Edwin sudah tidak mengkhawatirkan lagi putrinya, karena dia sudah mendapatkan kabar dari salah satu security yang bekerja di mansion Nenek Margaretha bahwa Alexa bermalam disana, dia pulang bersama dengan Boy. Karena memang Edwin sendiri yang bertanya kepada security tersebut.
Edwin sama sekali tidak menaruh rasa curiga sedikitpun bahwa putri semata wayangnya itu telah menaruh hati kepada Boy. Edwin pikir selama ini mungkin Alexa sudah menganggap Boy seperti kakak kandungnya sendiri. Dulu ketika Alexa masih kecil, Alexa selalu nurut setiap kali Boy menyuruhnya untuk belajar. Alexa lebih nurut kepada Boy dibandingkan kepada ayahnya sendiri. Sehingga Edwin meminta Boy untuk meyakinkan Alexa agar mau menerima perjodohan Alexa dengan Erick, dan Boy pun mengiyakan kala itu.
Boy sangat menghormati Edwin karena Edwin adalah keponakan dari Nenek Margaretha, dan termasuk bagian dari keluarga Keano. Karena itulah Boy mengikuti perintah dari Edwin untuk meyakinkan Alexa agar mau menerima perjodohannya dengan Erick. Tapi untuk pertama kalinya Alexa tidak mau mengikuti permintaan dari Boy.
Mungkin itulah alasan mengapa Alexa mabuk, gadis itu benar-benar merasa frustasi, karena pria yang sangat dia cintai seakan-akan mendukungnya untuk menikah dengan Erick. Bahkan Alexa sudah berkali-kali menolak perjodohan itu, tapi ternyata ayahnya masih keukeuh ingin menikahkan Alexa dengan Erick.
Beep...
Beep...
Beep...
Ponselnya Edwin tiba-tiba berdering. Dia mendapatkan sebuah panggilan telepon dari calon besannya.
"Hallo, Tuan Wilson." ucap Edwin ketika dia mengangkat panggilan telepon dari Wilson.
"Selamat pagi Tuan Edwin, saya sengaja menelpon anda karena ada hal penting yang ingin saya sampaikan kepada anda." Terdengar suara Wilson di sebrang sana.
"Oh iya, ada apa Tuan Wilson?" tanya Edwin, penasaran.
"Tentang pembicaraan kita semalam. Mumpung Alexa masih libur kuliah, bagaimana kalau kita mempercepat rencana pernikahan Alexa dan Erick?"
Rencana pernikahan Alexa dan Erick sudah diputuskan akan digelar dua bulan lagi. Tapi ternyata Wilson memilih ingin mempercepat pernikahan putranya dan Alexa, atas permintaan dari Erick. Dengan ketidakhadiran Alexa di acara makan malam, membuat Erick merasakan khawatir, dia takut dalam dua bulan itu Alexa memilki waktu yang banyak untuk menggagalkan rencana pernikahan mereka.
"Bagaimana kalau Alexa dan Erick menikah di minggu ini saja?" tanya Wilson kembali.
Edwin terdiam sejenak, kemudian dia menjawab pertanyaan dari Wilson. "Apa tidak terburu-buru? Saya belum mempersiapkan semuanya."
"Tentu saja tidak, lebih cepat lebih baik. Saya sudah tidak sabar ingin segera memomong cucu. Pasti cucu kita akan cantik mirip ibunya dan tampan mirip ayahnya." Wilson berkata sambil tertawa kecil.
Edwin pun ikut tertawa ketika mendengar perkataan Wilson menyingung soal calon cucu mereka.
...****************...
"Bagaimana, pa? Apa Om Edwin setuju?" tanya Erick kepada ayahnya setelah melihat sang ayah yang baru selesai berteleponan dengan Edwin.
"Tentu saja." Wilson menjawab pertanyaan dari Erick sambil menaruh ponsel di atas meja. Pagi ini mereka berdua sedang duduk di ruang tengah.
Erick pun tersenyum merekah. Akhirnya Alexa akan segera menjadi miliknya.
Terlihat Jasmine yang baru keluar dari lift, wanita itu sedang menggerakkan kursi rodanya. Dia tidak sengaja mendengar percakapan Erick dan Wilson yang ingin segera mempercepat rencana pernikahan Alexa dengan Erick.
"Jadi pernikahan kamu dan Alexa akan dipercepat?" tanya Jasmine kepada Erick.
Wilson yang menjawab pertanyaan dari Jasmine. "Hm, iya. Bukankah kamu sangat menyayangi Alexa? Itu artinya Alexa akan segera menjadi menantumu."
