Ancaman Kelompok Pembunuh

Sesaat setelah Putri Lin Shuting selesai berdoa, sebuah bayangan seseorang berkelebat cepat diantara koridor yang menghubungi Aula Utama dengan ruangan lainnya.

Gerakan orang tersebut sangat gesit, penuh kehati-hatian terhadap sekelilingnya. Dari sikapnya yang penuh kewaspadaan itu dapat dipastikan jika dia bukanlah bagian dari Biksu yang berada di Kuil Jiguan.

Di dalam Istana Kekaisaran...

Kaisar Lin yang yang sedang memeriksa dokumen penting di ruang kerjanya, tiba-tiba didatangi Kepala Kasim yang datang melapor.

"Apa yang membuatmu datang begitu tergesa-gesa?" Tanya Kaisar Lin tanpa mengangkat kepalanya yang masih sibuk memeriksa dokumen penting.

Kepala Kasim buru-buru berkata dengan sikap hormat, "Lapor yang Mulia Kaisar, pagi ini Permaisuri agung dan juga Putri mahkota melakukan perjalanan tertutup menuju Kuil Jiguan"

Kaisar Lin segera mengangkat kepalanya, mengernyitkan dahi dengan perasaan tidak tenang. Beberapa hari terakhir situasi Ibukota Xianyang tidak lagi setenang dulu, bahkan beberapa dokumen penting yang berada di tangannya terkait situasi keamanan Ibukota yang mulai disusupi oleh kelompok asing yang berasal dari luar wilayah Benua Suci Tianwu.

Sebenarnya Kaisar Lin dapat memahami maksud Ibunda dan juga putrinya untuk berdoa di tengah krisis keamanan, namun walau bagaimanapun kondisi semacam ini bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang dengan mudah mengacaukan situasi Ibukota Kekaisaran.

"Apakah pasukan bayangan ikut mengawal kepergian Permaisuri agung?" Tanya Kaisar Lin dengan tegas.

"Izin menyampaikan, Permaisuri pergi tanpa persiapan yang sesuai dengan prosedur kerajaan, namun dengan wewenangnya tidak ada yang bisa menolak pengaturan yang sudah dilakukan secara diam-diam. Permaisuri hanya membawa beberapa orang pengawal rahasia, bermaksud mengecoh perhatian warga masyarakat biasa. Tetapi Kuil Jiguan memiliki pertahanan yang tidak mungkin bisa disusupi oleh para penjahat" Ucap Kepala Kasim dengan hati-hati.

Mendengar laporan dari orang kepercayaannya itu Kaisar Lin segera mengabaikan semua dokumen penting yang sedang ia pelajari. Ia menyandarkan tubuhnya di kursi naga dan menyentuh pelipisnya dengan perasaan rumit.

Kaisar Lin tidak menyangka jika Permaisuri agung akan bertindak ceroboh dengan menyamar dan pergi diam-diam meninggalkan Istana, hal semacam ini akan memberikan celah bagi para pengkhianat yang selama ini bersembunyi dalam diam.

"Segera panggil Komandan pasukan bayangan, bawa seluruh anggotanya menuju Kuil Jiguan dan pastikan keselamatan Permaisuri dan juga Putri mahkota" Suara Kaisar Lin terdengar jelas, membuat Kepala Kasim bergetar.

"Baik Yang Mulia"

Kepala Kasim pun langsung undur diri dari ruang kerja Kaisar, lalu bergerak cepat menghubungi Komandan pasukan bayangan untuk segera menuju Kuil Jiguan.

Situasi Kuil Jiguan yang semula cerah tiba-tiba menjadi mendung sesaat Putri Lin Shuting selesai melakukan doa terhadap leluhur. Awan hitam bergerak menyelimuti matahari, angin dingin bertiup kencang seolah akan terjadi pergantian musim.

"Permaisuri, sepertinya sebentar lagi akan turun hujan. Sebaiknya Permaisuri agung dan Putri mahkota tidak meninggalkan Kuil Jiguan, beristirahat sampai dengan situasi lebih tenang" Ucap Kepala Kuil dengan hormat.

Permaisuri agung Wu Xuening tampak terdiam sejenak, ia sedikit khawatir jika terlalu lama meninggalkan Istana. Sebelumnya ia pergi tidak izin dengan Kaisar, khawatir jika hal ini akan menjadi masalah.

Jika tidak buru-buru kembali ke Istana ia khawatir Kaisar akan marah dan berprasangka macam-macam.

"Sepertinya kami harus kembali, sebelum hujan benar-benar turun kami harus meninggalkan Kuil Jiguan" Ucap Permaisuri agung dengan berat hati.

