Bab 072
Alasan untuk Pulang
Rayhan tidak membuka buku formula itu.
Ia juga tidak bertanya lagi tentang kotak label, daftar stok, atau alasan Yola tiba-tiba ingin menjual produk siap kirim lebih cepat.
Justru karena ia berhenti di sana, Yola makin sulit bernapas.
Rayhan yang memaksa masih bisa dilawan.
Rayhan yang menunggu membuat setiap gerakan terasa seperti sedang diawasi dari dalam.
Ponsel Ardi bergetar. Ia melirik layar, lalu mendekat ke Rayhan. "Pak, dari Kalimantan. Jalur kontraktor lama yang terkait vendor Hartono muncul lagi di manifest internal. Jason minta Anda ikut call sekarang."
Mata Rayhan tidak lepas dari Yola.
"Di mobil," katanya.
"Siap."
Rayhan mengambil buku formula dari meja, bukan untuk membuka, hanya menggesernya kembali ke arah Yola. Gerakannya pelan, dan karena pelan, ancamannya terasa lebih jelas.
"Simpan baik-baik," ulangnya.
Yola menahan diri agar tidak memeluk buku itu lagi. "Itu memang selalu saya simpan baik-baik."
"Bagus."
Ia berbalik menuju pintu. Sebelum keluar, ia berhenti. "Pulang ke mansion sore ini. Jangan ke tempat lain tanpa kabar."
Yola hampir menjawab tajam.
Rizal, Sari, dan Dewi ada di ruangan yang sama.
Ia memilih kalimat yang lebih rapi. "Saya masih punya pekerjaan."
"Selesaikan di sini. Setelah itu pulang."
"Atelier bukan kantor Liem Group."
Rayhan menoleh sedikit. "Aku tahu. Kalau ini kantor Liem Group, orang yang membuatmu pucat tadi sudah tidak akan bisa keluar semudah itu."
Daniel.
Nama yang tidak disebut itu tetap sampai ke semua telinga.
Yola merasakan wajahnya memanas. "Dia datang sebagai supplier contact."
"Aku tidak melarangnya."
"Tapi Anda memastikan saya tahu Anda bisa."
Sesuatu yang dingin lewat di mata Rayhan.
"Kalau aku benar-benar melarang, kamu tidak akan perlu menebak."
Ia pergi setelah mengatakan itu.
Pintu kaca menutup.
Atelier baru kembali bernapas beberapa detik kemudian.
Dewi, dengan profesionalisme yang nyaris menyelamatkan semua orang, mengangkat tablet. "Nona, saya lanjut daftar stok?"
Yola menelan…
Obsesi Adik Ipar
Episode 72
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 170 Episodes
Comments