Setelah keramaian mewarnai percakapan antar sesama murid, pintu Menara Spiritual Langit pun terbuka. Sosok pemuda yang memiliki tinggi lebih dari 180 centimeter dengan wajah yang sangat tampan terlihat melangkah keluar.
"Itu adalah Xiao Tian!"
"Kupikir ia akan memberi kejutan tambahan, sayang sekali ia sudah keluar, padahal ia tampak baik-baik saja"
"Huh, sangat disayangkan.."
Suasana yang semula ramai tiba-tiba dikejutkan dengan kehadiran Xiao Tian, meski sebagian besar ingin melihat potensi murid Puncak Ketujuh namun mereka harus puas jika pencapaian Xiao Tian hanya sampai lantai enam.
Walau bagaimanapun juga, itu sudah sangat luar biasa dan menandakan jika Xiao Tian mampu mengimbangi kekuatan kultivator yang berada di tingkatan mahir. Kelak orang-orang harus lebih berhati-hati terhadap pemuda itu meski memiliki keunggulan tingkat kultivasi yang lebih baik.
Saat Xiao Tian melangkah keluar, semua pandangan mata mengarah kepadanya. Dalam pandangan mereka, Xiao Tian tampak baik-baik saja seolah tidak mengalami cedera apapun akibat menghadapi patung manusia perunggu yang terkenal sangat kuat.
Hanya Shen Louyan yang tidak memiliki beban, ia keluar dari kerumunan para murid seperti anak kelinci dan menyapa Xiao Tian dengan penuh rasa khawatir.
"Bagaimana keadaanmu? Apakah kamu tidak terluka?" Tanya Shen Louyan penuh perhatian.
"Aku baik-baik saja, terimakasih atas perhatianmu" Jawab Xiao Tian sambil mengangguk pelan.
Melihat hal ini, senyum getir terpancar dari ekspresi Ning Shih. Ia yang sejak awal tidak menyukai Xiao Tian jelas merasa sangat tidak nyaman, pada posisinya kini ia tidak mundur untuk semakin membenci Xiao Tian.
Pada saat bersamaan, Huang Tao yang sudah tidak tahan untuk membuat kegaduhan segera keluar dari barisan murid-murid yang tampak berkerumun.
"Kupikir itu bukanlah pencapaian yang bisa dibanggakan, aku pun sudah melewati lantai keenam. Hanya saja, aku tidak menyangka jika seseorang akan melakukan trik demi mendapatkan perhatian seorang wanita" Ucap Huang Tao dengan sarkastik.
Mendengar kata-kata Huang Tao semua orang terkejut, meski mereka memiliki keyakinan namun pada akhirnya sedikit tergoyahkan. Mereka yang yakin tentu dengan identitas Puncak Ketujuh yang selalu melahirkan talenta berbakat, tetapi dengan nasib sial yang dialami oleh Xiao Tian selama tiga tahun belakangan juga telah menjadi cibiran sekaligus noda bagi Puncak Ketujuh.
Menyadari serangan verbal yang ditujukan kepadanya, ekspresi Xiao Tian tampak tidak peduli. Baginya kedatangan dirinya ke Menara Spiritual Langit hanya untuk menguji kekuatannya sendiri, adapun orang lain ia tidak pernah peduli.
"Aku selalu berbuat jujur dalam hidupku, aku juga tidak pernah peduli dengan penilaian mata anjingmu untuk menjatuhkan ku" Ujar Xiao Tian saat menatap lurus ke arah Huang Tao.
"Apakah kamu berani menantangku?" Tanya Huang Tao dengan tatapan meremehkan.
Bagi Huang Tao ini adalah kesempatan emas, jika Xiao Tian menerima tantangannya maka tujuannya akan tercapai, sehingga ia bisa mendapatkan poin di hadapan Zhuank An yang kini menjadi murid jenius nomor satu Sekte Awan Biru.
"Hah, menantang mu? Apakah kamu pikir layak!?" Jawab Xiao Tian dengan datar.
Xiao Tian tampak terlihat tenang, hanya jejak penghinaan yang ia tujukan pada seorang pemuda yang belum pernah ia lihat sebelumnya itu.
Mendengar dirinya diremehkan, wajah Huang Tao tampak merah padam lalu berkata dengan penuh amarah, "Xiao Tian, kamu cari mati!"
Bersamaan dengan kata-katanya, otot ditubuh Huang Tao menegang. Aura pembunuhan mengalir dengan cepat, membuat seluruh murid mundur ke belakang.
