Ketika melihat wanita itu, Xiao Tian tidak bisa menahan langkah kakinya. Wajahnya yang sangat familiar membuat rangkaian cerita masa lalu seolah kembali terukir, ia adalah teman masa kecilnya, Shen Louyan.
Saat berada di puncak Gunung Wuyi, Shen Louyan terkenal pendiam dengan bakat yang tidak terlalu mencolok. Bisa dikatakan ia adalah peringkat ketujuh dari daftar murid Long Chen di kuil Wuyi.
Tentang bagaimana wanita tersebut meninggalkan Gunung Wuyi, Xiao Tian tidak memiliki penilaian negatif. Walau bagaimanapun, bergabung ke puncak kedua adalah hal terbaik yang dilakukan oleh Shen Louyan yang dimana saat itu Xiao Tian tak berdaya untuk melindungi saudara-saudaranya.
Tak disangka, mereka pada akhirnya dapat dipertemukan di tempat yang bertuliskan "Menara Spiritual Langit".
"Saudara Xiao, bagaimana kabarmu?" Sapa Shen Louyan sambil menghampiri.
"Baik, sudah tiga tahun kita tidak saling berjumpa. Tak disangka, kita bisa berjumpa di sini" Jawab Xiao Tian tampak tersenyum ringan.
"Maafkan aku tidak pernah meluangkan waktu untuk mengunjungimu" Ujar Shen Louyan dengan rasa bersalah.
"Tidak apa-apa, semuanya berlalu begitu saja. Pada akhirnya aku cukup senang kamu masih bisa mengenaliku" Balas Xiao Tian tanpa beban.
"Aku tahu dalam waktu tiga tahun belakangan adalah masa yang sulit untuk mu, namun dengan adanya Yun Feiyue di sisimu setidaknya bisa mengurangi kekhawatiran ku" Shen Louyan berkata sambil menundukkan kepalanya.
Dalam hatinya ia merasakan ketidaknyamanan, ia yang paling lemah diantara saudara-saudara seperguruannya, terutama dengan Yun Feiyue yang ternyata memiliki hubungan pertunangan dengan Xiao Tian. Bagaimana mungkin ia menjadi bola lampu diantara orang lain, jelas ia tidak memiliki wajah setebal itu.
"Tiga tahun memang telah berlalu, namun semuanya terasa sesuai dengan apa yang telah terjadi" Kata Xiao Tian sambil tersenyum getir.
Melihat ekspresi Xiao Tian, Shen Louyan mengernyitkan keningnya, lalu berkata, "Bagaimana hubungan mu dengan saudari Yun Feiyue?"
"Lupakan tentang orang itu, aku tidak ingin mengingatnya" Jawab Xiao Tian sambil menahan kekesalan.
"Baiklah. Ngomong-ngomong aku belum mengucapkan selamat atas kebangkitan mu" Shen Louyan menatap Xiao Tian sambil tersenyum, aura kegembiraan terpancar dari wajah anggunnya.
Di sampingnya, dua orang murid wanita dari puncak kedua mendengarkan tanpa ekspresi. Hanya saja dalam pikiran mereka tengah mencerna sosok pria yang ternyata adalah mantan jenius Gunung Wuyi.
Bagi mereka dunia itu memang berputar, dunia kultivasi memang selalu mencatatkan sejarah kelam. Keduanya tidak menganggap Xiao Tian berada di level yang sama, sehingga keberadaan pria tersebut tidak lebih dari sekedar memanfaatkan Shen Louyan yang kini sudah tampil lebih baik bersama beberapa murid lainnya yang sama-sama berasal dari puncak Gunung Wuyi.
Melihat sikap Shen Louyan yang tulus, suasana hati Xiao Tian pun menghangat. Sejak beberapa hari lalu dikhianati oleh Yun Feiyue, ia memiliki suasana hati yang buruk.
"Terimakasih" Ucap Xiao Tian.
"Berhubung kita bertemu di sini, aku ingin mengajakmu bergabung ke puncak kedua. Dengan keberadaan beberapa saudara yang lainnya, seharusnya itu akan menjadi lebih mudah" Ujar Shen Louyan kemudian.
Xiao Tian hendak berkata, namun salah seorang rekan Shen Louyan berkata sambil mengerutkan dahinya, "Louyan, kita tidak bisa menerima murid laki-laki. Suasana hati Tetua juga sedang tidak baik, kamu jangan membuatnya marah"
"Ya, itu benar. Louyan kamu jangan bersikap impulsif karena memiliki hubungan pertemanan sebelumnya" Timpal rekan wanitanya yang lain.
Hati Shen Louyan mencelos, baru saja ia berpikir untuk bisa berlatih bersama dengan Xiao Tian, namun tidak menyangka jika kedua temannya tidak memberikan muka sama sekali.
"Teman-teman mu benar, aku tidak mungkin berada di tengah-tengah para murid wanita. Lagipula itu hanya akan menyulitkan mu saja, berada di Gunung Wuyi pun itu tidak masalah" Ucap Xiao Tian dengan santai.
Baginya Gunung Wuyi adalah rumahnya, tidak ada tempat yang lebih nyaman dari rumah sendiri. Ia bisa bebas berlatih dan mengembangkan seni beladiri yang ia dapatkan dari mutiara dewa iblis, biarlah itu menjadi rahasianya.
"Baiklah kalau begitu, tetapi aku berjanji padamu untuk mengunjungi tempat dimana kita dibesarkan bersama" Kata Shen Louyan menutupi kecanggungannya.
