Our destiny 07

NovelToon
โ‰ชโ‰ชโ‰ชโ‰ชโ‰ช๐–ฅฑโ‰ซโ‰ซโ‰ซโ‰ซโ‰ซโ‰ซ
NovelToon
๐– ๐—‡๐—ˆ๐—†๐–บ๐—…๐—‚
๐– ๐—‡๐—ˆ๐—†๐–บ๐—…๐—‚
Ini mas, air putihnya.. [ Menaruh dua gelas air putih di meja ]
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
Oh, makasih..
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
[ Menaruh ponselnya ] Ayo makan..
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
(โ€œ๐Ÿ‘_๐Ÿ‘)
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
Kenapa?
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
Ini apa?
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
[ Terdiam karena ketidak tahuan Aster dengan ramen ]
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
Ini ramen, kamu belum pernah makan?
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
[ Mengangguk ] Pernah lihat di hp sih, tapi belum pernah nyobain..
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
[ Tersenyum lembut ] Kalau begitu sekarang kamu bisa cobain..
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
Ayo, berdo'a dulu..
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
Uhh...
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
Kenapa lagi As?
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
Ayo..
Aster pun mengangguk, kedua orang itu berdoa sesuai kepercayaan masing-masing lalu makan. Aster terbiasa makan tanpa berdoa jadi tadi dia canggung karena Zaid tiba-tiba mengajaknya berdoa dulu sebelum makan.
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
"Mimpi apa gue, anak gadis yang hidupnya dirumah mulu dan gak pernah keluyuran tiba-tiba ada yang deketin dan ajak jalan, mana ganteng lagi" [ Batinnya dan melihat Zaid yang memakan ramennya ]
แฏ“แฏ“แฏ“แฏ“แฏ“แฏ“แฏ“แฏ“แฏ“แฏ“แฏ“แฏ“
Setelah diajak makan ramen, Zaid lanjut lagi mengajak Aster jalan dan saat ini mereka berdua berada di warung sate pinggir jalan.
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
[ Mengambil dua kursi dan menaruhnya berdekatan ] Sini duduk..
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
[ Duduk disalah satu kursi ]
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
[ Beranjak untuk mengambil pesanannya ]
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
[ Memperhatikan Zaid ]
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
[ Datang dan duduk di kursi satunya sambil membawa dua piring sate lalu menyerahkan yang satunya ke Aster ] Punya kamu yang pakai pedas..
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
NovelToon
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
Makasih ~
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
Have a good meal. ~ [ Memberikan senyuman manis ]
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
"Oh God, senyumannya manis bangett.."
แฏ“แฏ“แฏ“แฏ“แฏ“แฏ“แฏ“แฏ“แฏ“แฏ“แฏ“แฏ“แฏ“แฏ“
๐ŸŒƒ----
Setelah puas di ajak jalan bareng berdua, Zaid akhirnya mengantarkan Aster pulang pada pukul 19 :32 atau setengah 9 malam.
NovelToon
Begitu sampai, Zaid memberhentikan motornya tak jauh dari rumah mereka berdua lalu Aster segera turun dan memberikan helmnya kepada Zaid. ( Anggap udah malam )
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
[ Mengulurkan tangannya ] Langsung tidur, jangan begadang..
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
Iya, makasih untuk ya tadi dan selamat malam [ Buru-buru menyalami tangan Zaid dan berjalan pergi ke arah rumahnya ]
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
๐–น๐–บ๐—‚๐–ฝ๐–พ๐—‡
Sama-sama..
Setelah memastikan Aster sampai dirumahnya, Zaid kemudian kembali mengendarai motornya menuju rumahnya lagi.
Baik Zaid atau Aster, mereka tidak bisa pulang larut malam, seperti jam 9 ke atas, pokoknya jam 8 itu mereka harus ada dirumah.
Zaid punya orang tua yang protektif, mereka gak izinin Zaid pergi hingga larut malam, intinya jangan lewat sampai pukul 9/10 malam.
Begitu pula dengan Aster, ibunya sering meminta Aster tutup toko kalau sudah malam, ibunya itu khawatir karena kompleks yang mereka tinggalin itu gak aman. Satu lagi alasan, Aster takut pulang larut malam bukan karena orang-orang gak bener, dia cuma takut di kunciin diluar rumah karena tantenya sering kunci rumah, Aster pernah di kunciin diluar karena dia pernah pulang terlambat makannya dia takut banget pulang larut malam.
NovelToon
Daisy
Daisy
Ehh princess, udah pulang.. [ Sedang duduk di teras rumah bersama Dela ]
Dela
Dela
[ Memperhatikan Aster ] Kamu dari mana, As?
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
Hahh?
Daisy
Daisy
Darimana??
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
D-dari toko lah..
Daisy
Daisy
Masaa??
Dela
Dela
Jangan bohong, As..
Dela
Dela
Tadi tante Dela dan Daisy ke toko, tokonya udah tutup..
Ini salah satu hal yang Aster tidak suka, diinterogasi, seolah dia tidak punya privasi dan harus memberi tahu semua keluarganya tentang apa yang dilakukannya, pergi ditanyain, pulang ditanyain, mandi ditanyain, semuanya begitu..
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
Ma, ini duit tokonya.. [ Memberikan uang hasil jualan di toko kepada ibunya ]
Lina
Lina
Kamu dari mana? Dela tadi bilang kamu tutup toko--
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
Gue masuk dulu ya, udah ngantuk..
Lina
Lina
Ehh, iya...
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
๐– ๐—Œ๐—๐–พ๐—‹
"Hal yang paling gue benci itu ini, maless gue kasih tauk" [ Batinnya dan berjalan ke kamarnya ]
To be continued..

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!