Dengan keputusan yang sudah dibuat oleh Permaisuri, Kepala Kuil tidak bisa berkata apa-apa. Walau bagaimanapun Kuil Jiguan tidak pernah dimasuki kaum wanita terlalu lama, jika hal itu terjadi juga bukan pertanda baik bagi para Biksu yang selama ini menjaga tradisi.

Tidak lama kemudian, rombongan kecil permaisuri agung pun meninggalkan Kuil Jiguan.

Dengan sikap penuh kewaspadaan beberapa pengawal rahasia berjaga di depan serta di belakang, bahkan kereta kuda yang berhiaskan logo kerajaan itu dijaga ketat oleh dua orang pendekar rahasia.

Namun meski sudah berhati-hati, sekelompok bayangan hitam berkelebat dari balik bangunan yang membentang sepanjang jalan. Berada di tengah Kota, tidak mengurangi niat para pembunuh yang sedang menjalankan rencana aksinya tersebut.

"Serang! Lakukan dengan cepat!"

Detik berikutnya suara seseorang dari kejauhan berseru lantang, lalu setelahnya sekelompok pria bertopeng melesat menebaskan pedangnya yang sudah dilumuri racun.

"Srekk"

"Srekk"

"Srekk"

Serangan itu datang begitu tiba-tiba, para pengawal yang sigap pun tidak sempat bereaksi. Beberapa diantara mereka bahkan langsung tersungkur akibat sabetan pedang yang mengarah pada titik vital mereka.

Dua orang pengawal rahasia yang bertugas menjaga permaisuri pun terkesiap, beruntung mereka masih memiliki sedikit waktu sehingga mampu menghalau beberapa pria bertopeng yang datang menyerang.

"Cepat pergi, sampaikan keadaan ini kepada Kepala Kuil Jiguan" Perintah seorang pengawal rahasia itu kepada salah seorang penjaga.

Di bawah perlindungan dari anggota pengawal lainnya, penjaga yang diperintahkan itu langsung berlari ke belakang untuk meminta pertolongan.

"Kurang ajar, jangan biarkan pengawal itu lolos" Teriak pimpinan penyerang itu dalam bahasa aneh.

Segera, beberapa anggota kelompok penyerang itu membagi beberapa orang untuk memecah fokus target serangan. Sementara Putri mahkota Lin Shuting tampak ketakutan melihat pertarungan yang berlangsung sengit.

"Ibu, siapa mereka? Bagaimana bisa ada penjahat di Ibukota?" Tanya Lin Shuting dengan nada cemas.

"Kamu jangan khawatir, sepertinya mereka adalah kelompok penyerang dari perbatasan yang datang menyelinap" Jawab Permaisuri agung mencoba menenangkan suasana.

"Swoosh"

Namun, di balik keterkejutannya sebuah anak panah emas melesat tepat dan berhasil melukai lengan kiri Putri mahkota Lin Shuting.

"Aagghh"

Lin Shuting merasakan panik dan darah segar merembes membasahi lengan bajunya yang berwarna putih. Sesaat kemudian ia pun kehilangan kesadaran dengan wajah yang berubah pucat.

"Tidak, putriku.." Permaisuri membuka mulutnya, terkejut dengan perubahan situasi yang begitu cepat.

"Putriku, bangunlah!" Tampak permaisuri berusaha menjaga kesadaran Lin Shuting.

Teriakan histeris dari permaisuri agung membuat dua penjaga rahasianya merasa kecolongan, jelas mereka tidak menyangka akan ada serangan tersembunyi yang mengarahkan anak panah pada putri mahkota.

"Lindungi permaisuri dan putri mahkota" Ucap salah satu penjaga rahasia itu dengan panik.

Dengan sebuah sergapan cepat, para pengawal istana pun tidak berkutik. Meski mereka adalah para kultivator pendekar Langit, tampak tidak berdaya oleh serangan ganas yang sudah terorganisir.

Mengetahui serangannya berhasil mengenai target, pemimpin kelompok pun segera memerintahkan anak buahnya untuk pergi. Di bawah misi rahasia, tugas mereka hanyalah untuk membunuh putri mahkota, sehingga rencana aliansi pihak Istana Kekaisaran dengan Klan Xiao mengalami kebuntuan.

"Cepat tinggalkan tempat ini!" Seru pemimpin kelompok dengan senyuman puas.

Meski ia juga kehilangan beberapa anggota kelompoknya, namun itu masih dianggap keuntungan besar dengan tewasnya putri mahkota.

Dengan cepat kelompok pria bertopeng itu menghilang, sementara para pengawal pribadi permaisuri tidak berani mengejar karena khawatir pihak musuh akan melakukan jebakan yang jauh lebih berbahaya.

Terpopuler

Comments

Musang Bulan

Musang Bulan

Terimakasih atas dukungannya bagi yang sudah kasih like...

2025-03-28

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!