Bab 114
Malam Sebelum
Dua minggu tidak berjalan seperti hari biasa.
Ia berjalan seperti daftar yang dicoret satu per satu.
Catatan sipil menunggu salinan dokumen, lalu Jason meminta persetujuan Yola sebelum setiap berkas dikopi. Tea pai dibuat sederhana, tanpa foto Kevin, tanpa panggung besar di rumah. Kua merah peony akhirnya disetujui untuk produksi setelah Yola membaca ulang catatan: bordir tidak penuh, kerah tidak tinggi, lengan cukup longgar untuk bernapas.
Setiap persetujuan memakai tanda tangan Yola.
Setiap tanda tangan membuat hari pernikahan bergerak satu langkah lebih dekat.
Rayhan tidak hadir di fitting kedua. Tidak hadir saat vendor membawa bordir akhir. Tidak hadir saat Mama dan Sari memilih baki tea pai. Ia hanya muncul dalam bentuk catatan pendek lewat Jason.
Jika Yola lelah, hentikan.
Jika Yola tidak setuju, batalkan item itu.
Jika Yola ingin aku tahu, baru kirim.
Naomi membaca salah satu catatan dan mendengus. "Dia belajar bikin kalimat manusia. Lambat banget, tapi ada progres."
Yola tidak menjawab, tetapi ia menyimpan catatan itu di map syarat, bukan di laci pribadi.
Pada malam sebelum hari pernikahan, Liem Mansion terasa seperti menahan napas. Tidak ada pesta pranikah. Tidak ada musik. Tidak ada kerabat bebas masuk ke kamar Yola. Pak Wahyu menjalankan rumah seperti ruang operasi yang tidak boleh salah langkah.
Kua merah selesai sore itu.
Kotaknya dibawa ke kamar lama Yola, bukan kamar Rayhan, bukan ruang keluarga. Vendor perempuan datang sendiri bersama Sari dan Jason. Naomi memeriksa pintu. Mama duduk di kursi dekat ranjang, wajahnya jauh lebih sehat daripada dua minggu lalu, tetapi matanya tetap lembap saat kotak merah dibuka.
Kain peony itu tidak berteriak.
Merahnya dalam. Bordir emasnya hanya menyala di ujung lengan dan bagian bawah, tidak menutup seluruh dada. Kerahnya cukup rendah untuk membuat Yola percaya ia masih bisa bernapas.
"Nona mau coba sekarang?" tanya vendor.
Yola menatap kain itu cukup lama.
Besok, ia harus memakainya.
Malam ini,…
Obsesi Adik Ipar
Episode 114
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 170 Episodes
Comments