bab 9. Nginep dirumah mertua

Kini Yessi sedang bersama ibu dan juga kakak ipar nya di dapur. Saat Yessi dateng tadi, kedua nya sedang menyiapkan bahan untuk memasak makan malem.

"Malem ini nginep kan dek?" tanya Bu Mira .

"Engga kaya nya Bu, soalnya Abang gak bawa baju" ucap Yessi, sambil mengupas bawang.

"Soal baju mah gampang dek, kan ada punya mas bhama!" timpal mbak shanum.

"Nanti Yessi coba tanya sama Abang dulu ya mbak, mau apa engga?!" ucap Yessi lagi.

Sementara itu, di ruang tamu Faisal sedang meminta izin pada bapak dan mas bhama, untuk membawa Yessi tinggal bersama nya.

"Yessi itu istri kamu sekarang nak, jadi dia sudah menjadi tanggung jawab kamu sepenuh nya. Bawa Yessi kemana pun kamu pergi, tapi tolong jaga Yessi karna dia anak perempuan bapak satu-satunya" ucap bapak, dengan tersenyum lembut.

"Jangan pernah sakiti adik perempuan saya satu-satunya. Dia di jaga dengan baik di keluarga ini. Jadi, saya harap kamu pun juga memperlakukan Yessi dengan baik" ujar mas bhama tegas.

"Saya janji akan menjaga Yessi mas" jawab Faisal, tak kalah tegas.

Ketiga nya pun melanjutkan obrolan dengan santai, hingga Yessi menghampiri ketiga nya dengan membawa gorengan tempe, yang di buat oleh ibu tadi. Yessi duduk di samping bapak nya dan bergelayut manja di lengan bapak nya itu.

"Kenapa dek?" tanya bapak, mengusap pelan pipi anaknya.

Yessi menggeleng pelan, "Emang gak boleh, Yessi manja-manja lagi sama bapak?" tanya nya dengan cemberut.

"Bukan gak boleh, tapi itu ada suami mu. Harus nya kamu manja sama dia" ucap mas bhama, sambil mencomot tempe goreng.

Yessi melihat ke arah Faisal yang juga sedang menatap nya, Yessi yang malu pun langsung beranjak menuju ke dapur lagi.

"Liat kan kelakuan nya kalo di rumah, jadi kamu harus siap dengan segala tingkah laku nya itu" ujar mas bhama tersenyum miring.

Faisal hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan kakak ipar nya itu. Sebenarnya Faisal cukup terkejut tadi, karna Yessi yang ia kenal di tempat kerja dan juga di rumah sangat berbeda. Sebab saat wanita itu berada di tepat kerja, ia terlihat sedikit judes dan cuek. dan yang ia liat barusan adalah Yessi versi manja dan itu sedikit membuat nya gemas.

Setelah mengobrol panjang lebar dengan bapak dan mas bhama, Faisal pun pamit untuk menyusul Yessi yang sedang berada di kamar. Ia mengetuk pintu kamar itu, dan tak lama pintu pun terbuka.

"Bang, ibu minta kita nginep, Abang mau gak?!" ujar Yessi, saat Faisal menutup pintu.

"Tapi kan Abang gak bawa baju?!" jawab Faisal melangkahkan kaki nya menuju ranjang.

"Pake punya mas bhama" kata Yessi pelan.

"Yaudah, boleh" Faisal mengangguk pelan, Lalu ia melihat ke arah sang istri yang sedang memasukan baju ke dalam tas.

"Cuma bawa segitu aja, baju nya?" tanya Faisal, karna yang ia liat cuma ada 1 tas doang.

"Iya, baju Yessi gak terlalu banyak. Palingan nanti sama 1 tas kecil itu" tunjuk nya pada tas yang ada di ujung kasur.

Faisal hanya mengangguk paham. Ia melihat sekeliling kamar itu, dan alis nya langsung naik sebelah, saat mata nya melihat ada banyak poster boyband Korea yang beranggota kan 7 orang, tertempel rapih di kamar istri nya.

"Gak beda jauh ternyata sama Adela dan Kiara..." ucap nya lirih.

"Abang ngomong apa?" tanya Yessi.

"Hah, oh engga, engga ngomong apa-apa!" ucap Faisal tersenyum canggung.

Saat adzan Maghrib berkumandang, bapak mengajak Faisal dan bhama untuk solat berjamaah di musholla deket rumah. Faisal di pinjam kan baju Koko serta sarung oleh kakak ipar nya itu.

"Assalamualaikum" ucap Faisal, saat membuka pintu kamar.

