Di atas sebuah tebing setinggi 20 meter, sebuah pohon berdaun merah muda setinggi 4 meter tumbuh di pinggir tebing.
Dibawah pohon tersebut, seorang wanita berusia 30 tahunan yang sangat cantik dengan surai merah muda disertai telinga rubah berwarna senada rambutnya. Sembilan ekor di bawah punggungnya melambai-lambai pelan.
Wanita cantik beriris mata hijau terang tersebut sedang duduk dipinggir tebing dibawah pohon dengan kaki menjuntai kebawah. Jubah putih disertai sabuk merah di pinggangnya melengkapi tampilan menawan tersebut.
Senyumnya merekah disaat melihat dibawah tebing seekor tupai dengan ekor memuncratkan aliran listrik sedang dikejar seekor kura-kura.
Ia tertawa pelan ketika kura-kura tersebut berhasil menangkap sang tupai dan menenggelamkannya pada kubangan air.
Tawanya terhenti ketika ia merasakan energi yang familiar mendekat dengan lumayan cepat dari arah belakangnya.
Ia berbalik dan mendongak sambil menajamkan pandangan, tersenyum saat mendapatkan apa yang ia lihat namun mengerutkan kening ketika melihat seseorang yang asing dibelakang sosok yang ia kenal.
Wanita tersebut membelalakan mata sebelum dengan sigap memasang kuda-kuda disertai keluarnya api biru dikedua tangan, berlari kedepan kemudian melompat meluncur menuju langit.
"LAN'ER MENGHINDAR! AKU AKAN MENGHANCURKAN ORANG YANG MENGGANGGUMU!" ia berteriak kencang akan kesalahpahaman. Ia menganggap sosok dibelakang adalah pengejar dan pengganggu.
...****************...
Saat sudah keluar dari gua, Shen Lan mengajak Bing Rong menemui seseorang yang ia sebut Bibi Yui.
Shen Lan mengatakan pada Bing Rong bahwa Bibi Yui adalah salah seorang yang merawatnya dan mengajarkannya cara mengendalikan energi ditubuh. Ia juga mengatakan kalau bibi Yui adalah orang yang ramah dan sangat baik pada dirinya, bibi Yui jugalah yang mengatakan pada Shen Lan khasiat dari buah-buah yang ia makan, walau bibi Yui tidak sehebat Paman Guan, namun bibi Yui selalu membela Shen Lan kalau ia melakukan kesalahan.
Bing Rong mendengarkan dengan baik penjelasan Shen Lan, berdasarkan yang disampaikan Shen Lan padanya, Bibi Yui adalah orang yang mudah diajak bicara dan bisa diajak berteman.
Bing Rong menganggukkan kepalanya dan membatin.
'Sepertinya ini akan mudah, semoga ia mempunyai pengetahuan tentang dunia luar agar aku dapat memperjelas keadaan'
Bing Rong melamun sebentar, lamunannya disadarkan oleh suara Shen Lan yang mengatakan akan segera sampai. Mereka pun mempercepat laju terbang.
"Oh! Itu bibi Yui!"tunjuk Shen Lan kearah tebing sambil terbang kesamping Bing Rong agar Kakak Rong tersebut dapat melihat.
Bing Rong menyipitkan pandangan saat belum dapat melihat seseorang yang Shen Lan maksud, ia hanya dapat melihat cahaya biru yang semakin lama semakin mendekat kearahnya.
"LanLan! Sepertinya ada yang salah disini" Bing Rong panik saat merasakan hawa panas yang semakin mendekat, ia pun melapisi tubuhnya dengan Qi dingin yang cukup tebal saat merasa bahaya yang mendekat bagai kilat.
Shen Lan hanya bingung karena ia tidak merasakan apapun, senyumnya merekah saat melihat bibi Yui terbang menghampirinya, namun senyum tersebut berubah bingung saat ia melihat kedua tangan Bibi Yui yang mengeluarkan api.
"Eh! Apa yang bibi lakukan dengan api itu?" tanya Shen Lan keheranan, namun pertanyaan tersebut dijawab dengan teriakan nyaring dari api biru yang melesat.
"LAN'ER MENGHINDAR! AKU AKAN MENGHANCURKAN ORANG YANG MENGGANGGUMU!"
Bing Rong berbalik dan terbang menjauh dengan cepat.
"LANLAN! ORANG INI GILA!!!" teriak Bing Rong sambil menangkis bola Api biru dengan bongkahan Es yang ia lemparkan dan menyebabkan ledakan-ledakan kembang api diudara.
Boom!
Boom!
Boom!
Shen Lan pun berusaha mengejar sang wanita Rubah dengan kewalahan sambil menghindari ledakan diudara,
...****************...
"Manusia! Jangan dekat-dekat dengan Lan'er!"
"LanLan juga manusia! Jadi ia harus bersama satu makhluk yang sama dengannya!"
"Apa katamu?! Lan'er itu anakku!"
"Dilihat dari manapun tidak ada mirip-miripnya!"
"Diamlah!!!"
"Terserah aku mau apa!!"
"Ini rumahku!"
"..."
