Faisal membuka perlahan mata nya, saat samar-samar mendengar suara adzan subuh dari masjid. Ia meringis pelan ketika lengan sebelah kiri nya terasa pegal, sebab di jadi kan bantal oleh sang istri. Setelah kejadian semalam, mereka berdua memang langsung tertidur dengan berpelukan.
"Dek bangun, sholat subuh dulu" Faisal menyingkirkan rambut, yang menutupi wajah sang istri.
"Abang duluan, adek masih ngantuk!" sahut nya, sambil membalikan tubuh membelakangi Faisal.
Faisal mengangkat sudut bibir nya mendengar jawaban yessi. Lalu ia memeluk istri nya itu dari belakang, juga memberi kecupan lembut di leher sang istri.
"Abang awas ih" ujar Yessi, dengan mendorong pelan wajah Faisal.
"Bangun dek, sholat dulu" bisik nya lirih, tepat di telinga Yessi.
"Rese banget sih bang!" Yessi langsung bangun, dengan wajah merengut.
Faisal hanya terkekeh samar, melihat wajah kesal wanita nya itu. Ia beranjak lebih dulu menuju kamar mandi, lalu cuci muka dan mengambil wudhu.
"Ayo ambil wudhu, Abang tungguin kita jama'ah" ucap Faisal, saat keluar dari kamar mandi. Yessi pun langsung beranjak walau dengan mulut yang terus menggerutu pelan.
Setelah selesai sholat, kedua nya kembali bersantai sambil menonton tv. Dan pada saat jam sudah menunjukan pukul 6 pagi, Faisal memutuskan untuk membeli sarapan.
Tepat pada pukul 7 kedua nya sudah bersiap untuk berangkat kerja. Tadi Yessi sempat menolak untuk berangkat bareng, Namun Faisal memaksa, mereka sudah menjadi suami istri maka tak perlu takut menjadi omongan teman-teman nya.
"Kalo mereka ada ngomong yang macem-macem, adek bilang sama Abang ya" ujar Faisal, saat mereka sudah berada di parkiran resto. Yessi pun hanya mengangguk saja.
Semua berjalan dengan lancar selama jam kerja, tak ada pertanyaan aneh dari para teman nya ataupun lirikan meremehkan, dan itu membuat Yessi tersenyum lega.
Saat jam makan siang tiba, Faisal menyiapkan menu khusus untuk sang istri dan itu membuat nya mendapat ledekan dari bang Irgi.
"Mau dong bang, di bikinin makanan juga" ledek bang Irgi, dengan gaya macam perempuan.
Faisal hanya tersenyum samar, dan tetap melanjutkan masak nya. Setelah menu yang ia buat sudah jadi, ia pun izin untuk makan terlebih dulu pada bang Irgi. Tadi Faisal sempat memberitahu Yessi, untuk menunggu di ruangan khusus karyawan, jadi saat ia datang istri nya itu sudah berada di sana.
"Makasih bang!" ucap Yessi tersenyum, saat Faisal menaruh piring berisi nasi goreng di depan nya.
"Khusus buat Adek, di bikin nya pake cinta" Faisal menggombal dengan wajah yang kaku, dan itu membuat Yessi menyemburkan tawa nya.
"Gausah sok-sokan ngegombal, muka Abang tuh datar jadi gak cocok" ujar Yessi, dengan masih tertawa.
Ketikan waktu pulang tiba, Faisal meminta Yessi untuk menunggu sebentar lantaran ia harus menyetok bahan di dapur bersama bang Irgi dan juga chef yang masuk shift siang. Dan setelah hampir 1 jam menunggu, akhirnya Faisal keluar dari dapur.
"Maaf Abang lama" ucap Faisal, sambil mengusap pelan kepala sang istri.
"Sampe mau Maghrib" sahut Yessi cemberut.
"Maaf ya" ucap Faisal lagi. Dan Yessi pun hanya diam tak menjawab.
Faisal melajukan motor nya dengan kecepatan cepat, mengingat hari yang sudah hampir Magrib. Setelah sampai di kostan, Yessi berjalan lebih dulu meninggalkan Faisal di parkiran. Dan itu membuat Faisal berfikir, kalau istri nya itu merajuk sebab menunggu terlalu lama tadi.
Dan Saat Faisal masuk ke dalam kamar kost nya, ia tak menemukan sang istri di dalam, namun ia mendengar suara keran air yang menyala dari dalam kamar mandi.
Pintu kamar mandi terbuka, bertepatan dengan adzan Maghrib yang berkumandang. Yessi keluar dari sana, dengan wajah yang sudah segar. Faisal menghampiri sang istri, lalu memeluk nya.
"Maafin Abang ya sayang" ucap Faisal.
"Abang kenapa sih?" tanya Yessi, dengan bingung.
"Adek marah kan sama Abang, makanya gak nunggu Abang pas mau naik tadi!" sahut nya, dengan nada lembut.
"Siapa yang marah bang! Adek gak marah kok, tadi tuh adek buru-buru mau ganti pembalut karna Udah ngerasa gak nyaman" jelas Yessi, dengan terkekeh pelan.
"Udah sana mandi dulu, nanti keburu waktu magrib nya abis" sambung Yessi lagi.
Setelah beberapa menit kemudian, Faisal keluar dari kamar mandi hanya menggunakan selembar handuk yang melilit pinggang nya. Sontak Yessi langsung menelan ludah, saat melihat dada bidang dan juga perut kotak-kotak sang suami.
Faisal yang merasa terus di perhatikan oleh istri nya pun menoleh, "Kenapa dek?" tanya nya.
"G-gapapa bang!" jawab Yessi gugup, dan langsung memalingkan muka.
Faisal hanya menarik sudut bibir nya, kemudian ia meraih sarung dan juga sajadah.
Setelah menyelesaikan sholat, Faisal langsung bergabung bersama sang istri di atas kasur.
"Mau makan gak dek?" tanya Faisal, dengan tubuh menyender di tembok.
"Nanti aja bang, belom laper" jawab Yessi pelan.
Disaat itu Faisal mendengar ponsel nya berdering, setelah di liat ternyata bunda Dewi lah yang menelpon nya.
📞 Assalamualaikum bunda.
'Waalaikumsalam, bang gimana kamu sama Yessi baik-baik aja kan?'
📞 Alhamdulillah Abang sama Yessi baik Bun.
'Gini bang bunda nelpon tuh karna mau ngabarin, buku nikah kalian udah jadi dan udah bisa di ambil besok'.
📞 Yaudah Bun besok Abang izin sama bang Irgi buat tukeran shift, besok pagi Abang langsung ke sana buat ambil buku nya.
Faisal dan bunda Dewi melanjutkan obrolan, hingga 30 menit kemudian panggilan pun berakhir. Saat Faisal menolah ke samping, ternyata Yessi sudah tertidur.
"Keasyikan ngobrol sama bunda, Abang sampe gak sadar kalo adek tidur..." ucap Faisal lirih.
Karna mereka berdua belom makan malam, jadi Faisal memutuskan untuk memesan makanan lewat online, ia takut jika Yessi kebangun tengah malam sebab laper.
40 menit kemudian, Faisal mendapat telpon bahwa pesanan nya sudah sampai dan harus di ambil ke bawah. Jadi Faisal pun langsung bergegas, memakai celana panjang.
"Yang 1 buat bapak nya aja" ujar Faisal, saat driver itu menyerahkan 3 box makanan.
"Makasih banyak mas" ucap bapak itu tersenyum lebar.
Saat akan menaiki tangga Faisal berpapasan dengan teman kost nya, dan ia di ajak mengobrol sebentar. Pada saat Faisal kembali ke kamar, ternyata Yessi sudah bangun.
"Abang dari mana sih?" tanya Yessi, dengan nada kesal.
"Maaf dek, tadi abis ngambil pesenan makanan di bawah, trus di ajak ngobrol" jawab Faisal, ia menaruh makanan tersebut di atas meja, lalu menghampiri istri nya itu.
"Cuci muka gih biar seger lagi, abis itu kita makan" ujar Faisal dengan lembut.
"Abang pesen makan apa?" tanya Yessi, sambil melihat ke atas meja.
"Nasi ayam bakar, abis bingung mau nanya tapi adek nya tidur" jawab Faisal.
"Ya gapapa, adek juga emang lagi pengen makan ayam bakar kok" sahut Yessi sambil turun dari kasur.
Kini kedua nya tengah menikmati makan malam sambil menonton tv, Yessi duduk bersandar pada pinggiran kasur sementara Faisal duduk di samping nya.
"Abang tadi ngobrol apa aja, sama bunda Abang?" tanya Yessi, di sela-sela makan.
"Bunda bilang buku nikah kita udah jadi, jadi besok Abang mau ngambil kesono" jelas Faisal pada Yessi.
"Berarti besok Abang tukeran shift?" tanya Yessi lagi.
"Iya, tadi udah chat bang Irgi. Besok Abang anter adek dulu trus langsung ke KUA" ujar Faisal, sambil memperhatikan istri nya.
Yessi tak menjawab lagi, ia kembali melanjut kan makan nya dengan sesekali melihat ke arah tv.
Happy Reading 💜
Jangan lupa like, komen dan vote ya guys 🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments