Bab 13 Berbagi

hari ini hari jum’at Nayla dan teman-temannya tidak ikut acara camping sekolah, akhirnya mereka berempat membuat nasi kotak untuk di bagi-bagikan kepada orang-orang. Nayla juga sudah membicarakan perihal ini pada kedua orang tuanya tadi malam sewaktu makan malam, orang tuanya serta kakaknya juga ikut menyumbangkan uang untuk tambah-tambah.

Nayla merasa bahagia, walau kehidupan mereka sederhana tetapi orang tuanya mengajarkan mereka untuk tetap berbagi, karena di setiap uang yang kita terima itu ada hak anak yatim dan duafa.

“Jadi pesan makanan di ibunya teman kamu Nay ?” Tanya Rasti

“Jadi mah, kita Cuma bikin 100 porsi nanti uang yang dari papah aku masukin amplop saja buat tambah-tambah. Bolehkan pah ?” Ucap Nayla

“Boleh aja, kan uangnya udah papah kasih ke kamu jadi kamu bebas mau di kasih ke siapa pun dengan catatan harus amanah dan tepat sasaran siapa yang akan di bantu” Jawab Handa

“Berangkat sekarang dek ?” Tanya Ali yang baru saja keluar dari kamarnya

“Iya kak, kita ke rumah Siska dulu terus ke rumah Sinta” Jawab Nayla

“Oke, pah aku pinjam mobil ya” Ucap Ali

“Pakai saja” Jawab Handa

“Ayo kita berangkat, kami pergi ya pah mah” Pamit Ali dan Nayla lalu mencium punggung tangan kedua orang tuanya.

Setelah menjemput Siska dan Sinta, mereka menyusuri jalan setiap ada pemulung, pengamen dan pengemis mereka memberikan makanannya. Karena masih banyak mereka juga membagikan ke masjid yang mereka lewati, saat di perjalanan Sinta melihat seorang ibu dan anaknya yang berteduh di pohon yang rindang dan mereka pun menghampirinya dan memberikan makanan dan amplop untuknya.

“Pemisi bu” Ucap Sinta mendahulu teman-temannya

“Iya, ada apa yah mbak ?” Tanya ibu tersebut merasa terkejut karena melihat mereka

“Kami ada sedikit rezeki buat ibu, mohon di terima ya” Jawab Siska

“Alhamdulillah makasih yah nak, alhamdulillah bisa buat beli obat anak saya” Ucap ibu tersebut sambil menangis terharu

“Semoga bermanfaat yah bu, sebaiknya ibu cepat beli obat dan pulang. Kasihan adeknya bu” Ucap Rizky

“Iya, sekali lagi terima kasih yaj nak. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua” Ujar Ibu tersebut

“Amiiiin” Jawab Mereka

“Alhamdulillah habis juga” Ucap Siska

“Iya alhamdulillah” Jawab Nayla

Setelah semuanya habis, karena waktu menunjukkan pukul setengah dua belas Ali dan Rizky mencari masjid.

“Kakak sama Rizky jum’atan dulu yah dek” Ucap Ali

“Kalian mau kitu masuk atau mau makan dulu ?” Tanya Rizky

“Kita ikut ke masjid aja, nanti kita makan siangnya bareng-bareng” Jawab Sinta

“Gak papa nih nungguin kita dulu ?, takutnya kalian sudah lapar” Tanya Ali

“Gak papa kak, benar kan Nay Sis?. atau kalian sudah lapar ?” Ucap Sinta

“Iya, benar kata Sinta kita makannya sama-sama saja nanti” Jawab Siska

“Ya sudah, ayo kita ke masjid nanti ke buru adzan lagi” Ajak Rizky

Mereka pun pergi ke masjid, Nayla dan Siska ikut masuk karena akan melaksanakan sholat dzuhur sedangkan Sinta dia menunggu di luar. Pada saat Sinta menunggu di luar ada seorang nenek yang menhampirinya dan bertanya.

