MALAM ITU II

Mahen merebut buku yang sedang di baca oleh Ethan dan membacanya sendiri,

malam itu

aku sedang berbaring sambil menulis cerpen di kamarku.

tiba-tiba terdengar suara gaduh di ruang depan. awalnya aku tidak menghiraukan kegaduhan itu karena ku pikir itu adalah suara canda tawa orang tua, kakak perempuan, dan dua keponakanku.

namun lama kelamaan, suara gaduh itu semakin terdengar jelas seperti orang yang sedang beradu mulut.

aku keluar dari kamar, membiarkan buku dan penaku tergeletak di kasur.

sesampainya di luar aku sangat terkejut melihat kakak iparku (suami kakak perempuanku satu-satunya) sedang bersitegang dengan papah, mamah, dan juga kakak ku (istrinya sendiri).

aku mengurungkan niatku untuk menghampiri mereka. aku memilih untuk bersembunyi dan menguping pembicaraan mereka.

"Felicia juga anak bapak, kenapa hampir semua aset menjadi atas nama Feronica?!" suami kakakku berbicara dengan berteriak.

"udah masss" teriak kakak perempuanku berusaha menghentikan keributan yang terjadi.

oh.. aku jadi tau, suami kakakku tidak terima karena hampir semua aset keluarga ini di atasnamakan aku.

sejak anak pertamanya baru lahir, Monica Valencia Hardjo, kak Julian sudah berselisih dengan orang tuaku gara-gara rencana orang tuaku membeli mobil baru atas namaku.

sejak berusia delapan belas tahun aku memulai kerja kerasku sehingga bisa menjadikan diriku yang sekarang.

sekarang aku mempunyai perusahaan kecil yang bergerak di bidang jastip Indonesia luar negeri.

aku juga memberi modal pada papahku untuk memulai bisnis kecilnya.

aku membeli beberapa petak sawah dan beberapa hektar puluh tanah atas namaku.

aku juga membeli rumah dan beberapa mobil mewah atas namaku.

namun, suami kakakku mengira semua itu di beli dengan menggunakan uang milik papahku sehingga ia merasa tidak terima karena hampir semua aset itu atas namaku.

padahal aku tidak pernah perhitungan padanya dan pada kakakku sendiri.

"semua itu atas nama Feronica karena memang dia sendiri yang beli Lian" jawab papahku tenang.

"Halah.. omong kosong, cuman Feronica yang bapak sayang, semua bapak jadikan milik Feronica" suami kakakku merangsek maju hampir memukul papahku. untungnya papahku sigap menghindar.

suami kakakku menggila, ia bahkan mendorong guci yang ada di pojok ruangan hingga terjatuh dan pecah. aku yang panik bergegas menghubungi polisi.

"hallo, tolong saya, dirumah saya terjadi keributan.." belum sempat aku menyelesaikan laporanku, pintu rumah di dobrak dari luar.

mataku membelalak, ternyata suami kakakku tidak sendirian, ia membawa rombongan yang berjumlah lima orang berbadan kekar.

aku mematikan teleponku pada polisi dan dengan panik aku menge-share lokasi rumahku.

aku melihat ke arah papahku yang hampir di keroyok, aku juga melihat mamah dan kakak perempuanku yang terlihat sangat ketakutan.

aku berlari melompat ke arah mereka, tanganku merogoh pistol yang terselip di pinggangku. untungnya pistol yang tadi pagi aku gunakan untuk berlatih masih aku bawa hingga sekarang.

aku menembak kaki orang yang hampir memukul papahku dari belakang karena papahku sedang menahan serangan suami kakakku sehingga membuatnya tidak fokus pada keadaan di sekelilingnya.

arrhhh!!

orang itu mengerang kesakitan, aku berlari menarik mamah dan kakak perempuanku serta menggendong keponakan laki-lakiku yang saat itu berusia sepuluh tahun untuk bersembunyi. setelah itu aku kembali membantu papahku melawan orang-orang bawaan suami kakakku.

aku menembaki kaki mereka, beberapa dari mereka membawa pisau. namun, karena kaki mereka yang terluka membuat mereka tidak bisa leluasa menyerang menggunakan pisau tersebut.

saat tersisa dua orang yang belum aku lumpuhkan, aku mendengar teriakan suami kakakku yang memanggil anak perempuannya.

"Monicaaa!! sekarang!! mereka bersembunyi di lantai atas"

aku melihat ke arah pintu, ternyata anak pertama kakakku berlari sambil menggenggam pisau di tangannya. ia berlari menaiki tangga, "gawat, mamah, kakak dan keponakan laki-lakiku ada di lantai atas"

aku terkejut saat suami kakakku menyerangku secara tiba-tiba menggunakan pisau. untungnya aku berhasil menghindar dan serangan itu hanya mengenai lenganku.

aku tidak berani melukai suami kakakku karena teringat pada kakakku sendiri. aku tidak ingin kakakku bersedih karena aku melukai suaminya. lagipula, suami kakakku juga sudah babak belur terkena amukan papahku.

Papahku yang sudah tidak muda lagi terlihat kehabisan tenaga. aku menembak kaki orang bawaan suami kakakku yang tersisa lalu berlari menyusul Monica di lantai atas.

aku harap Monica tidak menemukan persembunyian mamah dan kakak perempuanku.

tepat pada saat itu, sirine polisi terdengar mendekat. suami kakakku terlihat sangat panik, lalu ia berteriak memanggil anak perempuannya.

"Monicaaa!!!" Monica yang saat itu berusia dua belas tahun sepertinya juga mendengar sirine polisi sehingga ia berlari turun dengan terburu-buru.

naasnya, Monica terpeleset saat berlari menuruni tangga. aku membeku melihat tubuh Monica yang berguling-guling hingga sampai di lantai dasar.

tepat saat itu juga polisi merangsek masuk ke dalam rumahku dan membekuk suami kakakku beserta orang-orang bawaannya.

salah satu polisi mendekati tubuh Monica yang tergeletak sambil mengerang memegangi kakinya. sepertinya kaki Monica cedera.

polisi menghubungi pihak medis, untunglah rumah kami berada di pusat kota sehingga tidak perlu menunggu lama sampai bantuan medis datang.

"Monicaaa!!!" aku mendengar teriakan kakakku yang sedang berlari menuruni tangga.

kakakku memeluk tubuh Monica yang di penuhi memar kebiruan, sepertinya itu bekas benturan saat terguling di tangga tadi.

"Monicaaa!!" kakakku meraung-raung memanggil nama Monica membuatku tanpa sadar ikut menangis.

tak berselang lama sirine ambulan datang, papahku mengangkat tubuh Monica di bantu beberapa tenaga medis dan di masukkan ke dalam ambulan.

aku tidak bisa ikut mengantar Monica ke rumah sakit karena harus ikut ke kantor polisi untuk memberikan keterangan.

mamahku ikut masuk ke dalam ambulan untuk menemani kakakku. sedangkan papah ikut bersamaku pergi ke kantor polisi.

suami kakakku resmi di tahan selama sepuluh tahun penjara akibat perbuatannya.

Monica di nyatakan lumpuh karena cedera parah di kakinya.

Monica, gadis kecil yang dulu sangat di nanti-nanti kehadiran, tumbuh menjadi gadis kejam.

sejak berusia tiga tahun Monica sudah bertingkah aneh, kenakalannya berbeda dari kenakalan anak seumurannya.

ia selalu memukuli, mencolok mata, menendangi, bahkan menyumpah serapahi orang-orang yang ada di sekelilingnya dengan kematian.

Monica juga pernah membuat mata papahku hampir terluka. aku sangat tidak menyangka Monica yang masih berusia dua belas tahun sudah ikut dalam rencana busuk papahnya.

aku rasa, Monica lahir di tengah kebencian ayahnya pada orang tuaku sehingga membuatnya bertingkah laku seperti itu.

setelah kejadian itu aku sangat merasa bersalah. aku merasa bersalah pada kakak perempuanku karena telah menghubungi polisi saat itu.

seandainya aku tidak menghubungi polisi pasti suami kakakku tidak di penjara. seandainya aku tidak menghubungi polisi pasti Monica tidak terjatuh dari tangga dan berakhir harus duduk di kursi roda hingga waktu yang tidak bisa di tentukan.

tetapi, seandainya aku tidak menghubungi polisi, mungkinkah aku masih hidup bersama papah dan mamahku hingga kini? atau aku akan kehilangan mereka di saat itu juga? atau bahkan mungkin aku juga pergi bersama mereka saat itu?

aku benar-benar tidak punya pilihan lain saat itu.

aku ingin menebus rasa bersalahku pada kakakku, aku memutuskan pergi dengan membawa serta Monica bersamaku. aku akan merawat Monica dan mencarikannya dokter hebat agar ia bisa sembuh seperti sedia kala.

aku menyerahkan beberapa bisnis kecilku pada kakak perempuanku agar bisa ia manfaatkan untuk menghidupi dirinya sendiri dan anak laki-lakinya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!