Ini mas, air putihnya..
[ Menaruh dua gelas air putih di meja ]
๐น๐บ๐๐ฝ๐พ๐
Oh, makasih..
๐น๐บ๐๐ฝ๐พ๐
[ Menaruh ponselnya ]
Ayo makan..
๐ ๐๐๐พ๐
(โ๐_๐)
๐น๐บ๐๐ฝ๐พ๐
Kenapa?
๐ ๐๐๐พ๐
Ini apa?
๐น๐บ๐๐ฝ๐พ๐
[ Terdiam karena ketidak tahuan Aster dengan ramen ]
๐น๐บ๐๐ฝ๐พ๐
Ini ramen, kamu belum pernah makan?
๐ ๐๐๐พ๐
[ Mengangguk ]
Pernah lihat di hp sih, tapi belum pernah nyobain..
๐น๐บ๐๐ฝ๐พ๐
[ Tersenyum lembut ]
Kalau begitu sekarang kamu bisa cobain..
๐น๐บ๐๐ฝ๐พ๐
Ayo, berdo'a dulu..
๐ ๐๐๐พ๐
Uhh...
๐น๐บ๐๐ฝ๐พ๐
Kenapa lagi As?
๐น๐บ๐๐ฝ๐พ๐
Ayo..
Aster pun mengangguk, kedua orang itu berdoa sesuai kepercayaan masing-masing lalu makan.
Aster terbiasa makan tanpa berdoa jadi tadi dia canggung karena Zaid tiba-tiba mengajaknya berdoa dulu sebelum makan.
๐ ๐๐๐พ๐
"Mimpi apa gue, anak gadis yang hidupnya dirumah mulu dan gak pernah keluyuran tiba-tiba ada yang deketin dan ajak jalan, mana ganteng lagi"
[ Batinnya dan melihat Zaid yang memakan ramennya ]
แฏแฏแฏแฏแฏแฏแฏแฏแฏแฏแฏแฏ
Setelah diajak makan ramen, Zaid lanjut lagi mengajak Aster jalan dan saat ini mereka berdua berada di warung sate pinggir jalan.
๐น๐บ๐๐ฝ๐พ๐
[ Mengambil dua kursi dan menaruhnya berdekatan ]
Sini duduk..
๐ ๐๐๐พ๐
[ Duduk disalah satu kursi ]
๐น๐บ๐๐ฝ๐พ๐
[ Beranjak untuk mengambil pesanannya ]
๐ ๐๐๐พ๐
[ Memperhatikan Zaid ]
๐น๐บ๐๐ฝ๐พ๐
[ Datang dan duduk di kursi satunya sambil membawa dua piring sate lalu menyerahkan yang satunya ke Aster ]
Punya kamu yang pakai pedas..
๐น๐บ๐๐ฝ๐พ๐
๐ ๐๐๐พ๐
Makasih ~
๐น๐บ๐๐ฝ๐พ๐
Have a good meal. ~
[ Memberikan senyuman manis ]
๐ ๐๐๐พ๐
"Oh God, senyumannya manis bangett.."
แฏแฏแฏแฏแฏแฏแฏแฏแฏแฏแฏแฏแฏแฏ
๐----
Setelah puas di ajak jalan bareng berdua, Zaid akhirnya mengantarkan Aster pulang pada pukul 19 :32 atau setengah 9 malam.
Begitu sampai, Zaid memberhentikan motornya tak jauh dari rumah mereka berdua lalu Aster segera turun dan memberikan helmnya kepada Zaid.
( Anggap udah malam )
๐น๐บ๐๐ฝ๐พ๐
[ Mengulurkan tangannya ]
Langsung tidur, jangan begadang..
๐ ๐๐๐พ๐
Iya, makasih untuk ya tadi dan selamat malam
[ Buru-buru menyalami tangan Zaid dan berjalan pergi ke arah rumahnya ]
๐น๐บ๐๐ฝ๐พ๐
Sama-sama..
Setelah memastikan Aster sampai dirumahnya, Zaid kemudian kembali mengendarai motornya menuju rumahnya lagi.
Baik Zaid atau Aster, mereka tidak bisa pulang larut malam, seperti jam 9 ke atas, pokoknya jam 8 itu mereka harus ada dirumah.
Zaid punya orang tua yang protektif, mereka gak izinin Zaid pergi hingga larut malam, intinya jangan lewat sampai pukul 9/10 malam.
Begitu pula dengan Aster, ibunya sering meminta Aster tutup toko kalau sudah malam, ibunya itu khawatir karena kompleks yang mereka tinggalin itu gak aman.
Satu lagi alasan, Aster takut pulang larut malam bukan karena orang-orang gak bener, dia cuma takut di kunciin diluar rumah karena tantenya sering kunci rumah, Aster pernah di kunciin diluar karena dia pernah pulang terlambat makannya dia takut banget pulang larut malam.
Daisy
Ehh princess, udah pulang..
[ Sedang duduk di teras rumah bersama Dela ]
Dela
[ Memperhatikan Aster ]
Kamu dari mana, As?
๐ ๐๐๐พ๐
Hahh?
Daisy
Darimana??
๐ ๐๐๐พ๐
D-dari toko lah..
Daisy
Masaa??
Dela
Jangan bohong, As..
Dela
Tadi tante Dela dan Daisy ke toko, tokonya udah tutup..
Ini salah satu hal yang Aster tidak suka, diinterogasi, seolah dia tidak punya privasi dan harus memberi tahu semua keluarganya tentang apa yang dilakukannya, pergi ditanyain, pulang ditanyain, mandi ditanyain, semuanya begitu..
๐ ๐๐๐พ๐
Ma, ini duit tokonya..
[ Memberikan uang hasil jualan di toko kepada ibunya ]
Lina
Kamu dari mana? Dela tadi bilang kamu tutup toko--
๐ ๐๐๐พ๐
Gue masuk dulu ya, udah ngantuk..
Lina
Ehh, iya...
๐ ๐๐๐พ๐
"Hal yang paling gue benci itu ini, maless gue kasih tauk"
[ Batinnya dan berjalan ke kamarnya ]
Comments