"Louyan, mari kita masuk. Jangan sampai terlambat menyaksikan bakat baru yang akan tercatat di Menara Spiritual Langit" Ajak salah seorang murid wanita, jelas ia mencoba memutus kontak Xiao Tian.
"Ya, jangan sampai kedatangan kita akan sia-sia" Timpal rekan wanitanya yang lain sambil meraih pergelangan tangan Shen Louyan.
Melihat tingkah kawan-kawannya, Shen Louyan sedikit merasa bersalah. Ia menatap ke arah Xiao Tian lalu berkata, "Terimakasih atas hari ini, kelak kita akan lebih sering berjumpa"
"Ya, senang bisa bertemu kembali" Ujar Xiao Tian sambil tersenyum ramah.
Shen Louyan kemudian berjalan bersama kelompoknya, sementara Xiao Tian kembali sendiri dengan tatapan orang-orang di sekelilingnya. Baru saja percakapan antara dirinya dengan Shen Louyan didengar oleh para murid yang berasal dari berbagai puncak, mereka datang sama seperti Xiao Tian yang ingin mendapatkan pengalaman baru di Menara Spiritual Langit.
"Aku tidak menyangka jika pada akhirnya semua penghuni Gunung Wuyi akan berpencar dan datang ke tempat ini"
"Seharusnya pemuda itu adalah Xiao Tian, beberapa hari yang lalu ia sudah melapor dan mengatakan jika puncak Gunung Wuyi telah terbuka untuk umum"
"Hah? Dengan tidak adanya guru serta murid, bagaimana seseorang bisa berkembang? Bukankah itu hanya menyia-nyiakan bakat?"
Beberapa murid saling berkomentar, satu sama lain memandang ke arah Xiao Tian dengan tatapan meremehkan.
Sementara Xiao Tian tampak acuh tak acuh dengan reaksi orang-orang yang membicarakannya. Kini perhatiannya hanya terfokus pada Menara Spiritual Langit yang memang menjadi tujuan kedatangannya sejak awal.
Dari kejauhan tampak Shen Louyan menggigit bibirnya, walau bagaimanapun ia mengenal baik Xiao Tian dengan segudang keterampilannya di masa lalu. Ia jelas merasakan penderitaan Xiao Tian, hanya saja ia juga merasa heran dengan keberadaannya di Menara Spiritual Langit.
Melihat keraguan di wajah Shen Louyan, salah satu rekannya kembali berkata, "Jangan pernah memiliki perhatian berlebihan, sejak ditinggalkan oleh Tetua Long Chen maka Gunung Wuyi sudah ditakdirkan untuk berakhir. Sementara pemuda itu hanyalah beban masa lalu di balik cerita yang pernah ada"
"Benar, Louyan kamu jangan lemah. Bagaimana ia bertahan itu akan menjadi urusannya. Puncak kedua tentu tidak ada hubungannya" Ujar rekannya yang lain.
Hati Shen Louyan merasa pedih, baru saja ia dipertemukan kembali dengan sosok pemuda yang selalu ia kagumi di masa lalu. Namun sayangnya saat itu ia bukanlah sosok yang pantas menjadi pendampingnya, ditambah dengan keberadaan Yun Feiyue membuat kehadirannya seperti kapas.
"Tidak bisa, saat ini aku tidak boleh melakukan kesalahan yang sama" Batin Shen Louyan dengan penuh tekad.
Dengan penuh keyakinan, Shen Louyan mengabaikan perkataan rekan-rekannya. Ia melangkahkan kakinya menuju Xiao Tian yang kini tampak terasing diantara kerumunan para murid.
"Hai, apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya rekannya dengan khawatir.
"Louyan, batasi dirimu. Jangan terjebak pada permasalahan yang tidak perlu" Cetus yang lainnya dengan tatapan dalam.
"Xiao Tian sudah mengalami banyak hal yang menyedihkan, akan merasa bersalah jika membiarkan dirinya sendirian menghadapi hal ini" Kata Shen Louyan tanpa menoleh.
Melihat sikap keras kepala Shen Louyan, para murid puncak kedua hanya saling tatap dan menggelengkan kepala. Mereka menganggap sikap Shen Louyan itu terlalu bodoh dengan meladeni perasaannya karena hubungan masa lalu.
"Benar-benar bodoh sekali, percuma saja aku mengingatkannya"
"Sepertinya pemuda itu sengaja mengikuti saudari Louyan. Jika tidak, dengan kemampuannya apa yang akan dilakukan di tempat ini"
Kedua rekan Shen Louyan menatap ke arah Xiao Tian dengan penuh kebencian. Mereka memandang ke arah pemuda yang saat ini tampak tidak terpengaruh dengan suasana sekitar, dengan tingginya yang lebih dari 180 centimeter itu Xiao Tian memiliki pesona berbeda diantara para murid lainnya.
Terlebih lagi dengan pedang yang tergantung di punggungnya, seharusnya itu adalah sosok perwujudan kultivator pedang yang banyak diburu oleh para wanita.
Di sisi lain, Shen Louyan juga memperhatikan perubahan Xiao Tian yang entah dimana letak perbedaannya. Aura yang dimiliki Xiao Tian jelas berbeda dari sebelumnya yang pernah ia rasakan saat masih bersama-sama.
"Apakah ini hanya perasaanku saja?" Gumam Shen Louyan tanpa sadar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
Musang Bulan
Like & Comentnya jangan lupa agar karya ini tetap eksis....
2025-03-28
0
Ismaeni
sepertinya aku tau siapa kamu thor.../Facepalm/
2025-03-31
0
Ismaeni
tidak asing dengan alur ceritamu...
2025-03-31
0