Setelah Andra pamit untuk mengantar pacar nya pulang, Faisal langsung menutup pintu kamar nya. Yessi yang sedang duduk di atas kasur pun seketika panik, apalagi saat melihat Faisal berjalan mendekat ke arah nya.
"Abang mau ngapain?" ucap Yessi, ketika Faisal ikut duduk di kasur.
Faisal yang melihat ketakutan Yessi pun, seketika memiliki ide jahil, "Kenapa, takut? Bukan nya kita udah suami istri?".
"Abang jangan macem-macem ya sama aku, aku pernah di ajarin bela diri lho sama mas bhama" ujar Yessi, dengan mata melotot.
Faisal tersenyum miring, lalu ia mendekat kan wajah nya pada Yessi, "Uhh... gak takut" ucap nya dengan meledek.
Saat melihat mata Yessi berkaca-kaca, Faisal langsung menjauhkan wajah nya dan terkekeh pelan.
"Nanti sore kita kerumah bapak sama ibu, buat ambil baju-baju kamu." ucap Faisal dengan nada lembut.
Yessi langsung menatap Faisal, saat pria itu berbicara dengan nada lembut pada nya. Hari ini memang Yessi merasa, kalo Faisal berbeda dari yang kemarin. Pria itu lebih lembut dan gak dingin pada nya.
Faisal mengambil hp nya yang bergetar, ternyata bunda Dewi mengirimi nya pesan.
Bunda ✉️
Bang, nanti jangan lupa kerumah istri kamu, izin sama orangtua nya kalo kamu mau ngajak anak nya tinggal sama kamu.. Ayah juga udah kirim berkas kalian ke KUA, kata orang nya paling cepat Jumat buku nikah nya jadi.
Faisal membalas pesan tersebut dan menaruh kembali hp nya di meja. Saat mata nya melihat ke atas kasur, ternyata Yessi tertidur dengan masih mengenakan kerudung nya.
"Kenapa gak di lepas aja sih, penutup kepala nya" gumam nya dalam hati.
Faisal merebah kan tubuh nya di samping Yessi, dengan masih menyisakan jarak di antara mereka. Faisal memejam kan mata dan ikut tertidur, namun baru sebentar ia memejamkan mata nya, adzan Dzuhur sudah berkumandang.
Faisal pun beranjak dan langsung menuju ke kamar mandi, setelah mengambil wudhu ia langsung melaksanakan solat. Saat Faisal sudah selesai solat, ia melihat istri nya itu masih tertidur. Jadi ia langsung membangunkan nya.
"Dek bangun, solat dulu" ucap nya tanpa sadar.
Yessi bukan tipe orang yang sulit di bangun kan ketika sedang tidur, maka saat Faisal menyentuh bahu nya Yessi langsung terbangun.
"Solat dulu" lanjut Faisal lagi, dan Yessi pun mengangguk.
Sebelum mengambil wudhu, Yessi lebih dulu membuka tas nya untuk mengambil mukena, setelah mendapatkan nya ia meletakan mukena itu di pinggir kasur. Lalu ia langsung memasuki kamar mandi, untuk buang air kecil, cuci muka dan mengambil wudhu.
Saat Yessi sedang solat, Faisal keluar dari kamar dan melihat Andra yang baru balik dari mengantar pacar nya.
"Widih cerah amat muka, gue tinggal 2 jam udah ngapain aja?" ceplos Andra, ketika ia sampai di depan kamar Faisal.
"Kampret!!!" umpat Faisal dan langsung menendang tulang kering Andra, membuat pria itu mengaduh kesakitan.
Faisal kembali memasuki kamar, usai mengobrol sebentar bersama Andra tadi.
"Udah solat nya?" tanya Faisal.
"Udah bang" jawab Yessi mengangguk pelan.
"Mau makan apa? Abang mau keluar" tanya nya lagi, dengan menyebut diri nya sendiri Abang.
"Huh, oh itu, terserah Abang aja" jawab Yessi gugup.
"Nasi Padang mau? atau mau yang lain?" tanya Faisal lagi. Karna ia bingung, kalo jawaban nya terserah.
"Nasi Padang boleh, tapi jangan pake rendang ya bang" Yessi gak terlalu menyukai daging, seperti bapak nya.
"Terus mau nya, pake apa?" tanya Faisal dengan alis yang naik sebelah.
"Ikan mas kuah kuning aja kalo ada. kalo gak ada, ayam juga gak papa" jawab Yessi tersenyum. Dan Faisal pun mengangguk.
Faisal meraih kunci motor dan juga dompet nya, "Kunci aja pintu nya dari dalem" ujarnya sebelum membuka pintu.