"hmpph!" Bibi Yui mendengus membusungkan dada besarnya kearah Bing Rong yang menggeram menahan emosi
Saat ini mereka berdua duduk berhadapan pada masing-masing sofa panjang lembut dari kain yang sangat halus berwarna coklat.
Mereka dipisahkan dengan sebuah meja kayu bundar ditengah-tengah. Mereka berada dirumah bibi Yui yang merupakan sebuah rumah sederhana terbuat dari kayu super kuat.
Setelah aksi letusan kembang api yang menyebabkan hujan kecil akibat lelehan es, Shen Lan berhasil menyeret mereka berdua kemari yang sudah dipenuhi debu dan baju yang terbakar.
"Hei Rubah tua!" ucap Bing Rong
"Namaku Shen Yui!" tegas Yui pada Bing Rong
"K-kau bahkan memakai nama keluarga LanLan? Dasar penjahat!" ucap Bing Rong sambil tersenyum sinis.
Alis dan bibir Yui berkedut dan tangan kanannya sudah mengeluarkan api kecil siap menyerang.
Bing Rong melambaikan kedua tangannya dan tersenyum canggung
"Aku hanya ingin bertanya" ucap Bing Rong tersenyum
'Rubah ini menjengkelkan!' namun lain dengan perasaannya
Yui mengibaskan tangannya menghilangkan api
"Bertanyalah"
Bing Rong menatap serius Yui dan berucap
"Bagaimana kau tau cara membangun rumah dan peralatan ini?"
"Apa kau tidak mengetahuinya? Aku lahir di dunia manusia, setelah 3200 tahun kemudian menjadi Dewa Binatang, aku menyebrangi Jembatan Pinggir Neraka dan melompat ke jurang Nirvana kemudian memasuki alam ini, selama aku hidup tentunya aku mempelajari tentang manusia dan membangun rumah ini. Oh aku juga baru 3 tahun berada disini, aku tidak menyangka akan menemukan seorang malaikat kecil disini" Yui meniup kuku jari kelingking tangan kanannya setelah selesai berucap.
"Jembatan Pinggir Neraka? Dimana itu berada?" tanya Bing Rong bingung
Yui yang mendengarnya juga bingung namun dengan alasan yang berbeda
"Apa kau kesini tidak melewatinya? Apa mungkin kau melewati pusaran kematian?" tanya Yui
"Pusaran kematian? Apalagi itu? Aku tidak mengetahuinya, terakhir yang aku ingat adalah aku terlempar pada tempat yang warna-warni kemudian tersadar disini" ucap Bing Rong
Yui terkejut dan berdiri dari duduknya
"Kau melewati celah ruang-waktu!?" ucap Yui
"Aku tidak mengetahuinya, namun sepertinya LanLan mengetahui sesuatu, anak itu yang menemukanku tergeletak" Bing Rong sedikit mengepalkan tangan mengingat apa yang pertama kali Shen Lan lakukan.
Yui duduk kembali dan tidak lama kemudian Shen Lan datang membawa beberapa buah-buahan. Ia meletakkan buah tersebut di meja dan kemudian duduk di lantai.
Bing Rong keheranan dan bertanya
"Kenapa kau duduk dilantai LanLan?"
"Bibi Yui mengatakan aku harus duduk disini ketika bibi Yui duduk diatas" Shen Lan berucap sambil meraih sebuah Apel kecil berwarna coklat
Bing Rong menatap datar Yui yang dengan anggun menyuap anggur emas kemulutnya.
"Kau mengajarinya menjadi budak? Bukankah dia anakmu?" tanya Bing Rong sambil beberapa jarum es terbentuk diudara.
"Hohoho~ aku mengajarinya bahwa yang kuatlah yang berkuasa, dia anakku yang kusayangi" Yui tertawa pongah kepada Bing Rong sambil menutup mulutnya diikuti tatapan menantang yang ia tunjukkan.
Shen Lan hanya makan buah dengan tenang hingga ia teringat dengan sesuatu. Ia mengunyah cepat buah dimulutnya kemudian berdiri dan pergi keluar.
Shen Lan kembali dengan Kotak biru yang sebelumnnya ia bawa dari gua pohon raksasa, ia menatap Bing Rong yang mengangguk dan kemudian menatap Yui yang menunjukkan pandangan bertanya.
...----------------...
Tingkat Kultivasi Kultivator :
Jiwa Roh (15)
Penempaan Fondasi (10)
Qi Bumi (3)
Qi Langit(3)
Alam Dao (4)
Inti Penguasa (15) (Merah, Biru, Ungu, Hitam, Emas)
Penguasa Abadi (Bumi, Langit, Surga)
Dewa Abadi (Raja Dewa, Kaisar Dewa, Mahadewa)
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Cuman segini aja wahai pembaca, soalnya sabtu, minggu kemaren ada kerja bakti sama Maulid Nabi 😂, dih apaan sih 😅 Author baru aja banyak alasan. besok bakal 5 chapter sih 😁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
penghancur novel mc tolol
ceritanya bagus cuma agak gimana gitu pertemuan antara shen long sama bing rong kayak kurang pas soalnya kayak dimamfaatin mcnya walaupun bingrong niatnya baik
2023-12-10
0
PANT GAME
lanjutkan Thor
2020-11-02
2
Mamat Stone
tetap semangat thor .......
2020-11-02
5