...🌺🌺🌺🌺🌺...
🔄FLASHBACK ON🔄
"Mas percayalah padaku, anak ini anak kandung mu mas. percayalah mas!! jangan sampai rumah tangga kita hancur oleh wanita busuk itu!" Wanita yang tengah mengandung 5 bulan itu menangis dan memohon pada suaminya.
"Percaya bagaimana lagi saya padamu Lesi?! Foto ini sudah membuktikan bahwa kamu berselingkuh dan itu bukan anak saya!" Beberapa foto bertebaran di lantai. Foto yang menunjukkan seorang wanita tengah tidur tanpa busana bersama seorang lelaki.
"Itu hanya editan mas. Wanita itu yang mengeditnya!" menunjuk kearah wanita menggunakan dress yang begitu kekurangan bahan.
"Kamu bisa lihat sendirikan Ken, istrimu tidur dengan asisten mu sendiri! mending kamu cerai kan aja dia, terus percepat pernikahan kita!" Wanita itu bergelayut manja ditangan suaminya.
"Lepaskan tangan mu j*lang!" Wanita yang tengah mengandung itu mulai tersulut emosi.
"Ken." Wanita itu membuat mimik seolah-olah dia yang terluka.
"kamu yang j*lang Lesi! Mulai hari ini kita cerai! pergi kamu dari rumah saya, bawa pergi anak haram itu!" Lelaki yang bernama Ken itu menyeret Lesi dengan begitu kasar keluar rumah.
"Bersenang-senang lah Lesi!" Wanita itu mengucapkannya tanpa mengeluarkan suara, namun tetap saja Lesi tau apa yang diucapkan nya.
"Kamu bakalan menyesal melakukan ini padaku mas!" Berurai air mata wanita itu mulai mencoba berdiri.
"Mbak-mbak nggak apa-apa?" Asisten suaminya datang membantu Lesi.
"Waah... ayah sang cabang bayi datang!" wanita yang masih bergelayut manja pada suaminya itu tetap saja membuat Lesi semakin emosi.
"Apa katamu j*lang?" sarkas asisten suaminya pada wanita itu.
"Haris saya nggak apa-apa! tolong bawa saya pergi dari sini!" Lesi dan Haris akhirnya pergi dari rumah Ken.
⏳Beberapa bulan kemudian⏳
Perceraian antara Lesi dan Ken sudah berlalu 3 bulan yang lalu ketika Lesi siap melahirkan putrinya. Lesi menghadiri resepsi pernikahan Ken dengan sekretarisnya.
"Mas ini anak mu namanya Bella Wijaya." Ken malah menampar Lesi dihadapan tamu-tamu yang datang.
"Berani sekali kamu datang ya j*lang! bawa-bawa anak h*ram mu lagi!" air mata dan rasa malu Lesi begitu menggebu pada Ken. meski beberapa bulan lalu sakit yang ia rasakan belum sembuh, ia kini hanya mencoba kuat karena Bella anaknya. Namun, lihatlah yang di dapatkan nya hari ini. Ken begitu telah buta dibawah pengaruh wanita itu.
"Kamu boleh bilang aku j*lang mas, tapi jangan bilang anak kita h*ram!" tegas Lesi dengan air mata yang sudah mengalir deras di pipinya.
"Satpam-satpam usir orang ini!" Wanita yang telah merebut suaminya ini kembali mengusir Lesi dengan tidak terhormat.
"Kamu bakalan menyesal mas. kamu bakalan menyesal!" ujar Lesi disela sela terisak.
Setelah kejadian itu Lesi sudah tak pernah menampakkan dirinya lagi ke keluarga Arya Wijaya. Beberapa tahun menikah dengan sekretarisnya Ken begitu bahagia. Sampai akhirnya ia mengetahui rahasia besar wanita itu. Wanita yang telah dinikahinya ternyata sudah pernah menikah dan memiliki seorang anak yang lebih tua dari anak Lesi. Yang mengejutkan nya lagi Ken mengetahui bahwa anak yang dikandung Lesi adalah anaknya. Semua foto-foto itu adalah editan dari seseorang. Ken tidak tau yang mengeditnya siapa. Yang Ia tau bahwa Lesi sudah benar-benar menghilang darinya.
7 tahun menikah dan tak kunjung memiliki anak. Ken mengizinkan Istrinya membawa sang anak untuk tinggal di rumah. Rasa bersalah Ken tak kunjung hilang dengan bertambahnya tahun. Karena pemikiran yang banyak akhirnya Ken jatuh sakit dan menyerahkan urusan perusahaan kembali kepada Ayahnya. Istri Ken pun kian hari kian menjadi. Selalu mencari uang dengan cara yang tidak halal dan memeras om-om di cafe-cafe.
🔄FLASHBACK OFF🔄
Bella berurai air mata mendengarkan kisah nyata yang dialami ibunya. Ternyata yang Ia bayangkan selama ini belum apa-apa yang telah dirasakan ibunya.
"Karena itu selama ini kakek mencari ibumu. Namun, kalian selalu pindah-pindah kota dan mempersulit bawahan kakek menemukan kalian! Syukur kakek bisa menemukan mu, tapi tidak kakek sangka dalam keadaan berduka seperti ini!" Bella hanya menunduk. Merasa bersalah selama ini kepada ibunya, ia tidak pernah bertanya seberapa sakit masalah yang dihadapi sang ibu hanya untuk dirinya seorang.
'Ibu, kenapa sih ngak pernah bilang ke Bella? Kalau Bella tau ada kakek yang sekaya ini, pasti operasi ibu ngak bakalan terlambat!Maafin Bella bu!' Bella begitu merasa bersalah atas kematian sang ibu.
