"Mama?" panggil Kiara dengan terbata. Tentu saja, wanita itu tidak percaya Agatha akan datang ke rumah sakit.
Seperti biasa, tatapan Agata begitu dingin, bahkan menatap wajah Kiara dengan datar. Dan Kiara bisa merasa bagaimana tatapan Agata padanya yang penuh kemarahan, hingga Kiara tidak berani berbicara apapun lagi.
Agatha sebenarnya malas untuk datang ke sini, tapi mau tak mau, dia harus berbicara dengan Kiara sebelum Kiara pulang ke rumahnya dan tinggal di paviliun belakang.
Agatha mendekat ke arah Kiara, bahkan wanita itu sama sekali tidak melihat ke arah Heana
"Aku kemari hanya ingin mengatakan bahwa kalian boleh tinggal di rumah kami, tapi tidak di rumah utama, melainkan di paviliun belakang. Jangan pernah masuk ke dalam rumah utama, jangan pernah menampilkan diri kalian di hadapan Ane atau Felix. Untuk soal makanan, kalian akan dijatah oleh pelayan. Hanya itu yang ingin aku sampaikan," ucap Agatha, setelah mengatakan itu, Agatha pun berbalik, kemudian keluar dari ruang rawat Heana
Sedangkan Kiara hanya menatap punggung ibu tirinya dengan mata yang berkaca-kaca. Dia dan anak-anaknya benar-benar diperlakukan seperti sampah.
Dalam lubuk hati Kiara, tentu saja Kiara ingin sekali mengatakan yang sebenarnya, bahwa dia tidak bersalah, tapi Kiara tahu. Hanya melihat wajahnya saja, keluarganya langsung menolaknya. Lalu, bagaimana cara dia menjelaskan semua?
"Tidak apa-apa, Kiara. Yang terpenting sekarang kau dan Heana mempunyai tempat tinggal," ucap Kiara. Kiara bergumam pelan.
Sepertinya keikhlasan wanita itu membawa Kiara menjadi wanita yang kuat. Dia begitu pasrah dengan hidupnya, karena dia tahu tidak ada yang bisa dia minta tolong dan jika dia lemah. Tidak ada yang melindungi putrinya.
***
"Mama, kita tinggal di paviliun lagi?" tanya Heana ketika mereka masuk ke area paviliun, tentu saja mereka masuk lewat pintu belakang
Mendengar ucapan putrinya, Kiara menoleh, kemudian tersenyum. "Kita tidak punya tempat lagi, jadi kita harus tinggal di sini," ucap Kiara. "Mama berjanji, jika mama punya uang, Mama akan memberikan tempat tinggal yang layak untuk kita." Kiara tersenyum, tapi hatinya begitu remuk. Pertanyaan Heana memang sederhana, tapi mampu membuat hati Agatha tersayat.
Heana mengangguk-nganggukkan kepalanya, pertanda dia mengerti dengan ucapan ibunya.
"Mama, kenapa kita dibenci semua orang?" tanya Henna dengan polosnya. "Apakah kita mempunyai kesalahan pada mereka?"
Akhirnya, pertanyaan itu keluar dari mulut gadis kecil itu. Dari lama sekali, dia ingin menanyakan ini pada ibunya, karena semenjak dia lahir, tidak ada satupun orang yang memperlakukan mereka dengan baik.
Mungkin yang Heana ingat hanya ayah Hazel saja yang memperlakukan mereka dengan baik, selebihnya, orang-orang seperti menganggap mereka musuh.
"Mama akan menjelaskan jika Mama siap," kata Kiara. "Kau tunggu di sini, ya? Mama akan membereskan ke dalam," kata Kiara lagi, hingga Henna mengangguk.
Heana mendudukkan diri di teras, kemudian dia menetap ke arah atas, menatap rumah utama. Dan tak lama, tatapan Henna terhenti ketika dia melihat Ken yang sedang menatapnya dari lantai atas. Tatapan kedua kakek dan cucu itu saling mengunci.
Heana tanpa sadar tersenyum ketika melihat kakeknya, namun tak lama, Heana cukup terkejut ketika Ken menutup tirai dengan kasar, walaupun dari jauh Heana bisa melihat kakeknya menatapnya dengan penuh kebencian.
"Orang-orang kenapa jahat sekali pada kami?" lirih Henna, wajahnya meredup, hatinya begitu nyeri.
Aaaa gilaaa nyeseknya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Kar Genjreng
sumpah demi apapun nyesek abis,,,, itu kenyataan nya hukuman Ken ternya belum seberapa,,,buktinya tidak sadar masih saja meremehkan masalah,,,tapi Dirimu Yo tego Lo Thor Dewi,,,🙏masa di gae Soro terus,,,menderita,,,dan sekarang ayah melenggang happy hidup enak bergelimang warisan yang buat putrinya pun di embat rakus dan serakah,,,dan begitu pula dengan ibu hazel rakus,,,,,beda Ken kalau Ken bodoh dan dodol hanya menerima usulan yang belum tentu benar 😡jadi laki laki ga gentle,,,tampang mungkin tapi tidak dengan otaknya yang jomblo alias kongslet,,,semoga cepat mendapatkan hidayah,,,tabur tuai,,,😚😚
2025-02-20
4
Nayla Arshaka
sabar ya heana... ni lah cobaan hidup... yg penuh dengan keegoisan dan kebencian manusia sperti kakek dan nenek kmu yg super bner itu.
yg slah sllu benar .dan yg benar sllu salah...
ttp lah kmu semngt... dan jgn byk mngeluh... krna ibu mu lebih mnderita synk....
smga apa yg kmu rasakan bersama ibu mu akan di rasakan oleh Ken dan kluarga nya..
dan buat kmu Ken... sbrapa besar nya kmu mmbenci Kiara dan ank nya... sebesar itulah klak mereka akan membencimu jika kebenaran itu terungkap... camkan itu...
jika Kiara bsa memilih.Kiara juga gak akan mw dilahirkn dri benih mu Ken .klw bgni skit nya .di benci dgn ayah kndung nya sendiri...
2025-02-20
1
Nancy Barus
kapan kiara akan bahagia??
terlalu banyak luka hingga kiara menjadi orang yg tangguh dlm menjalani hidupnya,,
seorang ibu hanya akan lemah pada anaknya,,
thor berikan sedikit kebahagian untk kiara dan haena,,
beri balasan untk hazel,,ken,,agatha,,felix dan ane,,
mereka tdk pantas di sebut keluarga krna mereka tdk mau mendengar penjelasan kiara,,yg akhirnya membuat kiara, dan haena menderita,,jga ane,,krna membenci orang yg tdk bersalah,,akhirnya dia jga sakit hati yg berkepanjangan,,
2025-02-20
0