Our destiny 02
โชโชโชโชโช๐ฅฑโซโซโซโซโซโซ
๐ ๐๐๐พ๐
Nih, makanannya di habisin..
๐ ๐๐๐พ๐
Jangan buang-buang makanan..
Aster duduk disebelah bocah laki-laki berusia tiga tahun itu dan memberikannya makanan dan minuman. Bocah laki-laki itu adalah anaknya Daisy yang merupakan sepupunya, berarti bocah laki-laki itu adalah keponakannya.
๐ ๐๐๐พ๐
Baru pagi loh, bisa gak sih lo berhenti minum air dingin?
[ Berbicara kepada Daisy yang berada didalam tokonya ]
Daisy
Kering tenggorokan gue, As
Gadis itu mendengus, ini bukan pertama tapi setiap hari, dia muak dengan semua keluarganya kecuali ibunya.
Alasan kenapa dia muak pada mereka karena mereka sering sekali datang kesini dan mengambil barang-barang yang di jual, bilangnya hutang dulu tapi waktu ditagih duitnya gak ada, udah gitu kalau bayar barang juga gak sesuai harganya, ada juga yang ambil gratis contohnya kayak Daisy.
Aster sudah meminta ibunya untuk tidak usah berjualan saja tapi dia juga sadar ekonomi keluarga mereka juga tidak mencukupi, keluarganya bukan keluarga humoris tapi keluarga yang berantakan dan sering sekali ada konflik keluarga.
๐ ๐๐๐พ๐
Udah habis makannya Ca?
๐ ๐๐๐พ๐
Mau main? yaudah sana jangan jauh-jauh..
Daisy
[ Keluar dari toko dan duduk disebelah Aster ]
Daisy
Sepi banget nih kompleks..
๐ ๐๐๐พ๐
[ Memalingkan muka karena mencium alkohol dari Daisy ]
๐ ๐๐๐พ๐
Lo gak bisa tobat juga Dai?
๐ ๐๐๐พ๐
Udah sering di pukul tapi tetap aja pulang pagi dengan keadaan mabuk terus.
๐ ๐๐๐พ๐
Jangan malu-maluin keluarga tolong..
Daisy
[ Terkekeh sinis ]
Emang keluarga kita reputasinya baik?
Daisy
Semuanya udah hancur sejak om bawa wanita iblis itu datang ke rumah kita.
Daisy
Keluarga besar kita yang harmonis sudah gak ada, AS..
Daisy
Semenjak wanita iblis itu datang, keluarga kita satu persatu mati!!
Daisy
Dari kakek, bokap gue, bokap lo, nenek, bahkan ibu gue semuanya udah mati semenjak wanita itu tinggal disini!
๐ ๐๐๐พ๐
Udah, gue gak mau dengar dan gak mau ikut campur..
Daisy
Eh, emaknya wulan gak jual es pisang ijo?
๐ ๐๐๐พ๐
Entah, pasti sakit lagi..
Daisy
Gak lo jenguk? kan itu bestfriend lo..
[ Menyenggol bahu Aster ]
๐ ๐๐๐พ๐
Sembarangan!
๐ ๐๐๐พ๐
Yakali gue temenan sama emak-emak..
๐ฌ๐บ๐๐
As, bikin gue pop ice rasa coklat..
[ Datang ]
๐ ๐๐๐พ๐
Iya-iyaa
๐ ๐๐๐พ๐
Yang biasa atau--
๐ฌ๐บ๐๐
Yang biasa..
๐ ๐๐๐พ๐
Oke!
[ Beranjak dan berjalan masuk ke toko ]
Daisy
Keluyuran terus, darimana lo?
๐ฌ๐บ๐๐
[ Mengabaikan Daisy ]
As, cepat!
๐ ๐๐๐พ๐
Iya sabar! tangan gue cuma dua!
Daisy
Kasih gue duit beli sabun buat cuci pakaian.
Daisy
Udah numpuk tuh di kamar.
๐ฌ๐บ๐๐
Gak ada duit gue..
Daisy
Terus itu kenapa lo bisa beli pop Ice?
๐ฌ๐บ๐๐
Gue bilang gak ada ya gak ada, itu gue disuruh..
Daisy
Lo kurang ajar banget ya..
Daisy
Terus itu pakaian kotor gimana?
๐ฌ๐บ๐๐
Nanti gue cari duit..
๐จ๐๐บ๐๐บ๐
Pendek, buatin gue es satu!!
๐ ๐๐๐พ๐
Iya!!
๐ฌ๐บ๐๐
[ Melihat Isaiah ]
๐จ๐๐บ๐๐บ๐
Kenapa lo? jangan minta duit, gue gak ada..
๐จ๐๐บ๐๐บ๐
Ini cuma dua ribu buat bayar es..
๐ฌ๐บ๐๐
[ Mendengus dan kembali bersikap acuh ]
Daisy
Ohiya, mark gue denger-denger Zaiden bakal datang ya?
