BAB 4 SOSOK YANG MELAMBAIKAN TANGAN

Barka memperhatikan gurunya yang sedang menjelaskan di depan akan tetapi pikiran dia masih terbayang dengan cerita Arini yang mengatakan mimpi melihat lukisan. Entah mengapa ia jadi menghubung-hubungkan dengan mimpinya juga.

"Ada yang belum paham anak-anak? " Tanya Bu Dwi selaku guru IPA yang sedang mengajar di depan papan tulis.

Tidak ada yang menjawab, merasa sudah peham dengan penjelasannya Bu Dwi membagikan sebuah kertas HVS untuk setiap muridnya.

"Baiklah kurasa sudah paham semuanya, sekarang tugas kalian membuat sebuah kelompok untuk melakukan percobaan penjernihan air dengan alat dan bahan seperti yang sudah Ibu jelaskan tadi. Kelompoknya 4 sampai 5 orang. " Bu Dwi menjelaskan tugasnya kepada anak-anak.

"Setelah itu kalian buat laporan sesuai dengan hasil percobaannya. Ada yang ditanyakan? " Lanjutnya.

"Tidak Bu. "Jawab mereka bebarengan.

Tidak lama setelah itu bel pulang berbunyi, semua siswa-siswi berhamburan untuk pulang.

"Gimana kalo nanti sore kita main ke rumah Barka. Terasnya kan cocok untuk bersantai apalagi pemandangan sawah samping rumahnya bagus. "Usul Alex.

"Boleh juga, setelah dilihat-lihat rumahnya juga tidak semenyeramkan sebelum ada penghuninya. " Edo ikut menimpali.

Setelah itu mereka berempat pulang berboncengan. Sesampainya di depan rumah Barka, mereka bertiga pulang kerumah masing-masing untuk mengganti baju dan izin ke orang tua mereka.

Barka duduk di teras menunggu teman-temannya yang katanya akan datang. Saat ia menatap lurus jalanan yang ada di depan rumahnya ia seperti mendengar seseorang memanggil namanya dari telinga kanannya. Barka menoleh kearah kanan dimana terbentang petak sawah yang luas, dari kejauhan ia melihat seseorang berdiri di tengah sawah dan melambaikan tangan.

Sosok yang melambai itu seperti anak seusianya memakai baju serba putih. Seperti terhipnotis Barka bangun dari duduknya dan akan menghampirinya. Pandangannya tetap tertuju ke arah sawah dimana anak itu yang masih saja melambaikan tangan. Kaki Barka sudah menapak di lumpur sawah akan tetapi ia masih belum juga sadar dengan apa yang sedang ia lakukan.

Dari arah jalan melaju sepeda scoopy warna merah yang sedang di kendarai Arini dan Naya. Mereka berdua baru pulang, setelah pulang sekolah mereka masih harus ikut ekstrakurikuler pramuka. Dari kejauhan Arini melihat Barka yang berjalan dengan pandangan kosong.

"Nay itukan Barka. " Arini menepuk-nepuk pundak Naya.

"Dimana? " Naya memberhentikan sepeda nya di pinggir jalan.

"Itu kan Barka, Barkaaa! "Tunjuk Arini sambil memanggil namanya.

Barka seolah tidak mendengar ia tetap berjalan. Tidak lama Alex dan yang lainnya datang, mereka memarkirkan sepeda motornya dan melihat Arini yang berteriak memanggil nama Barka.

"Loh itu kan Barka, ngapain dia di tengah sawah. " Tunjuk Davit.

"Alex cepat susul Barka, sepertinya dia tidak sadar. " Teriak Arini yang melihat Alex dan lainnya yang baru datang.

Alex dan dua temannya berlari menghampiri Barka karena merasa ada yang tidak beres. Dari dalam rumah Bu Darmi yang sedang membuat kue mendengar ada keributan di luar ia buru-buru mencopot apron nya dan berlari ke halaman. Bu Darmi melihat tiga temannya Barka yang berlari menuju tengah sawah. Saat Bu Darmi lihat lagi ternyata mereka sedang berlari kearah Barka yang berjalan di tengah sawah.