"Keputusan kakek menemui mu karena, kakek sudah terlalu tua untuk mengurus urusan perusahaan oleh karena itu juga kakek membutuhkan mu Bel. Kamu mau membantu kakek?!" tanya Arya tanpa ragu.
"Tapi kek, Bella mengambil jurusan pendidikan bukan Bisnis, gimana cara Bella bantu kakek? Ditambah lagi Bella baru mulai mengajar menjadi dosen beberapa hari lalu, tidak mungkin Bella melepaskan pekerjaan itu!" ujar Bella dengan jelas.
"Nanti kakek jelasin perlahan ke kamu Bel, pasti kamu paham. Soal pekerjaan itu, kamu teruskan saja. Kakek tidak mempermasalahkan nya. asal kamu bisa menghandle tugas mu yang ada di perusahaan." Ucap Arya dengan santai.
"Baik kek, makasih ya kek udah cari Bella sama ibu. Bella tadinya takut tinggal sebatang kara, tapi sekarang Bella senang udah ada kakek. Makasih ya kek!" Bella memeluk Arya. Mereka berdua hanyut dalam kepiluan.
🏠Kediaman Ken Wijaya🏠
Bella kehabisan kata-kata saat mobil memasuki halaman rumah yang ternyata adalah rumah Ayahnya. Sedikit rasa sakit mendengar bahwa Ayahnya telah menikah lagi. Tetap saja Bella merasa syukur masih memiliki orang tua yang masih hidup.
"Ini rumah mu Bel kakek akan sering berkunjung" ujar Arya dengan ramah.
'Lah aku ditinggalin? Belum juga sampai di dalam rumah!' bingung Bella.
"Kakek ngak tinggal disini sama Bella?" Arya tersenyum hangat dan menggeleng, melihat tingkah polos Bella.
"Nggak Bel, ini rumah Ayah kamu. Kakek punya rumah sendiri. Kakek bakalan sering ngunjungin kamu kok." ucap Arya sambil mengelus rambut cucunya itu.
'Harta nya berapa sih, rumah aja punya sendiri-sendiri. mimpi apa semalam mu Bell ?' Bella masih tidak percaya dengan apa yang ia dapatkan saat ini.
"Oh ya, Kamu harus bisa dapatin hati Ayah kamu ya, jangan kalah sama saudari tiri kamu!!" Bella mengangguk meski dirinya kurang yakin. mengingat ia bahkan tidak mengenal ayahnya seperti apa.
"Pekerjaan kamu kakek urus ya Bel, Mau pindah kemana atau mau pilih di luar negri?" secepat mungkin Bella menggeleng.
'Pindah? Ngak mau lah, aku belum siap pakai uang keluarga ini apalagi buat kebutuhan aku sendiri. kalau tau-tau aku bukan cucu nya bisa-bisa taruh dimana muka ku nanti, lagian kerja baru beberapa hari masa udah pindah, Mending aku cari duit sendiri!' pikir Bella dengan rasa yang tidak mau berhutang budi.
"Nggak deh kek, nanggung buang-buang uang. lagian Bella baru aja kerja, masa iya udah mau pindah aja. Hehehe..." ujar Bella cengengesan.
'Sifat Lesi mengalir dalam diri Bella tidak serakah seperti Biangka dan anaknya! Aku tidak salah pilih untuk penerus perusahaan.' gumam Arya bahagia dalam hatinya.
"Ya udah kalau gitu, kalau kamu butuh sesuatu hubungi aja kakek ya. Nih masukin dalam dompet mu. Kartu nama dan ATM kakek ini bakalan penting buat kamu!" Arya dengan santai memberikan kartu nama serta ATM platinum nya pada Bella.
'Apa ini? dompet ku yang biasa cuman diisi uang recehan nggak bakalan nerima kalau diisi sama kartu ATM. ATM platinum lagi! Tuhan mimpi ini terlalu mengejutkan... Tolong bagi yang lagi ngeprank bangunkan saya! Tolong!' Bella merasa begitu syok dengan kenyataan yang begitu tiba-tiba ini.
"Maaf kek, bukan nya Bella ngak mau terima. Tapi Bella alhamdulillah masih punya uang sendiri kok kek." Semakin Bella menolak, Arya malah semakin semangat memberikan kartu ATM berwana hitam itu pada Bella.
"Yang penting simpan aja dulu. Pokoknya kakek nggak mau terima penolakan lagi atau ngak buang aja! atau Bella merasa uang didalam nya kurang, mau kakek tambahin? tapi ini udah over limit kok." Arya berucap begitu santai, tambah membuat Bella semakin merasa tengah bermimpi. Bella pun menggeleng dengan cepat dan memasukkannya kedalam dompet.
'Buang-buang! dikira kartu ini kartu mainan apa? seenaknya aja buang-buang. kebiasaan ya orang kaya ngak ingat ada orang yang lebih susah dari mereka!' kesal Bella.
BERSAMBUNG.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments
Shinta Dewiana
kenapa hrs tinggal di rmh ayahnya kan bisa tinggal di rmh kakeknya...buat apa ayah yg seperti itu,bukannya menyelidiki main percaya aja...hedeh..
2023-06-19
0
Nailil Ilma
semangat Thor
Jangan lupa mampir yuk di cinta anak pesantren
2021-05-15
1
Anis Riska
kirain ayahnya bela udah meninggal...kok bianca suka cari tambahan om om
2020-12-23
2