Yessi memainkan ponsel nya, sambil menunggu suami nya datang. karna bosen, Yessi pun beranjak dan melihat-lihat isi kamar Faisal. Untuk ukuran seorang laki-laki, kamar suami nya itu terlihat sangat rapih. Yessi melihat ada beberapa foto, yang terpasang di dinding kamar. Dari mulai foto kecil Faisal, hingga foto keluarga. Namun ada 1 foto yang menarik perhatian Yessi, yaitu Foto Faisal waktu masih kecil bersama dengan dua orang, yang wajah nya sangat mirip dengan suami nya itu.
Saat Yessi ingin menyentuh foto itu, tiba-tiba pintu kamar terbuka.
"Assalamualaikum" ucap Faisal, saat membuka pintu.
"Waalaikumsalam..." jawab Yessi lirih.
Faisal masuk dan langsung menuju ke rak penyimpanan alat makan. Lelaki itu mengambil piring, sendok dan juga gelas.
"Makasih bang" ucap Yessi, yang menerima piring dari Faisal.
"Di buka aja kerudung nya, lagian di sini gak ada siapa-siapa!" ujar Faisal pada Yessi.
Dengan sedikit ragu, Yessi membuka penutup kepala nya itu. Sebenar nya dari tadi yessi ingin melepas nya, tapi takut Faisal risih melihat nya tanpa hijab.
Faisal langsung terdiam begitu Yessi membuka hijab nya, istri nya itu terlihat cantik dengan rambut hitam yang sedikit berantakan. Tiba-tiba saja, jantung nya berdetak kencang.
"Dek, mau kerumah bapak sama ibu kapan?" tanya Faisal, saat berhasil mengendalikan ekspresi nya.
"Kalo Abang gak capek, nanti sore aja" jawab Yessi, dengan gugup, bahkan ia tak menatap suami nya ketika bicara.
*****
"Udah selesai?" tanya Faisal, saat Yessi keluar dari kamar.
Tadi istri nya itu sedang bersiap, karna mereka akan ke rumah orangtua Yessi. Faisal ingin meminta izin secara langsung, untuk mengajak Yessi tinggal bersama dia. Sekaligus meminta maaf, pada mertua nya itu atas apa yang sudah terjadi kemarin.
"Udah bang!" jawab Yessi. Dan Faisal pun segera mengunci pintu nya.
"Yessi gak pake helm bang?!" kata Yessi, saat mereka menuruni tangga.
Faisal yang baru kepikiran pun, langsung kembali naik dan meminta Yessi untuk menunggu nya di bawah. Faisal berjalan ke kamar Andra dan mengetuk pintu kamar kost pria itu.
"Gue pinjem helm lu dulu sini" ucap Faisal, saat Andra membuka pintu nya.
Andra mengernyit kan alisnya, "Mau kemana lu?".
"Ke rumah, Yessi!" jawab Faisal, pada Andra yang sedang mengambil helm.
Andra menyodorkan helm milik nya pada Faisal yang langsung di terima oleh lelaki itu. "Gue kira besok kesono nya".
Faisal tak menjawab lagi perkataan Andra, ia langsung pamit pada lelaki itu, karna takut Yessi menunggu nya terlalu lama di bawah.
"Kamu pake helm Abang aja" ujar Faisal, saat sudah berdiri di depan Yessi.
Yessi langsung menerima helm yang di sodorkan oleh Faisal dan memakai nya. setelah Yessi siap, Faisal pun langsung melajukan motor nya dengan santai.
Saat di lampu merah, Faisal menarik tangan Yessi dan melingkarkan nya di pinggang. "Pegangan takut jatuh" alibi Faisal. 'padahal mah modus'.
Yessi merasakan jantung nya berdetak lebih cepat, saat memeluk pinggang Faisal, belom lagi wangi khas pria itu, membuat Yessi tak berani untuk membuka mulut nya.
"Mau mampir beli sesuatu dulu gak, buat di rumah ibu?" tanya Faisal.
"Gak usah bang, langsung aja!" jawab Yessi.
Dan setelah lampu berubah menjadi hijau, Faisal pun kembali melajukan motor nya, kali ini ia membawa nya dengan sedikit kencang.
Sebenarnya sedari tadi, Faisal sedang merasa sedikit gelisah karna hendak bertemu dengan mertua nya itu. Tapi ia mencoba untuk terlihat biasa aja di depan Yessi.
Kini Yessi dan Faisal pun akhirnya sampe di rumah Yessi. Bapak terlihat sedang duduk di teras bersama mas bhama. Dan ketika melihat anak perempuan nya dateng, bapak langsung berdiri dengan senyum lebar nya.
"Assalamualaikum" ucap Yessi dan Faisal, dengan mencium punggung tangan bapak dan mas bhama.
"Waalaikumsalam" jawab kedua nya. Lalu Bapak mengajak mereka semua untuk masuk, dan mengobrol di dalam.
Happy Reading 💜
Jangan lupa like dan komen ya guys 🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments