Transmigration Of Mafia To High School Students
Berlatih bela diri
»»————>warning<————««
• 100% berdasarkan imajinasi
• tidak meniru karya orang lain
• semuanya fiksi
• sifat dan sikap karakter hanya fiksi
๑ ⋆˚₊⋆ ────ʚ✨ɞ ────⋆˚₊⋆ ๑
Aviel segera berlari, Orang-orang itu segera mengejarnya. Aviel menghentikan larinya, ia melihat motornya (motornya Axel) dan melihat kunci yang digantung dideket motor.
unknown
1
WOY MAU KABUR KEMANA LO BOCAH?
Aviel segera mengambil kuncinya dan kabar dengan mendengarai motor itu.
Untungnya kemampuan mendengarai motor tidak hilang, dengan kecepatan tinggi ia pergi dari tempat itu.
Setelah dirasa cukup jauh dan orang-orang itu tak mengejarnya, Aviel segera menghentikannya motornya ke tepi jalan.
Aviel Brian Afilo
kangen banget gua sama motor ini
Aviel Brian Afilo
kelilingi dulu kali ya
Aviel kembali menyalakan mesin motornya, ia memutuskan untuk pergi ke tempat pelatihan bela diri.
Aviel Brian Afilo
yap, mari melatih tubuh lemah ini
Ini adalah tempat dimana dulu Axel, Vero, dan Jovan berlatih bela diri.
Aviel Brian Afilo
udah lama gak ke tempat ini, kangen juga
Aviel menoleh mendengar suara yang tak asing di telinganya.
Aviel Brian Afilo
bang Arip
Aviel Brian Afilo
eh, saya tau dari teman saya
Aviel Brian Afilo
katanya disini bisa melatih bela diri ya bang?
Arip
wah, kamu datang ke tempat yang tepat
Aviel Brian Afilo
sekarang bisa kan?
Setelah bersiap-siap, bang Arip mulai melatih kan teknik dasar bela diri ke Aviel. Namun bang Arip melihat Aviel yang sudah menguasai teknik dasar tersebut.
Aviel Brian Afilo
biar makin jago bang, lagipula tubuh saya ini lemah didorong dikit udah terpental
Arip
haha, penuh semangat sekali kamu anak muda
bang Arip kembali mengajarkan skill bela diri dan melatih kecepatan serta kelincahan Aviel.
Eja melangkah memasuki rumah, namun suasana rumah nampak sepi. Ya, ini memang bukan hal baru bagi Eja.
Saat akan melangkahkan kakinya memasuki kamarnya, Eja mendengarkan suara beberapa orang yang sedang berbincang dari arah kamar tamu yang biasanya digunakan sepupunya.
Ejay Mahardika
dia pulang? tapi kok rame
Eja perlahan berjalan menuju ke kamar kakaknya itu, saat membuka pintu kamarnya Eja terkejut melihat banyak orang didalam sana bahkan mereka membawa senapan.
Helmi Juanna
ini ya sepupu lo?
Helmi Juanna
numpang bentar ya dek
Tak dapat disembunyikan raut wajahnya yang terkejut, Eja bahkan bingung harus berkata apa.
Dengan cepat Eja kembali menutup pintu kamar dan berlari menuju ke kamarnya.
Ejay Mahardika
gila! kenapa mereka bawa senapan
Ejay Mahardika
siapa sebenarnya mereka? kenapa tampang nya seram begitu
Ejay Mahardika
kayak... mafia
Hingga tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kamarnya, saat dibuka ternyata itu Jovan.
Jovandra Wicaksono
masih nyimpen kunci rumah yang waktu itu? yang di jalan merpati
Eja mengangguk, Jovan mengulurkan tangannya membuatnya mengerutkan keningnya.
Jovandra Wicaksono
mana, kuncinya
Jovandra Wicaksono
gak usah banyak tanya! mana sini kuncinya!
Eja segera mengambil kunci itu dari laci mejanya, dan menyerahkannya ke Jovan.
Saat Jovan akan pergi, ia tak sengaja melihat foto yang terletak di atas meja di kamarnya Eja.
Jovandra Wicaksono
(bocah itu?)
JANGAN LUPA UNTUK
➡ LIKE
➡ KOMEN
➡ VOTE
Comments