Jasmine hanya tersenyum samar. Sejujurnya dia memang sangat menyayangi Alexa, sangat berharap Alexa akan menjadi menantunya. Tapi jika mengingat dulu Tuan Alam pernah memergoki Erick yang sedang bersenang-senang dengan seorang wanita di sebuah klub malam, membuat Jasmine merasa ragu. Apakah Alexa akan bahagia dengan pernikahannya?
Padahal sudah jelas bahwa Erick adalah anak angkatnya yang sudah dia besarkan dengan kasih sayang, tapi entah mengapa dia justru malah mengkhawatirkan Alexa. Mungkin karena dia tidak ingin Alexa bernasib sama seperti dirinya. Selama ini dia tidak pernah bahagia dengan pernikahannya bersama dengan Wilson.
Erick pun segera berjalan mendekati Jasmine sambil mengeluarkan satu butir obat dari botolnya, kemudian dia memberikan obat tersebut kepada Jasmine. "Waktunya minum obat, ma."
Jasmine pun segera mengambil obat tersebut dari tangan Erick, kemudian dia menelan obat tersebut dan meneguk satu gelas air putih yang diberikan oleh Erick kepadanya. "Makasih ya, Erick."
"Iya, sama-sama. Mama harus cepat sembuh. Mama harus bisa berjalan lagi." Setelah berkata seperti itu, Erick dan Wilson terlihat saling memandang dengan penuh arti.
...****************...
Sementara itu, terlihat Edwin yang sedang berdiri di balkon kamar. Pria itu beberapa kali menghembuskan nafasnya dengan pelan. Mungkin karena dia sama sekali tidak menyangka bahwa Wilson ingin segera mempercepat rencana pernikahan Alexa dengan Erick. Sedangkan dirinya belum memiliki persiapan apapun.
Tiba-tiba Edwin menjadi teringat dengan Boy. Untuk saat ini hanya Boy yang bisa diandalkan untuk membantu Alexa dalam mempersiapkan apapun yang dibutuhkan oleh Alexa pada acara pernikahan nanti. Alexa pasti akan nurut kepada pria itu.
Edwin pun segera menulis pesan kepada Boy, tapi baru juga dia mengetik, ponselnya tiba-tiba berdering.
Beep...
Beep...
Beep...
Rupanya Edwin mendapatkan sebuah pesan dari Maxime.
Namun, tiba-tiba Edwin membulatkan matanya ketika dia membaca pesan tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Niͷg_Nσͷg
jreng jreng gantung lagi deh...othor hoby banget bikin penasaran para pemirsahh, di saat tegang2nya begini malah langsung di cut..apa nggak tambah bikin jiwa penasaran makin meronta - ronta wkwk
wkwkwk maxim bikin huru hara di saat yang tepat 😁 di saat tuan wilson mendesak tuan edwin, buat segera menikahkan lexa sama erick, di saat yang bersamaan ada kabar penggrebekan lexa sama boy 😂 baguss..kalau perlu tambahin cabe sama masakoo max? biar tuan edwin tidak jadi menikahkan lexa sama kang celuppp, kamu sudah banyak menelan asam garam dunia percintaan max? kalau yang di paksakan tidak baik buat kesehatan..lagian kamu pasti faham dengan boy? kalau di balik diamnya sebenarnya dia menaruh rasa sama lexa, cuma karena kasta yang berbeda dia membangun bentengg pertahanann 🤭
ternyata benar? kelumpuhan dan penyakit jasmine karena ulah erick dan pastinya wilson juga ikut andil di dalamnya, kasihan kamu jasmine? anak yang sudah kamu besarkan dengan penuh kasih sayang , malah membalas kasih sayangmu dengan Racunn. semoga saja lexa akan segera menjembatani pertemuanmu dengan boy..
2025-01-16
13
enur .⚘🍀
feeling seorang ibu memang t4j3m banget dan itu nyata ,,Jasmine merasakan keraguan jika Erik bisa membahagia kan Alexa karna pada kenyataan ny Erik seorang laki2 buaya yang sering bergonta ganti wanita 🤪 wow wow kira2 Edwin membaca pesan apa dari Maxime 🤭 bisa aj Maxime jadi kompor mleduk untuk meminta Alexa di nikah kan dengan Boy ..🤭 tapi aq koq seneng y 🤭😁
2025-01-16
3
Dwi Winarni Wina
Wilson dan erick berambisi pgn menguasai harta alam Alexander,,,,
Erick sering main perempuan sampai tuan alam Alexander sering memergokinya,,,
jasmine sebenarnya kurang setuju Alexa dijodohkan dgn erick suka bermain banyak perempuan jalang....
kasian Alexa nanti menikah dgn erick tekanan bathin dan sakit hati tahu erick suka hobby main perempuan...
Boy sangat polos dan lugu alexa mengejar2 cintanya boy tp dasarnya tidak pernah mementingkan kebahagiaannya sendiri....
Lanjut thor
...
2025-01-16
2