Perjalanan pulang menuju Kampung Ciburial berlangsung tanpa banyak percakapan. Masing-masing larut dalam pikirannya sendiri. Sesekali Arga menoleh ke arah hutan yang perlahan tertutup kabut sore. Entah mengapa, ia merasa seolah ada banyak pasang mata yang memperhatikan mereka dari balik pepohonan. Namun ketika ia memusatkan pandangan, yang terlihat hanyalah batang-batang pohon tua yang berdiri diam. Mereka tiba di desa tepat setelah azan Isya berkumandang.
Lampu-lampu minyak mulai menyala di teras rumah warga. Kedatangan rombongan langsung mengundang perhatian. Warga yang sejak sore menunggu segera berkumpul di balai kampung.
"Ada apa di sana?"
"Ketemu sesuatu?"
"Benarkah ada orang di hutan?"
Pertanyaan datang bertubi-tubi.
Pak Rahman mengangkat tangan, meminta semua orang tenang.
"Kami belum menemukan jawaban."
"Tapi kami menemukan banyak hal yang tidak bisa dijelaskan."
Beliau menceritakan sebagian perjalanan mereka. Tentang jalan setapak yang seolah tidak berujung. Kompas yang kehilangan arah. Jejak kaki yang menghilang. Hingga tas tua berisi barang-barang yang terlihat seolah baru ditinggalkan beberapa saat lalu. Tentu saja tidak semua cerita disampaikan.
Tentang sosok misterius di balik kabut, Pak Rahman memilih menyimpannya.
Beliau khawatir kepanikan justru semakin besar.
Meski begitu, wajah-wajah warga tetap terlihat tegang.
Seorang ibu menggenggam tasbih di tangannya.
"Jangan-jangan memang benar..."
"...orang-orang yang hilang belum pernah keluar dari sana."
Tak ada yang menjawab. Arga hanya duduk di sudut balai sambil memandangi lantai kayu. Pikirannya terus kembali pada ransel yang mereka tinggalkan. Apakah benar ada seseorang yang suatu hari akan menemukannya?
Atau...
Apakah seseorang itu sebenarnya sudah berada di sana ketika mereka pergi?
Malam semakin larut.
Satu per satu warga mulai kembali ke rumah masing-masing. Balai kampung kembali sunyi.
Arga, Pak Rahman, Mang Jaya, Kang Ujang, dan beberapa pemuda masih berbincang pelan.
Hingga tiba-tiba...
Suara…
Rawa Dibelakang Rumah
Tamu yang datang saat malam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments