Aku update dua bab gengs, maafin baru muncul
Kiara menunggu dengan harap-harap cemas, wanita itu berharap dokter segera keluar. Saat ini Kiara sedang berada di rumah sakit, tentu saja dia hanya sendiri karena tadi Agatha hanya menyuruh supir mengantarkan dia ke rumah sakit.
Ya, tadi setelah berteriak meminta tolong, akhirnya Agatha keluar dari rumah. Dan ketika melihat Heana pingsan, Agatha malah menyuruh supir mengantarkan Heana dan Kiara ke rumah sakit, beruntung biaya rumah sakit sudah dibayarkan oleh sopir keluarga ayahnya atas perintah Agatha.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya dokter pun keluar, hingga Kiara langsung bangkit dari duduknya, kemudian dia menghampiri dokter.
"Bagaimana keadaan Putri saya, dok?" tanya Kiara dengan panik
"Putri Anda mengalami demam tinggi dan juga dehidrasi, dan harus dirawat beberapa hari," jawab dokter.
Helaan nafas terlihat dari wajah cantik Kiara, ketika mendengar ucapan dokter, setidaknya putrinya tidak menderita penyakit parah
"Kami akan memantau kondisi pasien secara berkala," tambah dokter. "Kalau begitu, permisi."
Setelah dokter pamit dari hadapan Kiara, Kiara pun langsung masuk ke dalam ruang rawat putrinya. Hatinya begitu pedih ketika melihat Heana berwajah pucat dan masih tidak sadarkan diri.
Kiara mendudukan diri di samping brankar yang ditempati oleh putrinya, kemudian dia menggenggam tangan Heana, lalu menatap wajah Heana tanpa berbicara. Tapi dari matanya Kiara menatap putrinya dengan tatapan terluka. Rasa bersalah menghujam jantung wanita itu, karena dia merasa gagal menjadi seorang ibu.
Tak lama, Kiara menunduk, kemudian bahu wanita itu bergetar, lalu menangis sesegukan. Walaupun putrinya sudah dibawa ke rumah sakit, tapi masalah belum selesai sampai di sini. Karena setelah keluar dari rumah sakit, dia juga harus mencari tempat untuk berteduh. Tentu saja, dia tidak akan diterima lagi di rumah kedua orang tuanya.
***
"Jadi, kau tetap mengizinkan mereka untuk tinggal di sini?" tanya Ken, setelah Sopir membawa Heana dan Kiara ke rumah sakit.
"Ini bukan demi Kiara, tapi demi anaknya. Dia akan tinggal di paviliun belakang, dan tidak akan pernah datang ke rumah utama. Jangan menentang keputusanku, karena ini demi kemanusiaan. Aku pastikan dia tidak akan masuk ke rumah ini," ucap Agatha, hingga Ken mengusap wajah kasar. Jika sudah seperti ini, istrinya tidak akan pernah mau mendengarkan pendapatnya.
"Terserah kau saja," ucap Ken, pada akhirnya dia berbalik, dan memutuskan untuk mendinginkan emosinya, karena dia tidak mau memperlihatkan emosinya di hadapan istrinya.
Beberapa hari kemudian,
Kiara berdiri di depan jendela, tatapan wanita itu menetap lurus ke depan. Sekarang, Kiara diliputi kebingungan yang luar biasa. Tentu saja, kebingungan Kiara tetap sama, ya itu dia bingung, setelah pulang dari rumah sakit, dia akan pulang ke mana.
Ini sudah beberapa hari semenjak Heana dirawat, dan akhirnya nanti sore Heana diizinkan untuk pulang, dan itulah yang membuat Kiara bingung.
Selama Heana di rawat, tentu saja dia hanya menjaga sendiri. Ken maupun Agatha tidak pernah menjenguk Heana di rumah sakit, dan yang mengurus semua administrasi adalah sopir yang kemarin mengantar Heana dan Kiara ke rumah sakit.
Lamunan Kiara buyar ketika mendengar suara pintu ruang rawat terbuka. Mata wanita itu membulat ketika melihat siapa yang masuk ke dalam ruangannya. Siapa lagi, jika bukan Agatha?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Kar Genjreng
😭😭 walaupun di tampung tapi tetap cari nafkah sendiri,,,jangan menyesali suatu hari nanti Ken,,,dan semoga saat waktu nya tiba kamu akan menyesal lebih dari ketika meninggal Kiara,,,laki laki egois cari tau bodoh atau pelit,,,katanya orang kaya tetapi hanya menyewa orang untuk menyelidiki saja ga mampu,,,mungkin sekarang belum terasa tapi suatu hari nanti,,,
2025-02-20
1
Daulat Pasaribu
ntahlah Thor
kisah Kiara mengingatkanku dengan cerita Austin dan Shireen dgn anaknya.
2025-02-19
1
Yan Ndri
Agatha pun gk tau diri pengacara kq bodoh, Lanjuttttt Thorrr, Mksh Thorr
2025-02-21
0