"Tidak apa-apa Heana, tidak apa-apa," ucap Kiara ketika dia sampai di paviliun, wanita itu menenangkan putrinya yang terus menangis. Jangankan Heana yang menerima perlakuan seperti itu dari Felix, dia pun yang melihatnya sangat sakit hati apalagi putrinya.
"Mama kenapa kita dibenci seperti ini?" Heana berbicara sambil menangis sesenggukan, gadis kecil itu tidak bisa menghentikan tangisnya. Apa yang dilakukan Felix benar-benar membuat hati Heana hancur.
Dalam kondisi yang lemas dan kepala yang pusing, Kiara berusaha terus menenangkan putrinya hingga setelah beberapa saat berlalu, ketika Heana sudah mulai tenang, Kiara mengajak Heana untuk berbaring.
Kini, anak dan ibu itu sudah berbaring dengan posisi berhadap-hadapan. Kiara terus mengelus punggung Heana yang sedang melamun, sepertinya apa yang dilakukan Felix memberikan efek yang luar biasa untuk putrinya, karena sekarang Heana seperti orang linglung, menatap sembarang arah dengan tatapan kosong.
"Heana," panggil Kiara hingga gadis kecil itu langsung menoleh pada ibunya.
"Mama, apa selamanya kita akan diperlakukan buruk? Semenjak aku kecil sepertinya tidak ada yang memperlakukan kita dengan baik. Apa kita mempunyai kesalahan sampai orang-orang memperlakukan kita seperti ini?" Pertanyaan itu akhirnya keluar dari mulut Heana.
Harusnya, seumuran Heana tidak memikirkan hal seperti ini. Harusnya, masa kecil Heana dipenuhi dengan canda dan tawa, tapi sayang semua tidak seperti keinginan Kiara. Faktanya, Heana hanya menerima rasa sakit dan kepedihan hingga terkadang ucapan Heana seperti orang dewasa, tentu saja karena apa yang gadis kecil itu.
Kiara menghapus air matanya, kemudian dia mendekat ke arah putrinya.
"Mama tidak tahu kau mengerti atau tidak dengan ucapan Mama sekarang, tapi sepertinya kehidupan kita tidak akan membaik, kita hanya perlu bertahan untuk tetap hidup." Kiara mengatakan itu dengan hati yang hancur, teringat bagaimana anaknya diperlakukan buruk oleh adiknya dan sungguh jika semua terbongkar, Heana benar-benar tidak akan memaafkan keluarganya.
***
"Felix, kenapa kau melakukan itu pada Heana?" tanya Agatha ketika acara makan malam sudah selesai, tadi sebenarnya Agatha melihat apa yang dilakukan putranya pada Heana, hanya saja dia harus menyapa tamu jadi dia tidak sempat menegur putranya.
"Berhenti membela dia, Mama. Dia bukan cucu kandung Mama. Wanita sialan itu juga bukan anak Mama, jadi tolong jangan membela dia di hadapanku. Jika tidak aku akan benar-benar menggila."
Setelah mengatakan itu, Felix langsung pergi meninggalkan ibunya membuat Agatha menghela napas. Agatha tahu bagaimana bencinya Felix pada Kiara, tentu saja karena Felix kembaran Anr, sehingga rasa sakit Anne juga menular pada Felix, apalagi Felix menyaksikan sendiri bagaimana depresinya Ane saat mengetahui yang sebenarnya bahwa Kiara menggoda Hazel.
"Sudahlah Sayang, jangan terus membelanya."Tiba-Tiba, terdengar suara Ken dari arah belakang hingga Agatha menoleh.
"Setidaknya bela cucumu, dia tidak bersalah, ibunya yang bersalah, dia hanya anak kecil," ucap Agatha pada Ken, dia mendadak kesal pada suaminya hingga pada akhirnya wanita itu meninggalkan Ken. Sungguh tidak ada getaran sedikitpun di dalam diri Ken pada Kiara ataupun pada cucunya, rasa sayang itu lenyap, berganti dengan rasa benci padahal Kiara adalah darah dagingnya sendiri.
Mungkin benar kata Kiara. Sekecil apapun dia melakukan kesalahan, ayahnya tidak akan pernah membelanya. Kasih sayang Ken padanya mungkin hanya seperempat, berbeda dengan kasih sayang Ken pada kedua adiknya. Alasannya cukup simple, karena Ane juga Felix terlahir dari rahim wanita yang ayahnya cintai, berbeda dengannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Kar Genjreng
walaupun dari wanita yang di cintai atau tidak toh Kiara juga tidak mau di lahirkan apa bila akan di perlakukan mirip binatang oleh ayah kandung nya sendiri,,,,jangan menjadi pria Atau Ayah yang mengajarkan anaknya berdosa,,,mungkin di dunia ini hanya kamu Ken ,,,ayah yang cukup kejam,,,tau kah kamu Ken di kehidupan selanjutnya kita tidak tau hanya Tuhanlah yang mengetahui nya,,,dan bila nanti dirimu berharap belas kasih dari putri dan cucumu yang kamu sia siakan,,,di situ kamu baru tau rasanya sakit hingga tulang,,
2025-02-25
4
Putu Ariyastini
tetap saja kiara adalah darah dagingmu sendiri itu semua kan keaalahanmu kenken kau yg selingkuh smp menghasilkan kiara lalu setelah ditinggal pleh agatha kamu tidak mau mengakui kiara bagaimana pun kiara anakmu bukan bekas anakmu dasar tak punya rasa tahu kebenaran menangis darah pun percuma.
2025-02-25
0
Daulat Pasaribu
hancur hati setiap baca kepedihan yg dilalui kiara.padahal cuman novel tapi setiap baca rasa sesak karena ikut terbawa suasana.dan ujujung nya nangis.memang jahat si Ken,bapak biadab
2025-02-25
0