Menjadi Istri Pertama Duke | Lee Jeno NCT Dream
delapan
Keduanya telah lama meninggalkan kolam, kini berjalan-jalan di taman dalam diam.
Lee Nari
Mungkin Lee Jeno tidak seburuk yang aku bayangkan /dalam hati/
Matahari mulai terbenam, langit perlahan berubah dari biru cerah menjadi beragam warna mulai dari jingga hingga merah.
Mereka berhenti di depan sebuah air mancur
Lee Nari
/melirik Lee Jeno/
Lee Nari
/terkejut karena Jeno sedang menatapnya/
Lee Nari
/mengalihkan pandangan/
Itu sudah sering terjadi akhir-akhir ini.
Setiap kali Nari menoleh untuk melihat Lee Jeno, pria itu sudah menatapnya lebih dulu, tanpa malu-malu.
Lee Jeno
/tangan bergerak ke arah pinggang Nari/
Lee Jeno
/menarik lebih dekat/
Lee Jeno
/tangannya bergerak semakin rendah dan rendah ke arah—/
Lee Nari
/menjauh dari Lee Jeno/
Lee Nari
/Berpura-pura mengagumi bunga-bunga/
Lee Nari
...apakah Anda meminta tukang kebun untuk mengubah sesuatu?
Lee Nari
Bunga-bunga ini...
Lee Jeno
/kerutan di dahi semakin dalam/
Lee Jeno
/alisnya berkerut/
Lee Jeno
/mencoba menarik Lee Nari ke kembali ke arahnya/
Lee Jeno
/meletakkan lengan di pinggang istrinya/
Lee Jeno
Tahun lalu sama saja
Lee Jeno
/bahkan tidak melirik rangkaian bunga-bunga/
Lee Nari
/Mengumpat dalam hati/
Lee Nari
/Berusaha mengalihkan perhatiannya/
Lee Nari
Mungkin sebaiknya Anda suruh mereka menanam bunga baru.
Lee Nari
Akan lebih baik jika ada variasi.
Lee Nari merasa sentuhan Lee Jeno terasa seperti duri-duri di kulitnya, bahkan diatas kain gaun yang dipakainya.
Lee Nari tidak tahu mengapa Jeno mulai bersikap begini
Lee Nari
Lagipula, bukan aku yang seharusnya dicintai Lee Jeno /dalam hati/
Lee Jeno
/Tatapan matanya melembut sejenak/
Lee Jeno
/Memiringkan kepalanya/
Lee Jeno
Apa kau suka jika aku melakukannya?
Lee Jeno
Seharusnya kau memberitahuku lebih awal.
Lee Jeno
/berbicara lembut/
Lee Nari
/menjauh dari Lee jeno/
Lee Nari tidak suka bagaimana Jeno terdengar begitu...
Nari teringat pada Karina
Lee Nari
Apakah aku merusak hubungan yang bahkan belum pernah terjadi? /dalam hati/
Lee Jeno
/Mengerutkan kening sambil menarik tangan Lee Nari/
Lee Jeno
/meletakkan tangan di pinggang Nari dan satu lagi di pipi Nari/
Lee Jeno
Apa kau benar-benar bersikeras memanggilku dengan sebutan formal?
Dari apa yang dapat diingatnya, Lee Jeno hanya mengizinkan dua orang untuk memanggilnya tanpa gelar.
Lee Donghyuck, yang tidak peduli dari awal
dan Karina, orang yang sangat Jeno sukai.
Lee Nari
Bukankah begitu seharusnya saya memanggil Anda?
Ekspresi Lee Jeno menjadi gelap, entah bagaimana menarik Nari lebih dekat, tangannya tanpa malu-malu bergerak naik turun di pinggulnya.
Lee Jeno
Kita sudah menikah.
Lee Jeno
Berhentilah memanggilku dengan begitu formal.
Kerutan di dahi Jeno masih tampak jelas saat Nari memanggil namanya dengan ekspresi pahit di wajahnya.
Lee Jeno
/menggelengkan kepala/
Lee Jeno
Itu... Lebih baik.
Lee Jeno
Tapi kita ini suami istri, bukan?
Lee Jeno
Kenapa kau tidak bisa memanggilku dengan lebih akrab?
Lee Nari
/menahan diri untuk tidak mendengus/
Lee Jeno
/mengangguk dengan tersenyum kecil/
Lee Jeno
/Mencondongkan tubuhnya/
Lee Jeno
/Menyelipkan sehelai rambut Nari ke belakang telinganya/
Lee Jeno
/Cengkeramannya erat di pinggul Nari/
Lee Jeno
/Tidak membiarkan istrinya menjauh lagi/
Lee Nari
Sudah larut malam, tidakkah Anda pikir begitu?
Lee Nari dengan cepat berkata, sambil memiringkan wajah Jeno dengan paksa untuk melihat ke arah matahari yang hampir terbenam.
Lee Jeno—yang tampak kecewa, seolah-olah dia benar-benar ingin menciumnya—mengangguk, melepaskannya tanpa protes.
Lee Jeno
Kita harus kembali ke dalam.
Mereka tidak berbicara selama perjalanan pulang
Hanya berjalan berdampingan dengan canggung
Sesekali tangan mereka saling bersentuhan
Nari dalam hati mengumpat setiap kali mereka melakukan kontak, mengingat kembali percakapan mereka sebelumnya.
Lee Nari
Apa-apaan tadi itu? /dalam hati/
Apakah aku sudah benar dalam membuat CS?
Terimakasih sudah membaca dan memberikan like
Comments