7 tahun dalam kepahitan

Kini tatapan Krish dan juga Kiara saling mengunci, dari tatapan Krish saja Kiara sudah tahu bahwa lelaki itu percaya dengan apa yang terjadi.

"Pergilah, Krish!" kata Kiara rasanya teramat menyakitkan, ketika orang-orang tidak percaya padanya.

"Maafkan aku yang kurang berusaha, seharusnya aku lebih berusaha keras agar bisa setara dengan keluargamu, jadi kau tidak harus menggoda hazel."

Dan lagi-lagi Kiara hancur untuk kesekian kalinya, kata-kata Krish seperti menancap di dalam diri wanita itu, rasa sakit terus menghantamnya secara bertubi-tubi.

"Pergilah, Krish! anggaplah apa yang kau pikir benar." Kiara sudah tidak ada lagi tenaga untuk menjelaskan apapun pada Krish, biarlah mereka menganggap Kiara bersalah.

Kiara tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya, tapi kiara akan bertahan demi anak yang dia kandung.

Krish bangkit dari duduknya, kemudian dia menatap Kiara kembali.

"Hubungan kita cukup sampai di sini, kita tidak akan ada lagi sangkut paut kedepannya," jawab Krish, hingga Kiara memejamkan matanya, dia tidak mau lagi melihat ke arah lelaki itu.

Ya, Kiara tahu, bahwa siapapun yang berada di posisi Krish pasti akan meninggalkannya, hanya saja Kiara kecewa kenapa Krish tidak percaya padanya atau minimal menanyakan apa yang terjadi.

Dan setelah Krish pergi, Kiara menutup wajahnya kemudian dia menangis sesegukan. Sekarang, apa yang harus Kiara lakukan, keluarga yang selama ini menjadi tempatnya pulang sudah membuangnya lalu bagaimana nasib dia dan anaknya, dia harus tinggal di mana, dan harus bergantung pada siapa.

7 tahun kemudian

"Heana!" Heana terpekik ketika mendengar suara bentakan dari neneknya, gadis kecil yang akan mengambil roti itu tiba-tiba mengurungkan niatnya ketika mendengar teriakan dari arah belakang.

"Berani sekali kau mengambil roti di meja makan!" teriak Belinda, ibu hazel.

"Maaf nenek, aku lapar tadi di dapur tidak ada makanan," kata Heana. Ibunya sedang pergi untuk membeli pakaian karena pakaiannya sudah kecil, jadi dia memberanikan diri untuk masuk ke rumah utama, walaupun sudah dilarang.

"Ini bukan makanan untukmu, cepat pergi sana!" teriak Belinda, hingga Heana langsung berbalik kemudian dia langsung keluar dari rumah utama dan pergi ke paviliun belakang.

Ketika sampai di paviliun belakang tempat yang selama ini dia huni dan ibunya, Heana, langsung mendudukkan diri di kursi berharap ibunya segera datang dan membawa makanan.

Heana menyandarkan tubuhnya ke belakang, menatap pohon-pohon yang berada di depannya. Rasanya dia ingin sekali menangis, seharusnya dia tidak sakit hati lagi, karena bukan pertama kalinya dia perlakukan seperti ini oleh keluarga ayahnya, tapi tetap saja Heana selalu sakit hati.

10 menit kemudian, Kiara akhirnya sampai di rumah. Wanita itu tentu saja masuk lewat pintu belakang, kemudian dia langsung berjalan ke arah paviliun.

"Heana!" panggil Kiara hingga Heana langsung tersadar.

"Mama!" heana bangkit dari duduknya kemudian dia berlari menghampiri Kiara.

"Maafkan Mama yang telat datang, Mama harus mencari dulu pakaianmu," kata Kiara . dia harus mencari pakaian yang sangat murah untuk putrinya.

"Mama apa Mama membeli makanan?" tanya Heana, hingga Kiara mengangguk wanita itu langsung mengajak Heana untuk masuk ke dalam paviliun.

Mata Kiara berkaca-kaca ketika melihat Heana yang tampak lahap, memakan makanan yang dia bawa, rasa lapar yang dia rasakan berganti dengan rasa sedih yang luar biasa.

Ini sudah 7 tahun berlalu semenjak kejadian Kiara difitnah oleh hazel, tadinya Kiara akan pindah ke luar kota untuk hidup berdua bersama putrinya, tapi ternyata ketika dia ingin melamar pekerjaan tidak ada satupun yang mau menerima dirinya, tentu saja itu karena power ayahnya atau juga power keluarga hazel, mereka mungkin melarang perusahaan untuk menerima Kiara bekerja.

Hingga satu titik ketika kandungannya sudah menginjak 4 bulan, Kiara yang saat itu menyewa apartemen sudah tidak sanggup lagi untuk membayar apartemen karena uangnya sudah habis, apalagi sang ayah memblokir semua kartunya hingga Dia terpaksa mendatangi ayah hazel untuk meminta bantuan, karena hanya ayah hazel yang terlihat bersikap lunak padanya.

Dan saat itu ayah hazel malah menyuruh hazel untuk menikahi Kiara, sebagai bentuk tanggung jawab, tentu saja awalnya Hazel dan Kiara sama-sama menolak tapi pada akhirnya dengan sedikit ancaman hazel mau menikahi Kiara.

