Bab 14

Anna menuju kamar mandi dengan rasa yang canggung. Damian terus melihat ke arahnya.

"Cepatlah mandi. Aku takkan menerkammu." Ucap Damian yang malah semakin membuat Anna takut.

Dengan sisa keberanian yang ia punya, Anna pun bergegas mandi dengan cepat. Setelah 15 menit, akhirnya Anna keluar dengan gaun putih selutut. Di depan cermin, Anna sedikit memoles wajahnya yang sudah terlihat cantik.

Damian yang berada di belakangnya tampak memperhatikan gerak-gerik Anna dengan tatapan yang tak bisa dibaca. Anna semakin kikuk dan mempercepat aktivitasnya.

"Sudah." Ucap Anna dan berdiri di depan Damian yang tengah duduk di tepi ranjang.

Damian tak menjawab dan hanya mengangguk. Mereka pun akhirnya turun ke lobi bersama. Di depan hotel, sebuah mobil sedan hitam sudah menunggu. Damian mempersilahkan Anna masuk terlebih dahulu sebelum menyusulnya.

Didalam mobil, suasana kembali sini. Anna memandang keluar jendela merasa tidak nyaman dengan keheningan di antara mereka. Ia ingin bertanya tapi lagi-lagi ketakutan menghantuinya.

Setelah beberapa menit, Damian akhirnya berbicara.

"Aku akan bertemu beberapa mitra bisnis. Kau ikut karena aku memutuskan begitu. Jangan bicara apa pun kecuali aku memintamu."

Anna menggangguk pelan. "Baik."

Damian meliriknya sejenak lalu kembali fokus pada dokumennya. Tak berselang lama, mobil berhenti di depan sebuah gedung pertemuan yang megah. Damian turun terlebih dulu, kemudian menunggu Anna di sisi mobil. Ia menawari lengannya yang membuat Anna terkejut.

"Pegang. Aku tak ingin kau tersesat." katanya dengan nada tegas.

Anna sempat ragu sejenak sebelum akhirnya ia memutuskan untuk menurut saja. Mereka pun berjalan masuk ke gedung dengan Damian yang memimpin langkah mereka. Di dalam, beberapa pria Dan wanita berpakaian formal langsung menyambut Damian dengan hangat, memberikan senyum hormat.

"Damian, lama tak bertemu!" salah satu pria paruh baya menyapanya dengan nada akrab.

Damian membalas dengan anggukan kecil.

"Jack! Senang bertemu lagi. Mari kita mulai saja."

Anna merasa seperti bayangan di tengah ruangan itu. Ia berdiri di susu Damian dan hanya mendengarkan percakapan mereka tengah angka-angka, kontrak dan strategi bisnis yang tidak ia mengerti. Di tengah itu, sesekali Damian melirik Anna untuk memastikan ia tetap berada di dekatnya.

Saat makan siang di restoran eksklusif di dalam gedung, Anna merasa semakin terasing. Damian mengarahkan pandangan padanya saat mereka duduk.

"Anna, makanlah. Jangan hanya diam," perintahnya dengan nada rendah.

Anna lagi-lagi hanya bisa mengangguk dan segera mengambil makanan dipiringnya. Beberapa mitra bisnis Damian mencoba mencuri pandang ke arah Anna seolah bertanya-tanya siapa dia.

"Damian," salah seorang wanita berambut coklat melirik ke arahnya. "Siapa temanmu ini?"

Damian meneguk anggurnya sebelum menjawab santai, "Hanya asisten." Anna yang mendengar itu sedikit terkejut namun ia memilih untuk tetap diam. Ia tahu ini hanyalah cara Damian menjaga posisinya tanpa membuatnya terlihat aneh di mata oranglain.

...****************...

Setelah pertemuan selesai sore hari, mereka kembali kembali ke hotel. Di dalam lift, Damian menatap Anna dengan tajam.

"Berhenti terlihat terlalu gugup."

Anna menoleh padanya dengan bingung.

"Saya tak ingin melakukan kesalahan."

Damian mendekatkan diri ke tubuh Anna.

"Kesalahanmu hanya satu. Terlalu takut padaku. Itu yang membuat oranglain meremehkan. Jangan lakukan itu lagi."

Anna menatap mata Damian lama sebelum akhirnya ia tersadarkan lift yang berbunyi menandakan mereka telah sampai di lantai kamar mereka.

Damian melangkah keluar lebih dulu meninggalkan Anna yang masih memproses kata-kata Damian. Setelah ia ikut keluar, Anna melihat Damian yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya.

"Buka kamarmu." perintah Damian.

"Untuk apa?"

"Buka. Aku ingin beristirahat disini."

"Tapi, anda punya kamar sendiri."

Damian menatap Anna dan tersenyum miring.

"Kau keras kepala juga." Ucap Damian sambil menarik Anna kembali menuju lift.

"Damian! Lepas!" Anna memberontak.

"Diamlah, Anna. Sudah ku katakan, kau tak punya hak untuk menolakku."

.

.

.

Next👉🏻

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!