“Kenapa kamu tidak masuk nak ?, apa kamu sedang udzur ?” Tanya Nenek tersebut (Udzur/datang bulan)

“Tidak nek” Jawab Sinta karena bingung menjelaskannya

“Kalau begitu kenapa tidak masuk ?” Tanya nenek itu lagi

“Maaf saya bukan orang muslim nek, saya beragama Nasrani. Dan saya di sini sedang menunggu teman-teman saya sedang melaksanankan ibadah” Jawab Sinta

“Maafkan nenek, nenek tidak tahu nak” Ucap nenek tersebut merasa bersalah

“Tidak papah nek, wajar saja nenek bertanya seperti itu. Nenek mau masuk silah kan nek” Jawab Sinta

“Sungguh indah pertemanan kalian nak, semoga kalian selalu bahagia” Ucap nenek tersebut

“Amin, makasih nek” Jawab Sinta yang dibalas dengan anggukan oleh sang nenek

*****

Setelah melaksanakan jum’atan dan sholat dzuhur, mereka langsung pergi ke café milik Ali untuk makan siang.

“Sis anterin aku ke kamar mandi yuk” Pinta Nayla

“Ayo” Jawab Siska

Sedangkan Sinta, Rizky dan Ali sibuk dengan ponselnya masing-masing. Di kamar mandi Nayla mencoba memegang lengan Siska dan Siska pun langsung mengeram menahan rasa sakit.

“Awwwwssss” Ringis Siska

“Aku sudah curiga dari tadi sama kamu Cuma aku tahan dulu saja, kamu di pukul lagi sama ayah kamu ?” tanya nayla dan Siska hanya diam saja

“Ayo ngomong Sis, jangan diam aja” Desak Nayla

Air mata Siska meluncur tanpa di undang lalau memeluk Nayla dan saat itu juga Nayla ikut menangis.

“Nanti nginep di rumah akua ja Sis” Pinta Nayla

“Enggak Nay, aku gak enak sama orang tua kamu Nay” Jawab Siska sambil menggelengkan kepala

“Gak papa, papah dan mamah juga malah seneng karena akua da teman tidur” Ucap Nayla

“Kamu di pukul dimana lagi ?” Lanjut tanya Nayla

Siska membuka kancing bajunya sedikit, hingga memperlihatkan lengan kanan atas yang lebam. Siskan juga menunjukkan bagian pelipisnya yang sobek hanya di tutup plester. Nayla menutup mulutnya, sungguh Nayla merasa miris. Bagaimana seorang ayah yang menyakiti putrinya sendiri, yang dimana seharusnya seorang ayah menjadi cinta pertama di hidup putrinya bukan menjadi samsak hidupnya.

“Seharusnya kamu nggak usah pulang tadi pagi” Ucap Nayla

“Iya, udah yuk kita keluar. Lapeeeer nih” Ujar Siska mengalihkan pembicaraan, Nayla mengangguk dan mendorong kursi roda kembali ke meja karena Nayla belum sepenuhnya sembuh.

“Lama benget sih Nay” Gerutu Sinta

“Dek kamu kenapa kok mukanya kayak gitu ?” Tanya Ali memperhatikan wajah sang adik

“Tadi aku ke masukan debu, jadi perih bekasnya gini” Jawab Nayla lalu memulai makannya.

*****

Nayla dan Ali dalam perjalanan pulang setelah mengantarkan teman-temannya ke rumah masing-masing.

“Kak” Panggil Nayla

“Apa ?” Tanya Ali

“Hmm, enggak jadi deh” Jawab Nayla bimbang

“Ck, kenapa sih ?. kamu tadi habis nangiskan ?, bilang sama kakak kenapa kamu menangis ?” Tanya Ali

“Gak kenapa-napa, cumaaaaaaaaan…” Jawab Nayla terpotong karena merasa bingung

“Cuman apa ?, jangan setengah-setengah dong ngomongnya” Ujar Ali sudah tidak sabar mendengar apa yang akan adiknya bicarakan.

“Siska abis di pukuli sama ayahnya” Jawab Nayla Ali yang mendengar itu pun terkejut

“APA ?!, emangnya kenapa ?” Tanya Ali dengan penasaran

“Aku gak tahu kak, tapi setahu aku emang ayahnya suka mabuk dan kasar setelah bangkrut. Sedangkan mamanya pergi meninggalkan ayahnya dan menikah lagi, adik Siska ikut mamanya karena masih kecil. Siska juga sebenarnya di ajak tapi Siska gak mau dan memilih hidup berdua dengan ayahnya” Jawab Nayla sambil menitikan air mata

Ali menghentikan mobilnya, lalu menhapus air mata Nayla.

“Kamu jadi temannya harus bisa kasih support, kalian sudah temenan dari SMP, kamu yang paling mengerti kondisi Siska di banding teman kamu yang lain. Dia butuh support dan perhatian kamu dek” Ucap Ali

“Iya kak, kakak benar” Jawab Nayla

“Sekarang kita pulang ya” Ajak Ali

“Berangkat !!!!” Seru Neyla bersemangat

Mobil kembali melaju membelah jalanan sore hari ini, Nayla membuka bagian jendela kaca mobil.

“Kakak kalau nanti ada penjual es kim nong-nong beli ya, udah lama gak beli es krim bareng kaka” Ucap Nayla

“Iya, nanti kalau ad akita beli” Jawab Ali tersenyum

Episodes
1 Bab 1 Pertemuan Pertama
2 Bab 2 Membeli Perlengkapan Camping
3 Bab 3 Pesan Dari Seseorang
4 Bab 4 Kedatangan Juan dan Perhatian Rangga
5 Bab 5 Sekolah
6 Bab 6 Meminta Putus
7 Bab 7 POV Rangga
8 Bab 8 Di Café
9 Bab 9 Ketahuan
10 Bab 10 Rumah Sakit
11 Bab 11 Kepergian Juan
12 Bab 12 Taman
13 Bab 13 Berbagi
14 Bab 14 Pergi Untuk Selamanya
15 Bab 15 Bangkit
16 Bab 16 Kedatangan Tamu
17 Bab 17 Jawaban Nayla
18 Bab 18 Kemarahan Ali
19 Bab 19 Ke Rumah Rangga
20 Bab 20 Duet
21 Bab 21 Mungungkapkan Perasaan
22 Bab 22 Bioskop
23 Bab 23 Tragedi Di Jalan
24 Bab 24 Berjunjung Ke Pabrik
25 Bab 25 Jalan-Jalan Malam
26 Bab 26 Olah Raga Pagi
27 Bab 27 Permintaan Mamah Rangga
28 Bab 28 Pergi Ke Kampung Nenek
29 Bab 29 Pondok Pesantren Al-Ikhlas
30 Bab 30 Jalan-Jalan Di Kampung Nenek
31 Bab 31 Orang Di Masa Lalu Rangga
32 Bab 32 Pulang Dan Penjelasan
33 Bab 33 Wisuda Sekolah
34 Bab 34 Pesta Kecil-Kecilan
35 Bab 35 Perjodohan
36 Bab 36 Berita Perjodohan Rangga
37 Bab 37 Mulai Kuliah dan Di Pabrik
38 Bab 38 Chat Dari Mami Rangga
39 Bab 39 Pertemuan Juan dan Rangga
40 Bab 40 Di Kampus
41 Bab 41 Ketahuan Dengan Om-Om
42 Bab 42 Perdebatan
43 Bab 43 Mimpi
44 Bab 44 Cabang Baru
45 Bab 45 Merenggang
46 Bab 46 Rumah Sakit dan Rencana Pindah
47 Bab 47 Di Tembak Dosen
48 Bab 48 Surat Dari Nayla
49 Bab 49 Kepergian Nayla dan Pondok Pesantren
50 Bab 50 Hari Pertama Di Pesantren
51 Bab 51 Kegiatan Di Pesantren Dan Bertemu Seseorang
52 Bab 52 Kecelakaan
53 Bab 53 Libur Semesteran
54 Bab 54 Mengetahui Kabar Rangga dan Pertemuan Pertama
55 Bab 55 Bertemu Okta
56 Bab 56 Siuman
57 Bab 57 OTW Bandung
58 Bab 58 Acara Lamaran Riki dan Pernikahan Riki
59 Bab 59 Resepsi Pernikahan Rangga dan Zulaika
60 Bab 60 Akankah Aku Dapatkan Cintanya
61 Bab 61 Buah Dari Kesabaran dan Akhirnya Sah
62 Bab 62 Suka Duka Poligami
63 Bab 63 Mimpi Buruk
