RENCANA

"jadi gimana rencana Lo selanjutnya?" tanya Aidan. "gue masih pengin coba cari petunjuk dirumah kakek gue. ada ruangan yang belum gue cek" jawab Mahen.

"terus apa nih yang bisa kita lakukan buat bantu lo?" tanya Adis. Mahen memandang Herdi meminta pendapat.

"kalian pada mau bantuin cari petunjuk dirumah kakeknya Mahen nggak?" tanya Herdi.

"ya mau aja lah" jawab Ethan. "iya, kenapa nggak mau?" sahut Adis.

Herdi mengangguk, "oke. Mahen, Lo cari kesempatan kapan rumah itu kosong, nanti kita kesana bagi tugas. ada yang mantau diruang cctv, dan yang lain berpencar cari petunjuk" ucapnya. yang lain mengangguk-anggukan kepalanya mendengar susunan rencana Herdi.

"kalau ini masih nggak dapetin petinju apapun gimana?"celetuk Adis. "kita coba dulu, apapun hasilnya nanti yang penting kita udah coba. kalau ini gagal kita masih bisa cari cara lain" sahut Herdi cepat.

"disini ada yang punya kenalan atau temen detektif nggak?" tanya Mahen tiba-tiba setelah mereka terdiam beberapa saat. "kenapa emangnya? kita perlu bantuan detektif?" tanya Aidan.

"buat jaga-jaga aja kalau rencana awal kita gagal. kita butuh bantuan orang yang berpengalaman di bidang menelusuri kasus ginian. kita kan nggak punya pengalaman apa-apa. dan ini kejadian udah lama banget, mungkin aja sebagian bukti sama petunjuknya udah pada hilang" jelas Mahen.

"iya juga ya" gumam Ethan. "tenang aja, nona Adis punya temen yang punya kenalan kuliah jurusan peradilan pidana. mungkin dia bisa bantu kita" cetus Adis sambil narsis.

"cih nona Adis? Kunti bogel kaliii.." ledek Ethan. "berisik lo ketan, sirik aje ama gue" ketus Adis.

"Lo yakin orangnya bisa dipercaya dis?" tanya Herdi. "gue percaya sama temen gue ini. nanti gue hubungin dia buat nanyain temennya yang detektif itu" jawab Adis yakin.

"oke, kalau gitu rencananya udah pasti ya. kita tinggal nunggu aba-aba dari Mahen aja" ucap Herdi. yang lain pun mengangguk.

"yaudah, gue mau pulang" ucap Herdi pamit. "yahh.. nggak seru lo her, main dulu napa?" keluh Ethan. "noh Aidan" ucap Herdi sambil menunjuk ke arah Aidan.

setelah Herdi pulang, Mahen juga memutuskan untuk pulang.

..

"Mahen, udah selesai kerja kelompoknya?" tanya Felicia saat melihat putranya baru saja pulang. "udah mah" jawab Mahen sambil menyalami mamahnya.

"yaudah tidur sana udah malem" suruh Felicia. "mamah juga belum tidur" bantah Mahen. "mamah masih ada kerjaan Mahen" jawab Felicia lembut.

"mah, bisa nggak sih mamahnya jangan sibuk kerja terus?" pertanyaan Mahen membuat gerakan jari Felicia yang sedang menari-nari di atas keyboard berhenti seketika.

Felicia menatap Mahen, "Mahen, mamah menghidupi kamu sendirian tanpa bantuan papa, tanpa bantuan suami. kalau mama nggak kerja keras siapa lagi yang akan memenuhi kebutuhan hidup kita? mama juga sering bawa kerjaan mama kerumah supaya bisa sambil nemenin kamu" perkataan Felicia membuat Mahen menunduk.

"maaf mah, Mahen cuma pengin mamah bisa sedikit santai" ucap Mahen lirih.

Felicia tersenyum, "mamah juga udah santai kok. mamah nggak apa-apa kalau harus kerja keras bahkan lebih keras lagi, asalkan kebutuhan kamu tercukupi. mamah nggak mau kamu sampai hidup kekurangan gara-gara mamah ngurusin kamu sendirian" ucapnya sedikit panjang.

"makasih ya mah, makasih mamah udah berjuang keras selama ini buat Mahen. maaf selama ini Mahen belum bisa bahagiain mamah, malah nyusahin mamah terus" ucap Mahen dengan suara sedikit bergetar.

Felicia menggeleng, "udah sana istirahat. udah makan kan?" tanyanya mengalihkan pembicaraan. "udah tadi dirumah nenek" jawab Mahen.

"oh ya, bukunya ketemu?" tanya Felicia lagi. Mahen menggeleng, "enggak. yaudah Mahen masuk kamar dulu ya mah" ucapnya sambil berlalu. Mahen sengaja buru-buru masuk kamar agar tidak ini itu lagi tentang buku yang ia cari.

..

"kayanya gue harus sering-sering kerumah kakek deh, biar bisa tau kapan ada kesempatan" gumam Mahen, matanya menatap langit-langit kamar.

"oh ya, gue bisa pura-pura sering pinjem buku di perpustakaan itu. itu bisa jadi alasan gue buat sering kerumah kakek" Mahen tersenyum saat mendapatkan ide yang menurutnya cemerlang.

"oke, sekarang gue istirahat, besok pulang kuliah gue langsung kerumah kakek" gumam Mahen lagi lalu menarik selimutnya beriapa untuk tidur.

baru saja hendak menutup matanya, Mahen tiba-tiba teringat pada papahnya yang saat ini berada dipenjara.

"gue kangen papah, besok gue jenguk papah aja deh. kerumah kakek pas malemnya aja" putusnya.

Mahen kembali menutup matanya dan terbang ke alam mimpi dengan tenang karena ia sudah menyusun rencana untuk mencari petunjuk tentang tantenya yang entah berada di mana.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!