Setelah menikah dengan hazel, Kiara tinggal di rumah orang tua hazel, tentu saja dia diperlakukan tidak baik oleh keluarga suaminya, hanya ayah Hazel saja yang baik padanya

Ketika melahirkan, tidak ada satupun yang mempedulikan Kiara, saat itu ayah hazel yang biasanya selalu membelanya sedang tidak ada, jadi pada tengah malam ketika perutnya kontraksi Kiara berusaha meminta tolong pada orang-orang yang berada di rumah, tapi tidak ada yang mau menolongnya hingga pada akhirnya dengan susah payah Kiara pergi ke rumah sakit dengan bantuan penjaga yang ada di rumah Hazel.

Kiara berpikir setelah anaknya lahir, setidaknya sikap keluarga hazel akan berubah, tapi ternyata tidak lagi-lagi hanya ayah mertuanya yang menerima kehadirannya dan juga anaknya.

2 tahun lalu, ayah hazel meninggal jadi di rumah itu tidak ada yang membelanya lagi, setelah ayah hazel meninggal, Kiara diusir dari rumah utama, dia diperintahkan untuk menempati paviliun belakang, atau yang lebih tepatnya bekas gudang

Semenjak kejadian dia menikah dengan hazel, Kiara tidak pernah lagi berkomunikasi dengan keluarganya, lebih tepatnya semua menutup akses untuk berkomunikasi dengannya.

Dan setelah ayah Hazel meninggal, Berkali-kali Kiara datang ke rumah keluarganya ingin meminta tolong untuk meminjam uang untuk keperluannya dan dia ingin menyekolahkan Heana.

Karena semenjak ayah mertuanya meninggal, Kiara hanya diberikan uang yang sedikit, dan itu tidak cukup untuk sekolah heana. Tapi setiap kali dia datang ke rumah orang tuanya, penjaga tidak pernah membukakan pintu, tentu saja itu perintah ayahnya

Bahkan sangking ingin meminjam uang untuk sekolah putrinya, Kiara rela menunggu sampai tengah malam tapi lagi-lagi ayahnya tidak mempunyai empati.

Kiara ingin keluar dari situasi ini, setiap dia mencoba mencari pekerjaan tidak ada yang mau menerimanya. Bahkan Kiara dan Heana hanya diberikan makan dua kali, pagi dan juga malam itu pun makanan sisa.

Pernah Kiara mencoba meminta tolong pada Krish, dia ingin meminjam uang setidaknya untuk keluar dari rumah hazel, tapi yang dia dapat hanya hinaan, jadi sekarang Kiara benar-benar pasrah.

Dia hanya memanfaatkan uang yang diberikan oleh hazel, walaupun uang itu sangat sedikit.

Dan tadi pagi ketika dia akan mengambil jatah sarapan ke rumah utama, tiba-tiba pelayan tidak memberikan jatah sarapan karena tentu saja itu perintah Belinda, alasannya adalah kemarin, Heana secara sembunyi-sembunyi mengambil apel dari kulkas, itu sebabnya barusan karena tidak ada jatah sarapan, Heana nekat masuk rumah utama untuk mengambil roti.

Aaaaa sedih banget jadi Heaana sama Kiaraa

Terpopuler

Comments

Daulat Pasaribu

Daulat Pasaribu

malas lah Thor,klo author buat si Ken,Agatha,ane dan Felix serta hazel dan mamanya GK dpt perlakuan setimpal,kemaren Kiara lebih parah sampai di lecehkan cuman di maafkan doang gak ada balasan apapun.jgn gitu dong Thor.aku sbagai pembaca sakit kali rasanya jadi Kiara,dari kecil sampai dewasa bahkan keturunan nya pun dpt imbas,sedangkan yg menyakiti malah bahagia hidupnya,gak ada balasannya untuk org zolim.ceritanya bagus Thor,bagus kali,cuman sbagai pembaca juga geram liat kyk gini.cerita ini slalu ku tunggu Thor,sangkin bagusnya

2025-02-11

12

rahma hartati

rahma hartati

Bisa Gak Thor Cerita mu ini jangan Menyakiti si Kiara aja..
Kau Buat si Kiara ini Seperti si Agatha yg Berani Membalas Sakit hatinya kepda Ayahnya si Bajingam Ken, Hazel Bodat dan Juga si Felix Iblis, saudara Jahat, memfitnah aja taunya..
Kasiham x si Kiara dr Kecil Cerita nya Kau buat Thor hingga Dewasa gak ada BAHAGIA2 NYA...

2025-02-11

8

Rahayu Ayu

Rahayu Ayu

berasa kisah ini seperti kisahnya Shireen, tapi beda karakter, kalau Shireen, berusaha sekuat tenaga bekerja, mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan suami dan anaknya, harga diri Shireen lebih tinggi tidak meminta" pada orang tuanya, atau meminta bantuan pada orang lain.yg sudah membuangnya.
kalau Kiara padahal dari kecil sudah biasa hidup menderita, kenapa tidak pergi menjauh dari orang " yg sudah menyakitinya. harusnya Kiara berfikir membahagiakan hati anaknya yg masih kecil, Walaupun Kiara sendiri harus susah.jangan malah membuat putrinya trauma karna perlakuan keluarga ayahnya yg tak mengharapkan kehadirannya,

2025-02-12

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!