"Shen Louyan, mundur lah ke belakang ku" Kata Xiao Tian yang masih memiliki perhatian pada sahabat wanitanya.
"Apakah ini akan baik-baik saja?" Tanya Shen Louyan dengan cemas.
"Tidak ada yang lebih mengenal diriku selain kamu di tempat ini" Ujar Xiao Tian sambil tersenyum.
"Baiklah"
Shen Louyan menggeserkan tubuhnya, selain kecemasan ia juga penasaran dengan kekuatan Xiao Tian setelah tiga tahun tidak berjumpa.
Setelah memastikan keamanan Shen Louyan, Xiao Tian tidak ingin membuang waktu banyak. Beruntung sebelumnya ia tidak berambisi melangkah lebih jauh untuk meneruskan ke lantai ke tujuh, meskipun ia masih merasa mampu namun ia perlu berhati-hati untuk mengekspos kekuatannya.
Seperti saat ini, dengan sisa kekuatan yang ia miliki maka menghadapi lawan di hadapannya bukanlah sesuatu yang perlu ia khawatirkan.
Kini Xiao Tian dan Huang Tao saling berhadapan tanpa penghalang, aura kuat Huang Tao meledak kuat hingga beberapa meter.
Menyaksikan hal ini, penjaga Menara Spiritual Langit hanya tersenyum ringan. Pertarungan antar murid adalah sesuatu yang wajar, kecuali jika berhubungan dengan pertarungan hidup dan mati, maka itu perlu pengaturan khusus yang sudah ditetapkan oleh Sekte.
Xiao Tian yang tampak tenang, langsung berubah cepat untuk mengambil inisiatif menyerang lebih dahulu. Ketika ia mulai bergerak, tubuhnya tampak seringan kapas seperti bayangan hantu saat melepaskan sebuah pukulan ke arah Huang Tao.
Namun saat pukulan Xiao Tian semakin mendekat, aliran darah panas di tubuh Huang Tao seperti membeku. Ada ketakutan yang tidak masuk akal saat tinju Xiao Tian merangsek di kekosongan udara.
Tubuh Huang Tao terpaku, seolah jiwanya tertancap pada sebuah kayu pancang. Menyadari jika dirinya tidak bisa menghindar, Huang Tao pun hanya bisa melepaskan sebuah perisai pelindung terkuatnya untuk menyambut serangan Xiao Tian.
Saat kedua tangannya menyilang, sebuah cahaya bersinar terlihat menyatu dari telapak tangan hingga membungkus seluruh lengannya. Kekuatan seorang pendekar Kaisar pun meletus, membawa kekuatan yang terlihat menakutkan di hadapan orang-orang yang berdiri diam menyaksikan.
Xiao Tian mengerucutkan bibir, meski mengeluarkan pukulan yang tampak biasa saja, tidak mengeluarkan dampak energi Qi seperti yang saat ini dipertontonkan oleh Huang Tao, namun ia sangat yakin dengan kekuatannya sendiri.
Detik berikutnya...
"Booomm..."
Udara di sekitar Menara Spiritual Langit bergetar, benturan energi dari pukulan Xiao Tian menyebabkan fluktuasi gelombang udara yang mengagetkan banyak orang.
Semua orang terlihat terkejut, dua kekuatan yang beradu itu telah mematahkan persepsi orang-orang terhadap perkataan omong kosong Huang Tao.
Akibat benturan dua kekuatan itu juga membuat tubuh Huang Tao mundur hingga beberapa langkah ke belakang, bahkan kuatnya serangan yang dilancarkan oleh Xiao Tian membuat kedua lengannya hancur. Namun hal yang paling menakutkan adalah bahwa energi kehancuran yang di hempaskan Xiao Tian baru berhenti setelah mengenai dadanya.
Dengan kejadian yang terpampang, semua orang dapat melihat kerusakan tubuh Huang Tao yang begitu menyedihkan, daging di kedua tangannya robek panjang memperlihatkan tulang-tulangnya yang patah tidak beraturan, darah segar pun menyembur dari mulut Huang Tao akibat luka lainnya.
Namun belum hilang keterkejutan semua orang, tubuh Xiao Tian sudah bergerak kembali mengeluarkan tendangan keras hingga menyebabkan tulang dada Huang Tao seperti tertarik ke dalam membuat cekungan dengan luka terbuka yang menyemburkan darah segar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
Fachri
Up lagi thor......
2025-03-28
2