bima, ia berhenti. Jarak mereka tinggal beberapa puluh sentimeter. Tangannya yang mulai dipenuhi keriput perlahan terangkat, tetapi kembali turun. Ia takut.
Takut jika semua ini hanyalah mimpi.
"Bim..."
"Iya, Kang."
Dengan tangan gemetar, Dedi menyentuh pipi adiknya. Hangat. Benar-benar hangat. Bukan bayangan. Bukan mimpi. Air mata Dedi langsung pecah. Tanpa mampu menahan diri lagi, ia menarik tubuh Bima ke dalam pelukan yang sangat erat.
"Ya Allah..." Suara itu pecah bersama isak tangis yang selama puluhan tahun ia pendam.
"Kamu benar-benar hidup..."
Bima membalas pelukan kakaknya.
"Maaf, Kang..."
"Jangan minta maaf." Dedi menggeleng berkali-kali.
"Jangan pernah minta maaf lagi."
Tangannya terus menepuk-nepuk punggung Bima, seolah memastikan adiknya tidak akan hilang untuk kedua kalinya.
"Akang sudah capek nyari kamu, Bim..." Kalimat sederhana itu justru membuat semua orang kembali menangis.
Pak Hendra menundukkan kepala. Maya memalingkan wajah sambil mengusap air mata. Ayah Arga dan keluarganya ikut terdiam menyaksikan pertemuan dua saudara yang telah dipisahkan waktu selama tiga puluh tahun. Beberapa saat kemudian Dedi melepaskan pelukannya. Ia memegang kedua bahu Bima. Matanya mengamati wajah itu dari dekat.
"Kamu..." Dedi tersenyum sambil menangis.
"Wajahmu nggak berubah."
Bima ikut tersenyum.
"Tapi Kang Dedi berubah."
Dedi tertawa kecil di sela tangisnya.
"Iya. Akang sudah tua. Rambut sudah putih. Makanya jangan hilang lagi. Nanti waktu kita habis."
Ucapan itu membuat Bima kembali menundukkan kepala.
"Kang..."
"Hm?"
"Maafin aku."
Dedi langsung menggeleng.
"Kamu dengar baik-baik." Ia menggenggam kedua tangan adiknya.
"Yang hilang itu jejakmu, bukan kasih sayangmu."
Bima menatap kakaknya.
"Akang nggak pernah marah. Setiap orang bilang kamu sudah nggak ada. Tapi setiap kali mereka bilang begitu..." Suara Dedi kembali bergetar.
"...Akang selalu marah."
Pak Hendra menutup matanya. Ia masih ingat bagaimana putra sulun…
Rawa Dibelakang Rumah
Teman-teman pendakian
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments