MISTERI RUMAH BARU

MISTERI RUMAH BARU

BAB 1 TEMAN BARU

Sebuah mobil sedan hitam melaju pelan melewati lahan sawah yang terbentang luas. Tak lama terlihat perumahan yang berjejeran menandakan sudah memasuki perumahan desa Asri. Mobil hitam itu belok ke kiri ke pekarangan rumah pertama yang tepat berada di samping sawah.

Terlihat pria paruh baya keluar dari pintu kemudi lalu di susul wanita berjilbab coklat. Mereka tampak sedang melihat lihat sekitar.

"Benar ini pak rumahnya? "Wanita itu masih asik melihat-lihat detail rumah yang akan mereka tinggali.

"Benar Bu. Kemarin hari Rabu Bapak juga sudah kesini untuk melihat-lihat dan sekalian membersihkannya. "Jawab suaminya.

Setelah melihat-lihat sekitar wanita itu kembali kedalam mobil untuk membangunkan bocah lelakinya.

"Barka bangun, kita sudah sampai. "Ia menepuk pelan tubuh sang anak.

Mereka adalah keluarga Barka, ayahnya bernama Pak Danang dan ibunya Bu Darmi. Mereka baru pindah ke desa Asri ini karena pekerjaan Pak Danang yang di pindah tugaskan. Desa Asri tidak jauh dari pusat kota jadi Pak Danang lebih memilih tinggal di desa itu dari pada di pusat kota yang biaya hidupnya lebih mahal.

Barka keluar dari mobil, ia melihat rumah yang akan mereka tempati. Rumah dengan tembok putih bergaris-garis dan pagar putih yang mengelilingi terasnya. Ada tiga undakan tangga menuju terasnya.

"Barka ayo sini bantu turunin barang-barangnya. " saat sedang asik melihat-lihat Ibunya memanggil untuk menurunkan barang-barang pindahan.

Barka kembali menuju ke mobil untuk membantu ayahnya menurunkan barang-barang. Tanpa mereka sadari sejak mereka datang ada yang sedang memperhatikan dari dalam jendela rumah yang sedikit tersibak.

Barka memasuki ruangan yang akan ia jadikan kamarnya, begitu pintu terbuka terdapat tempat tidur berukuran sedang dengan meja di kanan kirinya dan lemari kayu untuk pakaian.

Jam sudah menunjukkan pukul 18.24 setelah selesai mandi Barka menuju ke ruang keluarga, ia melihat ayahnya sedang duduk di sofa dengan laptop di pangkuannya.

"Yah, di kamarku belum ada meja belajarnya. " Barka duduk di sebelah ayahnya.

"Besok ya, pulang kerja ayah belikan. "Ayahnya menjawab tanpa menoleh ke Barka, ia terlihat sangat sibuk dengan pekerjaannya.

Barka yang tidak ingin mengganggu ayahnya lebih memilih menghampiri ibunya yang sedang memasak. Ruang tamu dengan dapur hanya bersebrangan jadi ia bisa melihat ibunya yang sedang menyiapkan makan malam.

Setelah makan malam Barka lebih memilih ke kamar untuk membaca buku, ia anak yang sangat suka membaca semua buku. saking asiknya membaca tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 10 lewat. Ia memutuskan untuk menyudahi membacanya dan tidur karena besok adalah hari pertamanya di sekolah baru.

Ia menutup bukunya dan meletakkannya di atas meja samping ranjang, karena merasa ingin buang air kecil Barka keluar kamar untuk ke kamar mandi. Saat kembali dari kamar mandi ia terkejut karena buku yang tadi ia letakkan di meja sudah ada di atas kasur lagi. Barka berpikir mungkin ia lupa menaruhnya lalu ia kembalikan lagi ke atas meja dan tidur.

...*****...

Pagi harinya Barka berangkat kesekolah barunya bersama ayahnya yang satu arah, sesampainya di depan sekolah sebelum turun dari mobil Barka menyalami tangan ayahnya untuk berpamitan.

"Assalamu'alaikum," Barka mencium tangan ayahnya.

"Waalaikumsalam, belajar yang bener. "Jawab Pak Danang.

Barka sedikit berlari melewati gerbang sekolahan yang bertuliskan SMP 2 JAYA. Saat melewati gerbang ia melihat pos satpam dan menghampirinya.

"Permisi Pak, ruang kepala sekolah ada di mana ya Pak? " Tanya Barka sopan.

"Kamu murid baru ya, ayo biar saya antar. "Jawab satpam tersebut.

Barka hanya mengangguk dan mengikuti langkah satpam itu. Sesampainya di depan ruang kepala sekolah satpam tersebut pamit kembali ke pos lagi.

Barka mengetuk pintu dan mengucapkan salam, tak lama terdengar suara yang menyuruhnya masuk.

"Permisi pak, saya murid pindahan yang ingin mendaftar di sekolah ini pak. " Ucapnya sedikit gugup karena baru pertama kali ke sekolah ini.

"Sudah bawa berkas-berkasnya, " tanya kepala sekolah yang sedang duduk di depanya.

"Sudah pak. " Barka menyerahkan semua persyaratan yang di butuhkan.

Kepala sekolah tersebut melihat berkas yang di bawanya sekilas lalu meminta untuk mengikutinya. Barka mengikuti kepala sekolah itu melewati lorong koridor yang memanjang lalu sampailah aku di depan kelas yang bertuliskan kelas 9B.

"Pak Eko saya minta waktunya sebentar," ijin kepala sekolah kepada guru yang sedang mengajar di kelas tersebut.

"Silahkan pak. "Jawab guru itu.

"Anak-anak ini adalah teman baru kalian. Namanya? " kepala sekolah itu menoleh kearah Barka untuk memintanya mengenalkan dirinya.

"Barka Aji Putra Pak. "

"Namanya Barka, jadi mulai sekarang Barka akan menjadi bagian dari kelas 9B," setelah itu bapak kepala sekolah undur diri.

"Barka silahkan duduk di bangku yang masih kosong. " Pak Eko mempersilahkan untuk duduk.

Barka melihat bangku kosong di belakang sendiri, di sampingnya ada anak laki-laki memakai kacamata.

"Apa bangku ini kosong?" Anak laki-laki itu tersenyum dan mengangguk.

"Namaku Edo. " Ia memperkenalkan dirinya.

Barka mengangguk dan semua anak-anak sudah mulai fokus kembali ke pelajaran.

Bel sudah berbunyi sebagian anak-anak keluar menuju kantin dan ada yang masih di dalam kelas. Dua anak laki-laki di bangku depan Barka menoleh ke belakang.

"Hei Barka, kenalin aku Alex dan ini temanku Davit. Kamu pindahan dari mana. " Alex bertubuh kurus sedangkan Davit sedikit berisi.

"Aku pindahan dari SMP 1 Bakti." Jawab Barka.

"Lebih baik kita ngobrol sambil ke kantin aja, " usul Davit.

"Ngomong aja udah enggak tahan pengen makan. " Edo menggeplak bahu Davit dengan gulungan buku tulis.

Davit dan Alex tertawa melihat ulah Edo. Mereka memutuskan ke kanti untuk mengisi perut. Sesampainya di kantin mereka bertiga menuju bangku yang diduduki dua anak perempuan, Barka hanya mengikuti dari belakang.

"Nay, kenalin ini Barka teman baru kita. Dia baru pindah hari ini." Alex memperkenalkannya dengan dua gadis yang sedang menikmati semangkuk bakso yang masih terlihat mengepulkan asap.

"Salam kenal Barka namaku Naya dan ini temanku Arini. " Jawab siswi yang memiliki rambut lurus sebahu.

Barka duduk bersebrangan dengan cewek yang bernama Arini, ia memiliki kulit yang putih daripada Naya. Namun Barka merasa heran karena sedari ia datang Arini terus menatapnya seolah ada yang aneh dari Barka.

"Ada yang mengikuti mu, " selesai makan tiba-tiba Arini bersuara dengan pandangan matanya yang mengarah ke Bagas.

Barka sedikit terkejut saat mendengar suaranya, bukan karena suaranya tapi dengan kata-kata yang ia ucapkan. Barka masih diam tidak menjawab karena masih bingung dengan yang ia ucapkan.

"Arini ini bisa dibilang indigo, jadi dia punya kemampuan bisa melihat hal yang tidak bisa dilihat. " Naya yang paham akan kebingungan yang terlihat di muka Barka menjelaskan apa yang tengah di bicarakan oleh Arini.

"Tunggu, jadi maksudnya ada setan yang mengikuti Barka? " Alex bertanya pada Arini.

Arini mengangguk kecil. Arini tampak sedang memikirkan sesuatu.

"Sepertinya aku pernah melihatnya, dimana kamu tinggal? " Arini bertanya sambil menatapku lekat.

"Aku baru pindah kemarin di desa Asri, "

"Bagaimana jika nanti sepulang sekolah kita main ke rumahnya Barka saja. Sekalian ngerayain teman baru kita ini. Bagaimana bolehkan Ka?" Edo bertanya pada Barka yang otaknya masih mencerna perkataan Arini.

"Boleh. "Barka mengangguk pertanda setuju.

Dilihatnya Arini yang masih saja tampak berfikir dengan pandangan yang sesekali mengarah ke arah Barka. Tak terasa bel sudah berbunyi lagi menandakan jam istirahat sudah habis. Semua anak bubar dari kantin dan menuju kelas masing-masing.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!