Rival Of My Heart — Amorettie'S Series
• chapter 2
Liema Allesia De Marttise Amorettie
( Membaca dokumen )
Kau melakukan transaksi sebanyak ini?!
Liema Allesia De Marttise Amorettie
Misel jika ini terungkap bisa bahaya untuk dirimu.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Tenang saja, Salviero pernah dan sudah mengajarkan aku.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Hanya dengan beberapa lembaran uang sudah bisa menutup mulut mereka.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Kekuasaan ku setelah 5 tahun berlalu sudah setara dengan Salviero.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
( Tersenyum )
Lihatlah, kau sekarang sangat mendalami menjadi nyonya De Marttise.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Jangan bercanda lagi. Masih ada urusan keluarga Marttise yang belum selesai.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
( Menyerahkan dokumen )
Paman Jack membuat onar, Misel.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
Dia menggelapkan dana ke saham perusahaan utama.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Cari tahu siapa saja orang-orang yang Jack temui atau kenal.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
Seseorang sedang berusaha mengungkapkan rahasia perusahaan selama ditangan mu.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
Apalagi kau membeli beberapa saham perusahaan luar negeri.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
Untuk menghancurkan perusahaan milik musuh.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Biarkan saja, keluarkan sedikit demi sedikit.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Hal brengsek yang aku lakukan untuk keluarga De Marttise.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Dengan begini kita tahu, siapa orang yang iri pada nyonya De Marttise.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
[ Semakin hari Misel semakin bijak menghadapi masalah. ]
Liema Allesia De Marttise Amorettie
[ Apalagi berhubungan dengan De Marttise, dia memprioritaskan nya. ]
Liema Allesia De Marttise Amorettie
[ Tapi jujur aku khawatir pada dia. ]
Liema Allesia De Marttise Amorettie
[ Diusia yang tak muda dan kesehatan nya... ]
Liema Allesia De Marttise Amorettie
[ Salviero masih belum kembali. ]
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Ada apa berdiri disana?
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Kita tidak ada istirahat dan libur.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
( Tersenyum )
Ya, ya, ya. Baik bos.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
Kau tidak ke apartemen, ada tiga bocah mematikan.
Liema Allesia De Marttise Amorettie
Kau seperti nya kerja lembut tanpa gaji.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
( Menghela nafas )
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
SALVIEN, CARMIEL, SOREN! ANAK-ANAK NAKAL DE MARTTISE!
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
KEMARI KALIAN!
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
3 bajingan kecil. Andai aku bisa memasukan mereka ke rahim ku!
( Bicara dengan pelan )
Betapa marahnya wanita itu saat masuk apartemen semua perabotan telah berpindah tempat mainan mereka yang tak terhitung berapa banyak bertebaran seperti surga mainan.
Pusing? Tentu pusing merawat 3 anak tanpa sosok ayah yang menemani mereka. Begitu menyebalkan ketika pagi sampai sore di perusahaan dan malamnya kerja lembur dirumah.
Soren Mariselle De Marttise
Hehe, mama... Mama sudah pulang.
Carmiel Elric De Marttise
( Memeluk ibu )
Mama, ayo makan kami masak ayam goreng!
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Apa?! Kalian memasak? Kalian tahu apa bahaya nya memasak apalagi kalian anak kecil!
Salvien Lysander De Marttise
Kami hanya mau menyiapkan hadiah untuk mama.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
( Melihat ayam goreng di meja )
Kalian mau mama beli peti mati dan tidur disana?
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Ayam goreng warna hitam pekat? Mama rasa tulangnya pun hancur.
Carmiel Elric De Marttise
( Tertawa )
Mama... Jangan begitu, kami malu dipuji.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
Itu bukan pujian.
Carmiselle Sollene Amorettie De Marttise
[ Salviero, dimana sih kau itu. Aku capek merawat mereka. ]
Comments