Tidak ada yang langsung bicara setelah tangkapan layar itu terbuka.
Kalimat Hendra Tan di layar seperti benda tajam yang sengaja diletakkan di tengah meja. Semua orang bisa melihatnya, tetapi tidak ada yang ingin menjadi orang pertama yang menyentuh.
Pastikan Yolanda duduk di titik yang bisa terbaca kamera.
Yola membaca lagi, lebih pelan.
Titik.
Bukan kursi.
Bukan tamu.
Bukan manusia.
Titik yang bisa dibaca kamera.
Rayhan berdiri di belakang kursinya, tetapi kali ini ia tidak bergerak ke pintu. Ia hanya memegang sandaran kursi dengan tangan kanan sampai buku jarinya memutih.
"Rayhan," kata Yola tanpa menoleh.
Pegangan itu mengendur.
Jason mengunduh lampiran, menyimpan salinan, lalu mengirim ke folder terenkripsi perkara hotel dan Puncak. "Kita punya tiga hal sekarang. Rekaman Hendra menyebut lounge, kronologi Celine, dan instruksi tertulis soal posisi kamera."
Naomi di layar berkata, "Aku masih ingin menampar seseorang, tapi aku tahu kalian akan bilang jangan."
"Jangan," kata Stephanie dan Yola bersamaan.
Naomi memejamkan mata. "Kalian kompak di saat paling menyebalkan."
Denny membuka map kontrak. "Tan punya empat jalur dengan Liem Group. Dua besar, dua kecil. Yang terkait vendor acara bisa langsung dibekukan karena ada indikasi pelanggaran etika dan konflik kepentingan. Yang lain perlu audit, bukan putus."
Rayhan berkata dingin, "Bekukan dua besar."
"Tinjau," kata Yola.
Rayhan menatapnya.
Yola menatap balik. "Kalau dua besar tidak terkait langsung, dia akan berkata kamu menyerang Tan karena aku."
"Memang karena kamu."
Kalimat itu keluar terlalu jujur, terlalu cepat.
Ruangan diam.
Yola merasakan panas naik ke wajahnya, bukan seluruhnya marah. Sebagian karena kalimat itu mengandung kebenaran yang berbahaya, sebagian karena Rayhan mengucapkannya tanpa malu di depan Jason, Denny, Naomi, dan Stephanie.
"Itu alasanmu," kata Yola. "Bukan alasan dokumen."
Rayhan menahan napas.
Jason mengetuk meja dengan pulpen. "Aku tulis berdasarkan dokumen."
"Tulis," kata Yola. "Dan pisa…
Obsesi Adik Ipar
Episode 143
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 170 Episodes
Comments