64 Bab 64 Qodarullah dan Dua Berita Duka
65 Bab 65 Ikhlas
66 Bab 66 Tanda-Tanda Pelakor
67 Bab 67 Dugaan
68 Bab 68 Makan Malam
69 Bab 69 Periksa Kandungan
70 Bab 70 Menolong Seseorang
71 Bab 71 Rizky mengenal Fuji
72 Bab 72 Tawaran Rizky
73 Bab 73 Mulai Bekerja dan Perhatian
74 Bab 74 Berkunjung Ke Rumah Erika
75 Bab 75 Rumah Sakit
76 Bab 76 Berkunjung Ke Rumah Sakit
77 Bab 77 Bertemu Dokter Wisnu
78 Bab 78 Bandung
79 Bab 79 Menjenguk Fuji Di Rumah Sakit
80 Bab 80 Sidang Skripsi Rangga
81 Bab 81 Kedatangan Keluarga Bandung
82 Bab 82 Jalan-Jalan Malam
83 Bab 83 Ali Pulang
84 Bab 84 Berkunjung Ke Kampung Mertua
85 Bab 85 Mulut Julid Tetangga
86 Bab 86 Telpon Dari Seseorang
87 Bab 87 Bertemu Seseorang yang menyukai Rangga
88 Bab 88 Kedatangan Dina
89 Bab 89 Dina Hamil
90 Bab 90 Ngidam Makan Bersama
91 Bab 91 Melahirkan
92 Bab 92 Kembali Ke Rumah
93 Bab 93 Menjadi Orang Tua Baru
94 Bab 94 Telpon Dari Riki
95 Bab 95 Telpon Dari Seseorang
96 Bab 96 Pulang Ke Desa Mertua
97 Bab 97 Jalan-Jalan Di Desa Mertua
98 Bab 98 Terbongkar Niat Buruk Dina
99 Bab 99 Pesan Dari Gus Ezra
100 Bab 100 Meluruskan Kesalahan
101 Bab 101 Hari Bahagia Siska
102 Bab 102 Nayla Mengetahui
103 Bab 103 Penolakan
104 Bab 104 Kedatangan Gus Riqza
105 Bab 105 Belanja Untuk Donasi
106 Bab 106 Si Kembar Sakit
107 Bab 107 Telpon Dari Fuji
108 Bab 108 Kabar Nenek Arsyita
109 Bab 109 Kematian Nenek Arsyita
110 Bab 110 Kepulangan Rizky dan Fuji
111 Bab 111 Happy Ending
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Bab 1 Pertemuan Pertama
2
Bab 2 Membeli Perlengkapan Camping
3
Bab 3 Pesan Dari Seseorang
4
Bab 4 Kedatangan Juan dan Perhatian Rangga
5
Bab 5 Sekolah
6
Bab 6 Meminta Putus
7
Bab 7 POV Rangga
8
Bab 8 Di Café
9
Bab 9 Ketahuan
10
Bab 10 Rumah Sakit
11
Bab 11 Kepergian Juan
12
Bab 12 Taman
13
Bab 13 Berbagi
14
Bab 14 Pergi Untuk Selamanya
15
Bab 15 Bangkit
16
Bab 16 Kedatangan Tamu
17
Bab 17 Jawaban Nayla
18
Bab 18 Kemarahan Ali
19
Bab 19 Ke Rumah Rangga
20
Bab 20 Duet
21
Bab 21 Mungungkapkan Perasaan
22
Bab 22 Bioskop
23
Bab 23 Tragedi Di Jalan
24
Bab 24 Berjunjung Ke Pabrik
25
Bab 25 Jalan-Jalan Malam
26
Bab 26 Olah Raga Pagi
27
Bab 27 Permintaan Mamah Rangga
28
Bab 28 Pergi Ke Kampung Nenek
29
Bab 29 Pondok Pesantren Al-Ikhlas
30
Bab 30 Jalan-Jalan Di Kampung Nenek
31
Bab 31 Orang Di Masa Lalu Rangga
32
Bab 32 Pulang Dan Penjelasan
33
Bab 33 Wisuda Sekolah
34
Bab 34 Pesta Kecil-Kecilan
35