Tak ada jawaban dari yessi, Namun saat melihat ke dalam kamar ternyata istri nya itu sedang solat. Saat Faisal sudah berganti baju, Yessi menyelesaikan solat nya. Ia pun langsung meraih punggung tangan Faisal lalu mencium nya. Sementara Faisal, hanya bisa menelan ludah dengan susah payah karna perlakuan istri nya itu.

"Yessi ke dapur dulu ya bang, mau bantuin ibu" ucap Yessi sambil membuka mukena nya.

"Iya" jawab Faisal singkat.

Setelah beberapa menit kemudian, Yessi pun kembali ke kamar memanggil suami nya, untuk makan malem.

"Bang, makan malem dulu" ucap Yessi, saat membuka pintu.

"Bentar dek, bales chat dari bunda dulu" jawab Faisal, dengan menunjuk layar hp nya.

Kini mereka semua, sudah berkumpul di meja makan. Yessi melihat ibu dan mbak shanum yang mengambil piring untuk suami mereka, jadi Yessi mengikuti nya. Dan Faisal hanya tersenyum tipis, saat Yessi meletakan piring berisi nasi dan lauk di depan nya.

*****

Faisal bangun terlebih dulu dari istri nya itu, ia melihat ke arah jam dinding ternyata sudah jam setengah 5. Ia membangunkan Yessi dengan menepuk pelan pipi istri nya itu.

"Dek bangun, udah jam setengah 5..." ujar Faisal liri, ternyata istri nya itu tak tidur.

"Abang solat aja, Yessi lagi gak solat..." jawab nya, terlihat menahan sakit.

"Kenapa dek?" tanya Faisal yang langsung mendudukkan tubuh nya.

Yessi menggeleng pelan, "Lagi Dateng bulan" jawab nya pelan.

Dan Faisal pun reflek memegang perut Yessi, "Biasa nya gimana, kalo datang bulan kaya gini?" Dan Faisal tidak mendapat jawaban dari istri nya itu.

Faisal menuruni kasur dan beranjak keluar dari kamar, ia menuju ke dapur dan ternyata di sana sudah ada ibu yang sedang memasak.

"Mau solat nak?" tanya Bu Mira pada menantu nya itu.

"Iya Bu" jawab nya tersenyum canggung.

Faisal pun langsung masuk ke dalam kamar mandi, untuk mengambil wudhu. Saat ia keluar, Bu Mira sudah tak ada di tempat tetapi kompor masih dalam keadaan menyala dan di atas nya ada panci yang berisi sayur SOP.

Setelah solat Faisal kembali menghampiri Yessi, yang sedang meringkuk di kasur. Ia mengusap pelan pinggang istri nya itu, hingga membuat Yessi tersentak kaget.

"Maaf bikin kamu kaget" ujar Faisal pelan.

"Abang udah selesai solat nya?" tanya Yessi, karna sedari tadi, Yessi memang menghadap ke arah tembok tidur nya.

"Udah" Faisal mengangguk pelan, "Di kompres pake air hangat ya?" tanya nya.

Tanpa menunggu jawaban yessi, Faisal kembali keluar dari kamar.

"Mau bikin apa bang?" tanya Bu Mira, yang memanggil Faisal sama dengan panggilan Yessi.

"Ini Bu, mau bikin kompres hangat buat Yessi" jelas Faisal dengan tersenyum gugup.

"Ohh, Yessi kalo datang bulan emang begitu bang. Harap maklum ya, kalo dia ngerepotin kamu" ucap Bu Mira.

"Yessi gak ngerepotin kok Bu" jawab Faisal cepat, membuat Bu Mira tersenyum.

Akhirnya Bu Mira lah yang menyiapkan air hangat, dan juga kompresan nya. Setelah mendapat yang di butuhkan, Faisal pun segera kembali ke dalam kamar.

Faisal menaruh baskom berisi air hangat itu di meja kecil, di samping kasur. Dan Ia meminta Yessi untuk berbaring telentang.

Faisal membuka sedikit bagian bawah baju Yessi, membuat tubuh wanita itu menegang seketika. Lalu Faisal meletakan handuk kecil, di perut bawah Yessi.

"Terlalu panas gak air nya?" tanya Faisal. Dan Yessi pun menggeleng.

"Maaf..." ucap Yessi tiba-tiba.

Faisal menyatukan kedua alisnya bingung, "Kenapa minta maaf?".

"Karna Yessi udah bikin Abang repot" jawab nya pelan.

"Gak ada yang nama nya, istri ngerepotin Suami sendiri" Faisal terkekeh kecil. Dan tawa itu pun menular ke Yessi.

Walau Yessi merasa canggung, tapi ia juga merasa nyaman di perlakukan seperti ini oleh Faisal.

Happy Reading 💜

Jangan lupa like dan komen ya guys 🥰

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!