" edo.. Sama siapa? "
Sayup sayup terdengar sebuah suara lembut sedang berbicara dengan keponakannya, nara melangkah kan kaki nya keluar dari pintu ruang pribadi nya, dia kaget begitu melihat seorang pria bertubuh tinggi besar sudah menanti nya di depan pintu.
" edo... " panggil yoga , edo tersenyum sambil melambaikan tangan nya tangan nya masih merangkul pergelangan tangan nara.
Nara yang pada saat itu sedang bersama edo tersenyum kepada yoga
" oh sama mas ya... "
Untuk beberapa saat yoga dibuat terpana melihat senyum nara dan sikap nya yang terlihat ke ibuan sehingga membuat nya bisa sedekat ini dengan edo.
Ia dia keibuan dia memiliki mata yang teduh serta senyum yang manis walau pun tubuh nya teramat kecil untuk seorang pria seperti yoga. Tapi nara berbeda suara nya saja sudah membuat yoga penasaran ketika mendengar nya.
" iya mba sama saya " jawab yoga cepat
" do.. Sini sama om"
" gak mau " edo menggelengkan kepalanya
Nara tersenyum
" gpp mas edo sama saya aja dulu,oh ya mau ambil pesananya mba yeni kan "
" iya mba, kok mba tau"
" tadi edo yang bilang mas ,tunggu sebentar ya , edo tunggu sebentar ya tante mau ambilin barang mama"
Edo mengangguk patuh, nara berjalan berbalik masuk kedalam pintu sebelum nya sepeninggalana nara yoga menghampiri keponakan nya ia berbisik ke telinga keponakan nya.
"Do, itu tadi tante cantik" bisik yoga
Edo mengangguk membenarkan
Dan beberapa menit kemudian nara keluar tubuh nara kecil bahkan mungkin sangat kecil menurut yoga jika dibandingkan dengan dirinya, namun tidak bisa dipungkiri nara memang imut dengan tubuhnya yang kecil dan wajahnya yang bulat.
" 500 mas " ujar nara sembari memberikan kantong belanjaan yeni
Yoga tertegun " mba yeni belum bayar mba ?"
" emang mba yeni bilang udah bayar ya mas... "
Yoga mendengus sebal ia mengambil segera dompet dari handbag nya yang sedari tadi dibawa nya.
Sedikit menggerutu karna jujur saja ini membuatnya malu , harus nya mba yeni mengatakan pada nya bahwa barang belanjaan nya belum di bayar.
Maka ia akan menyiapkan uang nya sebelum ia sampai di butik milik nara.
" eh mas.. Bercanda kok bercanda ini udah dibayar mba yeni kok" ujar nara gelagapan
" serius mba?? "
Nara tertawa kecil " iya mas udah dibayar " nara lalu mengalihkan perhatianya pada edo
" do mau beli ice cream kan yuk! "
" ayokk tante " jawab edo antusias
Nara menggandeng tangan edo , mereka berdua berlalu meninggalkan yoga yang masih terdiam di tempat nya, bukan karna malu tapi untuk kesekian kali nya ia terpesona melihat senyum lebar milik nara.
Yoga mengikuti langkah nara dan edo dari belakang, dia menuju ke arah mobil menaruh barang belanjaan yeni , kemudian mengirim sebuah pesan pada yeni
" eh tante tungguim om yoga "ujar edo membuat nara menghentikan langkahnya
Nara menoleh ke arah yoga yang kini berjalan cepat menghampiri mereka.
" kenapa ? Om yoga kan udah besar"
" edo takut om yoga diculik banyak tante tante yang liatin om yoga " jawab edo polos membuat nara tertawa
Nara melirik ke beberapa gadis yang kini tengah berada di toko nya benar sekali para gadis itu kini tengah mencuri pandang pada sosok yoga yang tampan.
Nara juga tidak memungkiri nya lelaki yang kini tengah sibuk dengan ponselnya itu memang tampan dan tentu saja banyak wanita yang melihatnya akan tertarik padanya. Terlebih jika mereka mengetahui kalau yoga adalah tentara, nara sendiri yakin yoga tentara melihat dari postur tubuh dan potongan rambutnya.
" mas... " panggil nara seketika, membuat yoga menoleh
" ayo cepat ntar mas diculik" timpal nya dilanjutkan dengan tawanya.
Yoga tampak bingung dengan kalimat nara tapi ia segera menyusul nara karna sudah mulai risih dengan beberapa pandangan yang kini sedang mengamatinya.
-
Yoga duduk didepan mobilnya sembari menunggu nara dan edo yang keluar dari minimarket yang letaknya berada tidak jauh dari lokasi butik nara
Sesekali nara memperhartikan bangunan di butik nara , beberapa wanita terlihat berlalu lalang silih berganti keluar dari butik nya. Sungguh membuat yoga penasaran bagaimana nara memulai butik nya dulu.
Untung saja cuaca pontianak saat ini tidak terlalu panas mungkin karna waktu sudah menunjukan pukul 3 sore , matahari sudah tidak terlalu tinggi seperti sebelum nya.
Sembari mengecek ponselnya beberapa panggilan tidak terjawab dan beberapa pesan diterima nya dari para sahabatnya yang bertanya tentang keberadaanya, tidak terkecuali pesan arya yang kesal karna yoga menutup telpon nya tampa kalimat penutup.
" 1 2 3 .... Kalo edo bisa jawab tante kasi yang besar"
terdengar sayup sayup suara nara yang berbicara dengan edo, yoga mengalihkan perhatiannya segera karna tertarik dengan kegiatan kedua manusia yang kini tengah berjalan menuju ke arahnya
Nara seperti seorang kaka yang menggiring edo berjalan bersama nya tubuhnya yang kecil suaranya yang sedikit cempreng membuat nya terlihat lucu ditambah lagi tingkahnya yang seolah olah mengikuti tingkah edo
Satu hal yang ditangkap oleh yoga nara bisa menyesuaikan kondisi nya sebagai orang dewasa tidak mudah untuk mendapatkan perhatian dari seorang anak kecil , terlebih seumuran edo itu lah yang membuatnya bisa akrab dengan edo
" nahh kita sampai... Edo pulang sama oom ya, nih om ,edo nya saya balikin " ujar nara sembari tertawa kecil
Yoga tersenyum " makasih ya mba edo udah dibeliin ice cream "
Nara tersenyum " sama sama mas"
Yoga membuka pintu mobil untuk edo dan membiarkan edo masuk namun ia teringat pesan kaka nya sebelumnya yang menyuruh wanita dihadapannya itu datang ke acara kakanya malam ini
" oh iya mba hampir saya kelupaan, malam ini mba yeni ngadain acara 7 bulanan dan mba yeni meminta mba datang" kata yoga
" oh udah tau kok mas "
Yoga menautkan alis nya bingung
" tau dari mana mba? "
Nara tertawa kecil " lah mba yeni kan ngirim undangan elektronik ke saya 2 hari yang lalu"
Yoga menepuk jidatnya pelan jadi maksud mba yeni meminta nya kemari alasan nya untuk apa ? Apa benar hanya untuk mengambil barang belanjaan nya saja, atau ada maksud terselubung di balik ini semua batin yoga
" ya ampun mbaaa sengaja ngerjain aku ini" ucap yoga kesal suaranya pelan namun masih terdengar oleh nara
" gak papa mas anggap aja jalan jalan, "
" iya mbaaa jalan jalan oh iya saya yoga mba adiknya mba yeni, mba siapa namanya? " tanya yoga begitu ia ingat bahwa sedari tadi ia belum memperkenal kan namanya
Yoga mengulurkan tangan nya , nara tersenyum lagi lagi senyum yang membuat yoga terpesona untuk kesekian kalinya. Nara menerima uluran tangan yoga
"Saya nara mas , jadi mas ini adik nya mba yeni, saya kirain tadi..."kalimat nara menggantung seketika dan itu membuat yoga penasaran
" siapa mba?? Mba kira siapa? " tanya yoga lagi
" gpp mas.. Lupain aja " jawab nara segera tapi masih mengulum senyumnya
" oh mba nara,kalau begitu saya duluan ya mba nara , terima kasih untuk semuanya ya... "
" iya mas "
Yoga melangkah kaki nya menuju mobilnya, membuka pintu dan segera masuk dalam mobilnya sedangkan edo sudah asik dengan ice cream dan gadget nya, ia menghidupkan mesin mobilnya terlihat olehnya nara masih berdiri menunggu kepergiannya.
Gadis itu imut pikirnya dan selalu tersenyum apa ia selalu tertawa seperti itu pikir yoga, sileut wajah nara masih teringat jelas di pikiran nya sikap nya kepada anak kecil mengingat kan yoga kepada yeni , bagaimana lembut nya yeni memperlakukan edo
Ia pikir ia tidak akan menemui wanita selembut yeni namun kali ini ia salah, ia baru saja menemukan nya di dalam diri wanita imut bernama nara.
Wanita yang barusan ia temui, yoga tersenyum apa ini kenapa tiba tiba saja ia memikirkan nara dan apa tadi kenapa ia bisa terpesona hanya dalam waktu sepersekian detik setelah melihat senyum nara.
"Om , kenapa ?" tanya edo yoga tersadar dari lamunan nya
"Apa nya yang kenapa ?"
" dari tadi senyum senyum terus " jawab nya polos
Yoga tertawa kecil ia mengangkat sebelah tangan nya mengelus puncak kepala keponakan nya gemas dengan ucapan keponakan nya tadi.
-
yoga dan edo sampai dirumah, begitu mobil terparkir di halaman rumah , edo langsung keluar dari mobil dan berlari menuju ibu nya yang sedari tadi sudah menunggu kedatangan mereka.
" Mamah " teriak edo berhambur memeluk ibu nya.
yeni membalas pelukan anak nya dengan hangat, ia melemparkan senyuman nya pada yoga yang menyusul anak nya di belakang , dengan sekantong barang belanjaan yeni di tangan kanan nya.
yeni melepaskan pelukan nya pada edo
"gimana tadi ketemu tante cantik edo senang ?"
edo mengangguk " tadi edo di beliin ice cream sama tante cantik"
"oh yaa... tante cantik baik ya , om yoga di beliin gak ?"
edo menggeleng perlahan " gak ma, om gak ikut masuk sama kita ke supermarket nya dia cuman diam aja di mobil"
yoga tertawa kecil mendengar penjelasan keponakan nya , ia tersenyum kepada yeni lalu memberikan barang belanjaan yeni.
"ini mba barang belanjaan , ingat mba belum bayar loh "
yeni tertawa kecil " nara nagih ke kamu ya ?"
yoga menunjukan smirk nya
" mba sengaja ya ngerjain aku di depan nara , emang kenapa sih mba orang tu adek di kenalin baik baik bukan nya malah di kerjain seperti ini dan inget ya mba , mba itu udah ngirim undangan elektronik sama nara"
mendengar penjelasan yoga membuat yeni terkikik geli , dia memang sudah mengirimkan undangan pada nara sebelum nya , ide itu tiba tiba saja terlintas begitu ia mendapat pesan dari nara.
dimana nara mengabari nya bahwa pesanan nya sudah ada, melihat sang adik yang kerjaan nya hanya melamun di rumah. yeni tak sampai hati ia akhirnya berinisiatif untuk mempertemukan nara dengan yoga dengan cara yang sudah ia atur di dalam pikirannya.
benar saja ternyata cara itu berhasil , yoga mau mengambilkan barang belanjaan nya dan kehadiran edo diantara mereka menjadi pemanis.
"oh ya , mba lupa dek maafin mas ya" sesal yeni berpura pura
yoga tersenyum kecil melihat sandiwara yeni , terlihat jelas oleh yoga bahwa yeni sedang bersandiwara.
"keliatan mba bohong nya"
"oh ya keliatan ya , berarti mba gak cocok jadi artis ya" untuk kesekian kalinya yoga tertawa
"mba... udah ya cukup jadi ibu rumah tangga aja jadi persit aja, jagain edo sama mas adli jangan jadi mak comblang"
yeni terkikik geli , ia membiarkan yoga yang berlalu meninggalkan nya .
-
Malam Harinya dirumah kediaman Adli bersama istrinya tampak beberapa pria tengah berkumpul didepan teras rumahnya beberapa pria bertubuh tegap dengan potongan cepak terlibat obrolan panjangbersama Yoga acara sudah berakhir satu jam yang lalu namun mereka tampak enggan untuk kembali ke batalyon mereka ,ya mereka adalah para anggota Adli .
"oh jadi abang satgas di libanon kemarin ?"
" iya saya disana selama satu tahun "
"waah asik ya , aku kapan ya bisa dapat kesempatan satgas kesana "
" halah macam betul saja kau , kaya bisa saja kau tinggal kan pacar pacar mu disini ?"
" bang .. itu urusannya beda , kalo mereka mau tunggu aku kenapa tidak iya kan bg ?"
Yoga tersenyum meng iyakan kata kata junior nya itu sembari memperhatikan sebuah mobil mini berwarna merah cerah memasuki halaman
" masih ada tamu bg ?"
" sepertinya ..."
Seorang wanita bertubuh kecil dengan balutan kemeja merah muda dengan bawahan celana jeans putih bersama tas Clucth nya tampak anggun keluar dari mobil ia membawa sebuah bungkusan di tangan kanannya, ia tersenyum kepada yoga dan teman temannya , Yoga hampir saja tak mengenalinya sebelum gadis itu mendekatinya ia baru sadar gadis itu , gadis yang tadi siang di temuinya .
"mas acara nya udah selesai ya ?" tanya gadis itu begitu ia sudah sampai di depan kerumunan para pria yang sedari tadi memperhatikannya
" oh iya mba satu jam yang lalu , tapi gpp masuk aja mba , mba yeni sama mas adli udah nungguin dari tadi "
Tampak wajah gadis itu menyesal , ia pun menunduk sopan membuka sepatu highels nya yang kurang lebih tingginya berukuran 6 cm " masuk dulu ya mas "
"nggih mba "
Nara pun berlalu meninggalkan Yoga dan teman temannya , Yoga masih terdiam didalam pikirannya sosok nara tadi pagi berbeda sekali dengan yang sekarang, gadis bertubuh mungil itu tampak casual dengan balutan kemeja serta jinsnya yang senada menunjukan kesan kharisma pada tubuhnya.
" bang siapa tadi??
"oh teman mba ku "
"bening bener mas , gaya nya itu loh stylish bener dah".
"ah dasar lu semuanya juga elu bilang bening "
" tapi ini serius beneran bg liatin aja gaya nya tu , sepertinya orang kantoran deh "
"masa iya elu belum pernah ketemu cewek cewek kaya gitu "
" ya gimana ya selama ini gak pernah dapat yang ke gitu selalu nya cewek cewek jaman sekarang kan update dengan fashion jadi pakeannya sama lah kaya model jaman sekarang , tapi ini kan beda casual gitu kata orang bg ,cuman sayang mungil aja, tapi gak apa apa cewek kecil juga imut"
Yoga tersenyum mendengar celotehan juna anggota kaka ipar nya itu , ia pun setuju dengan pernyataan juna nara tampak anggun dan berkharisma ketika menghampiri mereka tadi, ntah lah auranya berbeda dari wanita wanita lain .
" coba aja dek pacaran sama anak kantoran gayanya kan kaya gitu keseringan pake kemeja "
" abangemang pacar nya orang kantoran "
" nggk , nggk punya pacar saya
" masa ? abang cakep gini perwira pula nggk punya pacar "sindir juna mulut lelaki satu ini memang selalu mencelos tanpa bisa di rem rem.
" dulu sih ada , sekarang udah nggk lagi.. /ndul kamu mau kemana? Penjelasan yoga terhenti ketika ia melihat salah satu junior nya itu berdiri sembari membawa tekoh kopi yang sudah kosong .
" mau ke dalam bg minta kopi hehehe kopi nya habis "
" sini biar aku aja, duduk aja ndul" yoga pun berdiri lalu mengambil tekoh tersebut dan berlalu meninggalkan mereka .
