Bab 075
Surat di Bawah Bantal
Yola tidak tidur sampai azan subuh terdengar jauh dari luar kompleks.
Saat langit masih biru tua, suara mobil mulai hidup di halaman depan Liem Mansion. Bukan satu. Tiga mobil. Langkah Ardi terdengar cepat, pintu bagasi ditutup pelan, lalu suara Pak Wahyu memberi instruksi kepada staf dapur untuk menyiapkan termos kopi hitam dan kotak obat.
Rumah itu tahu Rayhan akan pergi.
Rumah itu bergerak untuknya bahkan sebelum matahari naik.
Yola berdiri di balik tirai kamar.
Ia melihat Rayhan keluar dari pintu utama. Kemejanya gelap, jasnya disampirkan di sisi kiri tubuhnya, lengan kanannya tetap dibalut di bawah manset yang terbuka. Mama Liem berdiri di teras dengan selendang di bahu. Denny, masih mengantuk, ikut turun dan mengomel pelan karena Rayhan tetap berangkat dengan luka.
Rayhan menunduk mencium tangan Mama.
Lalu, entah karena naluri atau karena ia selalu tahu di mana Yola berada, ia mengangkat wajah ke arah jendela lantai dua.
Tirai menutupi sebagian tubuh Yola.
Tetapi bukan matanya.
Mereka saling melihat dari jarak yang terlalu jauh untuk bicara.
Rayhan tidak tersenyum.
Ia hanya mengangkat tangan kirinya sedikit, seperti ingin mengatakan bahwa ia pergi sebentar saja.
Yola tidak membalas.
Ia takut satu gerakan kecil darinya akan menjadi janji lain yang tidak sanggup ia tepati.
Mobil Rayhan keluar dari halaman pukul lima lewat tiga belas.
Setelah gerbang tertutup, rumah tidak langsung hening. Justru ada hening kedua, hening setelah pusat gravitasi pergi dan semua benda harus mencari beratnya sendiri.
Ponsel Yola menyala.
Pesan dari Rayhan.
Aku sudah berangkat. Makan pagi. Jangan ke Atelier sebelum Rizal siap.
Yola membaca pesan itu lama.
Lalu membalas:
Hati-hati.
Hanya itu.
Tidak ada tunggu.
Tidak ada pulanglah.
Tidak ada aku di sini.
Setelah sarapan, Mama Liem memanggil Yola ke ruang duduk yang sama seperti semalam. Wajah Mama terlihat lebih lelah, tetapi matanya jernih. Di meja kecil ada teh hangat dan sepiring kue talam yang biasanya…
Obsesi Adik Ipar
Episode 75
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 170 Episodes
Comments