๐จ๐๐บ๐๐บ๐
Zaiden?
Daisy
Anaknya umi, yang rumahnya sebelahan sama emaknya mansel..
๐จ๐๐บ๐๐บ๐
Oh..
Daisy
[ Terkejut dengan kehadiran Annan ]
Annan
[ Nyengir ]
Kata adeknya Ziad dia sampai nanti sore atau malam..
๐ ๐๐๐พ๐
[ Keluar dan memberikan pesanan Mark dan Isaiah ]
๐ฌ๐บ๐๐
[ Memberikan duitnya ]
Daisy
Udah lama gak liat dia, dulu waktu kita masih kecil sering main bareng..
Daisy
Dia itu anaknya baik, perhatian, ramah sopan lagi, gak kayak lo..
๐ ๐๐๐พ๐
Nih kembalian lo..
๐ฌ๐บ๐๐
[ Mengambil kembaliannya dan ingin pergi ]
๐จ๐๐บ๐๐บ๐
Mau kemana lo?
๐ฌ๐บ๐๐
Ke rumah bos..
๐จ๐๐บ๐๐บ๐
Tunggu!!
[ Menyusul Mark ]
Pendek, gue ngutang ya! lo nanti ingatin aja
๐ ๐๐๐พ๐
Baru juga buka..
๐ ๐๐๐พ๐
[ Melihat Annan ]
Ngapain lo disini?
๐ ๐๐๐พ๐
Jangan alasan, pergi sana!!
๐ ๐๐๐พ๐
Lo mau hutang ?
Daisy
Orang mau beli, lo malah ngusir..
๐ ๐๐๐พ๐
Mau ngerokok itu, udah tahu gue sifat cowok-cowok di kompleks..
๐ ๐๐๐พ๐
Gak ada yang bener semua!
๐ ๐๐๐พ๐
Kalau bukan bandel ya jadi papa/mama muda..
Kebelet kawin padahal umur masih belasan.
๐ ๐๐๐พ๐
Kayak lo..
๐ ๐๐๐พ๐
Tadi kalian bicarain siapa?
๐๐ฎ๐ถ๐๐ - Sepupu Aster..
Dia punya satu kakak laki-laki yang sudah menikah, 2 adik laki-laki yang satu adik perempuan yang paling bungsu. Mereka ada 5 bersaudara juga..
Dia dan saudaranya sudah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya mereka, Daisy mempunyai dua anak di usianya yang terbilang muda karena pergaulan bebas. Anak keduanya diserahkan ke keluarga kerabat untuk di rawat karena dia yang tidak sanggup menafkahi mereka.
Usianya mungkin saat ini baru 20 tahun. anak laki-lakinya baru 3 tahun..
๐ ๐ฎ๐ฟ๐ธ - Sepupu Aster
Adik laki-laki Daisy, dia anak ketiga..
Mark ini dari kecil sudah sangat nakal, semenjak ibunya meninggal dia putus sekolah dan mencari nafkah sendiri dan sesekali memberikan Daisy uang hanya agar mencuci pakaian kotor.
Usia mark tahun ini 18 tahun, dia satu tahun lebih tua dari Aster. Mark itu pemuda yang keras kepala dan susah diatur atau diperintah. Dia lebih suka keluyuran daripada pulang ke rumah.
๐๐๐ฎ๐ถ๐ฎ๐ต - sebenarnya dia itu harusnya di panggil Om Muda.
Sama halnya dengan Daisy dan Mark, kedua orang tuanya juga telah tiada. Isaiah adalah anak terakhir dari 5 bersaudara. kakak-kakanya udah pada nikah dan punya kehidupan masing-masing. tapi ada satu kakak perempuannya yang masih bersamanya karena kakak perempuannya itu sudah menjanda.
Berbeda dengan Mark, Isaiah ini anaknya gak terlalu nakal dan nasibnya juga tidak terlalu buruk, dia masih bersekolah.
Isaiah ini pemuda yang taat agama, dia rajin beribadah, usianya sama dengan Aster 17 tahun..tapi Aster 3 bulan lebih tua darinya. Entahlah beda bulan atau tahun. Aster lahirnya bulan Desember 07, Isaiah februari 08..
Isaiah dari kecil terbiasa hidup mandiri, dia manfaatkan kesempatan sebaik-baiknya dengan mengejar pendidikannya. Isaiah dan Aster, Mark tumbuh bersama tanpa konflik, mungkin karena kepribadian mereka yang berbeda-beda..
Contohnya Mark, Cuek dan Bodoamat, Isaiah Ceria dan Sedikit jahil, Aster itu pendiam..
Dan untuk kenapa gue bilang dia adalah om muda, nanti gue jelasin aja di perkenalan kakaknya yang menjanda. ini udah terlalu panjang..
Comments