" huuu.. bilang aja kamu mau kedalam liat mba cantik tadi kan"
-
"ya maaf mba aku lupa acara mu hahhaa habis nya si toni itu datang maksa maksa minta temenin aku urgent katanya aku kirain ada apa dia bilang mau kerumah sakit ehh tau taunya minta temenin jenguk istri temannya yang habis lahiran kan gila ya , mangkanya pake baju yang ginian nggk cocok kan ama tema pestamu mba" cerocos nara sembari mengambil beberapa lauk yang sudah terhidang di atas meja makan .
" kamu masih berhubungan sama toni ?"
" masih "
" kamu tau kan dek dia suka sama kamu "
" tau kok mba .."
" lah trus ...
" aku bilang aja aku nggk mau pacaran sama dia kita temenan aja "
" dia mau ?" tanya adli menyambung obrolan mereka di meja makan
Nara terbahak ,"kepo banget ni si oom nyambung aja hahha "
" iya ni kamu kok disini letting mu udah pulang ?"
" udah kok tinggal junior ku aja , sengaja ku suruh pulang agak malaman biar bisa bantuin si yoga beres beres"
" hahaha dasar ya om "
" lah mereka juga suka kok ra lama lama di luar "
" eh udah balik lagi ke topik kita , jadi dia mau ?" tanya yeni tak sabaran sambil mengelus perutnya
Nara pun duduk disalah satu meja makan itu berhadapan dengan sepasang suami istri tadi
" ia dia mau , katanya aku bakalan nungguin kamu sampai kamu buka hati buat aku " tutur nara sembari memasukan sesendok nasi dimulutnya
Adli yang mendengar hal itu lalu memonyongkan mulutnya tanda mengejek
" gayanya ..."
tawa nara dan yenni yang pecah mendengar kata kata alay tadi , beginilah kalo mereka bertiga sudah bertemu nara sudah dianggap keluarga sendiri bagi sepasang suami istri ini
" ehemb ..." sebuah suara berhasil
mengalihkan perhatian mereka bertiga , yoga masuk ke ruang makan sambil membawa tekoh kosong di tangan kanannya
" mba bisa minta kopi lagi kami didepan sudah kehabisan kopi "
" owalah udah habis toh, bentar mba buatin " sahut yenni lalu berdiri mengambil tekoh dari tangan adiknya
" eh mba udah udah duduk aja biar aku yang buatin ..." nara bergegas berdiri menyodorkan dirinya karna kasian melihat yenni yang harus bolak balik kedapur dengan perutnya yang besar
" gak usah ra , kamu kan tamu masa iya tamu disuruh buat kopi nanti malah gak mau lagi datang kesini ..duduk aja "
" iya ra duduk aja .." timpal adli
Nara hanya mengangguk mematuhi , yenni berjalan santai menuju ke dapurnya . dari jauh tampak ia melambaikan tangan nya ke arah suami nya yang masih melihat nya dari kejauhan , untuk beberapa saat adli hanya bengong mencoba membaca isyarat sang istri namun untuk beberapa saat ia langsung mengerti , ia tau bahwa yenni sengaja ingin memberikan ruang untuk nara dan yoga berdua.
" eh yog aku kedalam dulu ya takut takut mba mu kenapa2"
" oh iya mas " jawab yoga
" ra dalam dulu ya, gpp kan " pamit adli ,
Diruangan itu hanya ada Yoga dan nara hening untuk beberapa saat sebelum akhirnya nara memulai obrolan untuk memecah keheningan
" mas udah lama datangnya ?"
"iya mba hamppir seminggu disini "
" cuti ?"
" iya mba cuti
Nara tertawa kecil menyimpulkan senyum termanisnya membuat gigi kelinci nya terlihat "panggil nara aja mas , jangan mba biar lebih akrab gitu " ujar nara kemudian
" oh iya nara.."
Hening seketika, nara masih tetap dengan senyum termanisnya sambil menyendok makanan dihadapannya .
" kenapa terlambat datang nya ?
" oh ada urusan mas.. btw mas itu sama kaya mas adli TNI ?" tanya nara ia memandang yoga intens
" Iya saya TNI mba .. kenapa ?"