Bab 35 Perjodohan
36
Bab 36 Berita Perjodohan Rangga
37
Bab 37 Mulai Kuliah dan Di Pabrik
38
Bab 38 Chat Dari Mami Rangga
39
Bab 39 Pertemuan Juan dan Rangga
40
Bab 40 Di Kampus
41
Bab 41 Ketahuan Dengan Om-Om
42
Bab 42 Perdebatan
43
Bab 43 Mimpi
44
Bab 44 Cabang Baru
45
Bab 45 Merenggang
46
Bab 46 Rumah Sakit dan Rencana Pindah
47
Bab 47 Di Tembak Dosen
48
Bab 48 Surat Dari Nayla
49
Bab 49 Kepergian Nayla dan Pondok Pesantren
50
Bab 50 Hari Pertama Di Pesantren
51
Bab 51 Kegiatan Di Pesantren Dan Bertemu Seseorang
52
Bab 52 Kecelakaan
53
Bab 53 Libur Semesteran
54
Bab 54 Mengetahui Kabar Rangga dan Pertemuan Pertama
55
Bab 55 Bertemu Okta
56
Bab 56 Siuman
57
Bab 57 OTW Bandung
58
Bab 58 Acara Lamaran Riki dan Pernikahan Riki
59
Bab 59 Resepsi Pernikahan Rangga dan Zulaika
60
Bab 60 Akankah Aku Dapatkan Cintanya
61
Bab 61 Buah Dari Kesabaran dan Akhirnya Sah
62
Bab 62 Suka Duka Poligami
63
Bab 63 Mimpi Buruk
64
Bab 64 Qodarullah dan Dua Berita Duka
65
Bab 65 Ikhlas
66
Bab 66 Tanda-Tanda Pelakor
67
Bab 67 Dugaan
68
Bab 68 Makan Malam
69
Bab 69 Periksa Kandungan
70
Bab 70 Menolong Seseorang
71
Bab 71 Rizky mengenal Fuji
72
Bab 72 Tawaran Rizky
73
Bab 73 Mulai Bekerja dan Perhatian
74
Bab 74 Berkunjung Ke Rumah Erika
75
Bab 75 Rumah Sakit
76
Bab 76 Berkunjung Ke Rumah Sakit
77
Bab 77 Bertemu Dokter Wisnu
78
Bab 78 Bandung
79
Bab 79 Menjenguk Fuji Di Rumah Sakit
80
Bab 80 Sidang Skripsi Rangga
81
Bab 81 Kedatangan Keluarga Bandung
82
Bab 82 Jalan-Jalan Malam
83
Bab 83 Ali Pulang
84
Bab 84 Berkunjung Ke Kampung Mertua
85
Bab 85 Mulut Julid Tetangga
86
Bab 86 Telpon Dari Seseorang
87
Bab 87 Bertemu Seseorang yang menyukai Rangga
88
Bab 88 Kedatangan Dina
89
Bab 89 Dina Hamil
90
Bab 90 Ngidam Makan Bersama
91
Bab 91 Melahirkan
92
Bab 92 Kembali Ke Rumah
93
Bab 93 Menjadi Orang Tua Baru
94
Bab 94 Telpon Dari Riki
95
Bab 95 Telpon Dari Seseorang
96
Bab 96 Pulang Ke Desa Mertua
97
Bab 97 Jalan-Jalan Di Desa Mertua
98
Bab 98 Terbongkar Niat Buruk Dina
99
Bab 99 Pesan Dari Gus Ezra
100
Bab 100 Meluruskan Kesalahan
101
Bab 101 Hari Bahagia Siska
102
Bab 102 Nayla Mengetahui
103
Bab 103 Penolakan
104
Bab 104 Kedatangan Gus Riqza
105
Bab 105 Belanja Untuk Donasi
106
Bab 106 Si Kembar Sakit
107
Bab 107 Telpon Dari Fuji
108
Bab 108 Kabar Nenek Arsyita
109
Bab 109 Kematian Nenek Arsyita
110
Bab 110 Kepulangan Rizky dan Fuji
111
Bab 111 Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!