"Ada apa ini, Barka kenapa. "Bu Darmi berteriak memanggil nama Barka, ia bingung dengan apa yang terjadi.

Naya dan Arini mengendarai sepeda motornya ke halaman dimana Bu Darmi juga berada di sana.

"Itu Barka kenapa nak. "Tanya Bu Darmi panik.

"Tenang Bu, itu lagi disusul sama anak-anak. "Naya menghampiri Bu Darmi untuk menenangkan karena ia terlihat sedang bingung dengan apa yang terjadi.

"Sadar Barka, kamu mau kemana. "Panggil Edo.

Edo memegang pundak Barka. Alex yang baru datang menghadang di depan supaya Barka berhenti berjalan. Setelah itu Barka sadar dan merasa bingun, tidak lama ia pingsan yang langsung di tangkap oleh mereka berdua.

"Barka bangun, malah pingsan segala. " Alex menepuk-nepuk pipi Barka.

Mereka bertiga mengangkat Barka untuk dibawa kembali ke teras rumah. Sesampainya di teras mereka meletakkan Barka yang masih belum sadar. Bu Darmi dengan cekatan berlari ke dalam rumah untuk mengambil minyak kayu putih. Akan tetapi sebelum Bu Darmi datang membawa minyak kayu putih Barka sudah membuka matanya.

Ia melihat teman-temannya karena bingung dengan apa yang baru saja terjadi.

"Bu,Barkanya sudah sadar. " Naya memanggil Bu Darmi karena kelihatannya ia masih sibuk mencari minyak kayu putih.

Bu Darmi datang berlari dari dalam, ia menghampiri anaknya yang tengah di bantu duduk oleh teman-temannya.

"Ada apa ini? " Tanya Barka menatap semua yang berada di situ.

"Kamu tadi pingsan di tengah sawah Ka. "Jawab David yang duduk di sebelahnya.

"Ayo Barka, kamu bersihkan tubuh kamu dulu. Mama buatin teh anget biar enakan. Anak-anak kalian juga bersihkan tubuh kalian dulu. " Bu Darmi menuntun Barka ke dalam rumah untuk membersihkan diri.

Alex, Edo, dan Davit membersihkan kakinya yang penuh lumpur di keran dekat tangga halaman rumah. Sedangkan Naya dan Arini masuk menunggu di ruang tamu.

Setelah para anak cowok masuk ke ruang tamu, tidak lama setelah itu Bu Darmi membawa nampan berisi teh hangat dan kue kering.

Dari arah dalam Barka datang sudah bersih, ia juga mengganti bajunya karena tadi sempat ambruk ke lumpur jadi kotor. Barka menghampiri mereka dan duduk di sofa dekat Edo.

"Ini tadi sebenarnya ada apa nak? "Tanya Bu Darmi menatap satu-satu yang ada di situ.

"Tadi saya melihat Barka berjalan ke tengah sawah Bu, saat kita semua mencoba memanggil dia tidak merespon. " Arini menjelaskan karena ia yang pertama kali melihat Barka.

Bu Darmi melihat Barka untuk memintanya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Barka juga merasa bingung dengan apa yang sudah ia lakukan. Seingatnya ia seperti melihat seseorang yang memanggilnya dan setelah itu sudah tidak bisa mengingat apa-apa lagi.

"Aku tadi sepertinya melihat ada yang memanggilku, setelah itu aku tidak ingat lagi. " Jelas Barka.

Toba-tiba dari arah dapur terdengar dering panggilan dari ponsel milik Bu Darmi. Bu Darmi menghampirinya dan mengangkat panggilan, tidak lama ia kembali ke ruang tamu.

"Anak-anak Ibu minta jaga rumah dulu ya, temenin Barka sebentar. Tante mau mengantar pesanan ketempatnya Bu RT. " Bu Darmi meminta tolong pada teman-teman Barka, karena ia masih takut jika ditinggal sendirian Barka masih berhalusinasi lagi.

"Baik Bu. "Jawab mereka bersamaan.

Bu Darmi mengganti daster jingganya dengan baju panjang dan celana panjang, ia menuju kedapur untuk mengambil tumpukan kotak yang berisi jajanan buatannya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!