Bab 091
Janji di Atas Luka
"Kau tidak apa-apa?"
Yola menatap Rayhan seperti tidak mengerti bahasa yang baru saja ia dengar.
Darah masih merembes di antara jari laki-laki itu. Kemeja hitamnya membuat warna merah terlihat lebih gelap, tetapi tidak bisa menyembunyikan bagaimana kain di sisi kiri atas tubuhnya menjadi basah. Di belakang Rayhan, Ardi dan dua security menekan pelaku ke lantai. Suara radio, langkah, dan perintah bertumpuk menjadi satu, tetapi pertanyaan Rayhan tetap berdiri paling jelas di telinga Yola.
Dia yang tertusuk.
Dia yang pucat.
Dia yang masih bertanya apakah Yola tidak apa-apa.
"Kamu berdarah," kata Yola.
Suaranya keluar sangat pelan.
Rayhan seperti baru ingat ada pisau yang tadi masuk ke tubuhnya. Ia menunduk sedikit, melihat tangannya yang menekan luka, lalu kembali menatap Yola.
"Jawab."
Nada itu hampir menjadi perintah lagi.
Yola ingin marah.
Tetapi tubuhnya bergerak lebih dulu.
Ia menarik scarf tipis dari leher Ibu Rina yang masih gemetar, meminta maaf dengan tatapan, lalu menekan kain itu ke sisi luka Rayhan sebelum siapa pun sempat menghentikannya.
Rayhan menarik napas tajam.
"Yola..."
"Diam."
Satu kata itu keluar dingin, pendek, dan membuat Ardi yang sedang memborgol pelaku sempat menoleh.
Yola tidak peduli.
"Tekan di sini," katanya kepada Rayhan, mengatur telapak tangannya di atas kain. "Jangan lepas."
"Dokter ke ruang medis," perintah Ardi ke radio. "Luka tusuk. Pak Rayhan sadar. Siapkan emergency kit."
Rayhan masih menatap Yola.
"Kamu tidak terluka?"
"Tidak."
"Ibu Rina?"
"Saya tidak apa-apa, Pak," jawab Ibu Rina dengan suara bergetar.
"Bawa mereka ke ruang aman."
"Tidak," kata Yola.
Rayhan mengerjap pelan.
"Kamu ikut dokter."
"Yola."
"Kalau kamu masih bisa memerintah, berarti kamu masih bisa jalan."
Ardi bergerak mendekat. "Nona, saya bantu Pak Rayhan."
"Saya tekan lukanya."
Kalimat itu bukan permintaan.
Untuk beberapa detik, tidak ada yang membantah. Mungkin karena darah sudah terlalu nyata. Mungkin karena Yola, yang beberapa menit la…
Obsesi Adik Ipar
Episode 91
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 170 Episodes
Comments