"Pagi mah" sapa Mahen pada mamahnya yang sedang menata makanan dimeja makan. "pagi Mahen" jawab mamahnya sambil tersenyum manis.
Mahen menarik salah satu kursi dan mendudukinya. "ke kampus pagi?" tanya mamahnya. "iya mah" jawab Mahen sambil meraih nasi goreng yang sudah disiapkan oleh mamahnya.
ditengah sarapan, Mahen mengatakan pada mamahnya jika ia ingin meminjam buku di perpustakaan neneknya. "mah, aku pengin pinjam buku di perpustakaan nenek boleh nggak?" tanya Mahen pada mamahnya.
"mau pinjam buku apa? kenapa nggak beli aja?" tanya mamahnya. "aku udah nyari ke beberapa toko buku tapi nggak ada mah. katanya buku itu udah jarang ada. mungkin adanya di perpustakaan yang nyimpen buku-buku lama." jelas Mahen.
Felicia menghela nafas, "kamu izin dulu sama nenek, jangan langsung masuk. jangan diacak-acak ya, kalau udah selesai dirapihin lagi" ucapnya.
Mahen tersenyum senang, "makasih mah" ucap Mahen. "iya sama-sama. udah lanjutin makannya" suruh Felicia.
..
sesampainya di kampus, Mahen langsung berlari menuju kelas. ia bahkan hampir menabrak orang-orang yang berpapasan dengannya.
semalam Mahen sudah mengirim pesan pada Herdi agar datang lebih awal.
sesampainya dikelas, Mahen melihat Herdi yang sedang duduk dengan kepala tertelungkup di atas meja.
"Her, Herdi..." panggil Mahen sambil mengguncang tubuh Herdi.
"hah.." Herdi terkejut dengan mata yang merah. "ye, masih pagi udah tidur. pengin penyakitan lo?" sarkas Mahen menatap Herdi yang baru saja terbangun karenanya.
"ck.. gue bangun pagi banget tadi gara-gara takut telat. Lo sih, nyuruh-nyuruh dateng pagi. ada apaan?" jawab Herdi sembari bertanya. Mahen menarik kursi dan duduk didekat Herdi.
"semalem gue masuk ke kamar kakek gue" bisik Mahen. "hah? gimana-gimana, lo dapet apa?" tanya Herdi dengan mata membelalak. ia terkejut, baru kemarin dirinya memberi beberapa saran kepada Mahen, dan Mahen sudah bertindak secepat itu.
"jadi semalem kakek, nenek, sama nyokap gue pergi ke acara nikahan. nah pas itu gue masuk ke kamar kakek, tapi gue nggak nemuin apa-apa" jelas Mahen.
"Lo udah cek ruangan lainnya?" tanya Herdi. "belum. gue takut keburu mereka pada pulang. rencananya hari ini gue mau masuk ke perpustakaan nenek. itu dulunya ruangan favorit tante Fero." Mahen memberitahukan rencananya pada Herdi.
"terus lo udah punya rencana kapan waktu yang pas buat masuk keruangan itu?" tanya Herdi lagi. "hari ini. gue udah bilang sama nyokap gue kalau mau minjem buku di perpustakaan nenek. dan nyokap gue udah kasih izin. tinggal izin ke nenek yang belum" jawab Mahen.
"gue ikut" ucap Herdi. "hah?" beo Mahen bingung. "ck.. gue ikut lo. kalau gue ikut pasti nenek lo makin percaya kalau niat lo kesana itu emang bener-bener buat minjem buku, makanya lo ngajak temen lo" jelas Herdi sambil menaik turunkan sebelah alisnya. Mahen yang paham pun mengangguk sambil tersenyum.
..
kelas telah usai, Mahen dan Herdi bergegas pergi ke parkiran. mereka akan menjalankan sebuah misi yang menurut Herdi sangatlah seru.
namun baru saja sampai diparkiran, teriakan melengking terdengar ditelinga mereka berdua. "hendrooo, jangkunggg, lo berdua mau kemanaaa?" tanya sikunti bogel Adis sambil berteriak dan berlari. di belakang Adis ada Aidan dan Ethan yang ikut berlari menyusul.
Mahen dan Herdi saling pandang. "gimana? mau diceritain sekalian?" tanya Herdi pada Mahen. Mahen pun bingung, jika tidak diceritakan mereka pasti curiga dan bertanya-tanya. namun, jika diceritakan pasti akan menghabiskan waktu yang tidak sebentar.
"pada mau kemana sih? nggak ngajak-ngajak" ketus Adis dengan nafas yang terengah-engah karena berlari. "kita ada urusan penting dan belum bisa ngajak kalian." jawab Herdi saat melihat Mahen kebingungan mencari jawaban yang tepat.
"sepenting apa?" tanya Aidan. "iya nihh, sepenting apa sih sampe main rahasia-rahasiaan segala?" tanya Ethan penasaran. "bukan rahasia-rahasiaan tan, kalau diceritain sekarang waktunya nggak akan cukup. kita sekarang bener-bener ada urusan penting. nanti malam kita kumpul dirumah Adis buat bicarain ini." tegas Herdi.
jika Herdi sudah membuat keputusan yang lain pun hanya bisa menurut.
Setelah berdebat alot dengan Adis yang sempat memaksa ingin ikut, akhirnya Mahen dan Herdi bisa pergi juga.
..
setelah beberapa saat perjalanan, akhirnya Mahen dan Herdi sampai dirumah kakek Hardjo.
"Lo tadi bilang mau minjem buku apa hen?" tanya Herdi pada Mahen agar nanti bisa kompak. "gue cuman bilang mau minjem buku gitu doang, nggak ada bilang mau minjem buku yang judulnya ini itu" jawab Mahen sambil berjalan memasuki rumah besar milik sang kakek.
"Mahen," sapa nenek yang sedang duduk membaca buku di sofa ruang keluarga. "nenek," Mahen balik menyapa sambil tersenyum lalu menghampiri dan mencium tangan neneknya di ikuti oleh Herdi.
"ini siapa?" tanya nenek saat Herdi menyalaminya. "ini temen Mahen nek, namanya Herdi. kalau boleh, Herdi sama Mahen mau minjem buku di perpustakaan nenek" jelas Mahen.
Herdi tersenyum kearah nenek yang sedang menatapnya. "boleh, yang penting nanti diberesin lagi kalau sudah selesai." ucap nenek mengizinkan Mahen dan Herdi.
mendengar jawaban sang nenek membuat senyum Mahen merekah. "makasih nenek" ucap Mahen sambil memeluk neneknya. "iya udah-udah sana. nanti ajak temen mu makan Mahen, di dapur ada makanan" ucap nenek.
Mahen mengangguk mantap dan bergegas mengajak Herdi pergi menuju perpustakaan seperti tujuan utama mereka.
ceklek..
Mahen membuka pintu ruang perpustakaan dan memasukinya diikuti oleh Herdi.
"gila.. banyak banget bukunya. kapan selesainya kalau kita bukain satu-satu?" tanya Herdi pada Mahen saat melihat banyaknya tumpukan buku di rak. "iya juga ya, apalagi kalau gue sendirian" Mahen menggelengkan kepalanya membayangkan dirinya membuka satu persatu semua buku yang ada di sana sendirian.
"kita jangan bukain satu-satu. kita bukain tempat-tempat tersembunyinya. terutama laci-laci, kalau di laci kita nggak nemuin apapun kita sisir rak bukunya. kita buka buku-buku yang keliatan berbeda dari yang lain" ucap Herdi. Mahen pun mengangguk mendengar arahan Herdi.
**
entah sudah berapa lama Mahen dan Herdi berkutat pada buku-buku yang menurut mereka berbeda dari yang lain.
hampir semua laci sudah mereka buka kecuali satu laci yang terkunci, namun yang ada hanya catatan judul-judul buku.
buku-buku yang menurut mereka berbeda dari yang lain pun isinya hanya rangkuman-rangkuman pelajaran yang ditulis tangan. atau terkadang isinya sama dengan buku-buku lainnya.
Mahen menyandarkan punggungnya pada kursi, matanya memandang sekeliling. dinding-dinding perpustakaan itu dipenuhi tulisan dan gambar yang di tempel. tadi Mahen dan Herdi sudah membacanya sekilas-sekilas. tulisan-tulisan itu adalah cerpen yang dalam tebakan Mahen itu adalah tulisan tante Fero.
"Woy.. Hen" panggil Herdi sambil berlari mendekati Mahen. Mahen mengerutkan keningnya, melihat kearah Herdi yang sepertinya sedang menggenggam sesuatu.
"apaan itu?" tanya Mahen. Herdi menunjukkan sepotong besi kecil dengan ujungnya yang sedikit pipih atau gepeng. Mahen menatap Herdi lalu meraih potongan besi kecil itu. ia mencoba memasukkan benda itu kedalam lubang kunci pada laci yang belum mereka buka karena terkunci.
ceklek..
Mahen dan Herdi saling pandang, laci itu akhirnya terbuka. dengan cepat Mahen mengobrak-abrik isi laci itu. mengeluarkan semuanya dan menyuruh Herdi membaca satu persatu kertas yang berisi tulisan.
kertas terakhir yang dikeluarkan oleh Mahen dari laci itu adalah sebuah foto. Mahen mengamati foto itu. foto yang menampilkan tante Fero duduk berdua dengan seorang laki-laki yang bagian kepalanya sudah disobek.
Mahen memperlihatkan foto itu pada Herdi, "kepalanya mana?" tanya Herdi. "nggak tau" jawab Mahen sambil kembali mengecek isi laci. ia bahkan membalikkan laci itu untuk membuang debu dan potongan kertas kecil-kecil. benar saja, sobekan kertas foto bagian kepala itu terjatuh bersamaan dengan debu-debu yang ada didalam laci.
Mahen menempelkan kedua potongan foto itu sehingga menjadi utuh. "ini tante lo?" tanya Herdi pada Mahen. Mahen menjawab dengan anggukan. "ini cowonya gasih?" tebak Herdi. "mungkin aja" jawab Mahen. Mahen sendiri belum pernah melihat laki-laki itu sebelumnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments
Celty Sturluson
ceritanya keren abis! Thor, kamu hebat!
2025-03-13
0