Lagi lagi nara tersenyum " gpp mas ...jangan panggil mba lagi toh mas panggil nara aja kenapa "
Kini giliran yoga yang tertawa , " ia ia maaf kan nggk secepat itu juga ra menyesuai kan "
" tumben banyak ngomongnya " celetuk nara sembari terkekeh renyah
" apa ra ??"
" ah gpp ..."
"nih dek kopinya sudah ..." sahut yenni dari kejauhan membawa setekoh kopi ia lalu menghampiri yoga ,
" makasih mba , ra aku keluar dulu ya " pamitnya kemudian nara hanya membalas dengan anggukan manis
Yenni tersenyum ia menoleh ke arah nara, " gimana adik mba ??" tanya nya kemudian
" apanya mba ??"
" yahhh yoga gimana ?"
" cakep "
" cieeee ... naksir ya sama adik mba " goda yenni kemudian
Nara tertawa kecil " apaan sih mba , kan mba sendiri yang nanya gimana adiknya , yah aku jawab lah . bukan berarti aku naksir mba , udah jangan kaya anak kecil aku itu udah 26 mba bukan ABG lagi "
" serius kamu nggk naksir sama adik ku "
Nara tertawa lagi sembari membuka layar handphonenya " iya mba nggak "
" nggak kepingin jadi ibu persit kaya aku ?
" mimpi mba ... " jawab nara singkat
" loh kok mimpi , dek nasib seseorang itu nggak ada yang tau "
" emang nggk ada mba tapi , lebih baik menerima kenyataan dibanding harus bermimpi, aku itu cuman tamatan SMK loh mba , sedangkan adik mba itu Perwira mana lah cocok bersanding sama aku , jadi buang jauh jauh pikiran mba untuk memiliki adik ipar seperti aku " papar nara jelas membuat yeni sedikit agak kecewa
"hembb ...dek kalau sudah jodoh nya mau gimana , lagian kalau mba dan ortu mba setuju sama kamu bisa jadi toh dek kamu benar benar jadi adik ipar kami, tamatan SMK gini gini duitnya udah banyak sudah menghasilkan lapangan pekerjaan sendiri pula yang penting itu nar dalamnya bukan luarannya , dek aku mas mu , sama orang tua ku nggak pernah berpikiran kolot harus sederajat dengan kami untuk menentukan calon pendamping hidup anak anaknya , yang terpenting kebahagiaan adek ku , seandainya kebahagiaan yoga ada di kamu kenapa tidak ?"
Nara tersenyum sebentar , sembari menghela napasnya dalam
" mba beruntung banget ya nanti yang bisa jadi adik ipar mu , punya kaka seperti mu dan punya mertua seperti orang tua mu "
Yeni terkekeh " ya pasti lahhh .. itu sebab nya udah kamu aja yang jadi adik ipar ku , ngapain aku cari jauh jauh kita kan udah tau masing masing sifat dan karakter kita aku rasa orang tua ku juga akan setuju sama kamu ra" ujar yeni masih mencoba meyakinkan nara
Nara tersenyum lalu berdiri dari kursinya sembari membawa piring kotor nya
" nanti lah kupikirkan lagi mba, apa aku sanggup menerima tugas menjadi seorang pendamping abdi negara " ujarnya hampir sedikit berteriak karna ia berlalu menuju dapur
Yeni tersenyum lebar setidaknya nara tidak menolak untuk dijodohkan dengan yoga sang adik, ia tahu betul nara memang tak sama seperti wanita pada umumnya yang kebanyakan fanatik pada pria berprofesi anggota kalau dia mau mungkin sudah lama gadis dihadapannya itu menikah.
namun dari pertama ia berkenalan dengan nara tak sekalipun nara menggandeng seorang lelaki , sudah banyak lelaki mapan yang mendekati nya namun nara tak bergeming ia memilih menyendiri , ntah apa yang sudah dialaminya sehingga mampu membuat hati nya sekeras itu pada lelaki manapun.
-
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Tubuhnya yg kecil,Tubuhnya yg kecil, Selalu aja kalimat itu yg di ulang2,Mana visualnya thor aku pengen liat,Emang SEKECIL apa tubuhnya Nara itu ya??!!🤔🤔🤔
2024-02-22
0