Setelah acara makan malam selesai, di ruangan kerja, terlihat Tuan Alam yang sedang berbicara serius dengan Wilson. Mungkin karena Tuan Alam sangat kaget ketika mendengar bahwa Wilson ingin segera pensiun sebagai pemimpin di perusahaan Alexander, mengingat usia Wilson sudah tidak muda lagi.
"Kenapa kamu ingin segera pensiun, Wilson?" tanya Tuan Alam. Dari raut wajahnya terlihat sekali kalau pria berusia 70 tahun itu sangat tidak setuju jika Wilson harus segera pensiun sebagai pemimpin perusahaan.
Wilson pun segera menjawab pertanyaan dari ayah mertuanya, "Usiaku sudah menginjak 55 tahun. Sudah saatnya aku pensiun. Biar Erick saja yang menggantikan posisi aku."
Tuan Alam menggelengkan kepalanya. "Tidak. Saya tidak setuju jika anak itu harus menjadi pemimpin perusahaan. Dia hanya anak adopsi. Tidak berhak mendapatkan satu persen pun warisan dari saya. Apalagi menjadi pemimpin di perusahaan Alexander."
Wilson sangat tidak suka jika Tuan Alam selalu menyebut Erick sebagai anak adopsi. Bagaimana pun juga Erick adalah anak kandungnya, walaupun tidak ada satu orang pun yang tahu tentang kebenaran itu. Pria itu pun mengepalkan tangannya sambil menatap tajam ke arah Tuan Alam.
"Seharusnya dulu saya tidak membuang Marshel. Dia yang seharusnya memimpin perusahaan Alexander." Tuan Alam berkata dengan penuh penyesalan.
Wilson hanya diam. Dia sangat kecewa sekali, mengapa pria tua itu harus selalu mengingat cucunya yang sudah dibuang itu.
"Jangan dulu pensiun! Saya akan berusaha keras untuk mencari keberadaan cucuku. Erick sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengan kamu dan Jasmine. Tapi Marshel, dia adalah darah dagingnya Jasmine."
Kemudian Tuan Alam meneruskan perkataannya, "Walaupun saya tidak bisa menemukan Marshel. Tapi tetap saja Erick tidak layak menjadi pemimpin di perusahaan. Dia sering berhura-hura menghamburkan uang dan sering bermain perempuan. Saya tidak ingin perusahaan saya menjadi hancur dipimpin oleh orang seperti itu."
Setelah berkata seperti itu, Tuan Alam pun segera keluar dari ruangan tersebut.
Tuan Alam tidak sengaja berpapasan dengan Erick yang hendak masuk ke dalam ruang kerja.
"Kakek." Erick menyapa sang kakek.
Tuan Alam sama sekali tidak menggubris sapaan dari Erick. dia pergi begitu saja, naik ke dalam lift, untuk segera pergi ke kamar.
...****************...
Sementara itu, terlihat Jasmine yang sedang termenung di dalam kamar sambil memeluk baju bayi yang dulu pernah dia beli bersama dengan Adnan.
Masih terbayang dengan sangat jelas betapa bahagianya Jasmine dan Adnan kala itu, ketika sedang membeli semua perlengkapan bayi. Walaupun Jasmine saat itu menjalani kehidupan yang sederhana dan makan seadanya, dia sangat bahagia hidup bersama suami pertamanya itu.
Wanita itu pun menitikkan air matanya. Setelah Adnan meninggal, dia sangat merasa terpuruk. Tapi karena kehadiran bayi di dalam kandungannya. Wanita itu masih memiliki penyemangat untuk menjalani hidup ini. Tapi setelah dia kehilangan putranya, bahkan dia belum sempat melihat wajah Marshel sebentar saja. Dia merasa dunianya benar-benar hancur.
Dia sama sekali tidak merasa bahagia dengan pernikahannya bersama dengan Wilson. Walaupun dia selalu berusaha untuk menjadi ibu yang baik untuk Erick, seorang anak yang sudah mereka adopsi. Tapi hatinya selalu saja teringat kepada Marshel. Apalagi Erick telah tumbuh dewasa menjaga anak yang susah diatur. Mungkin karena Wilson terlalu memanjakannya.
"Marshel, kenapa kamu harus pergi meninggalkan ibu, nak? Ibu ingin sekali melihat wajahmu dan memelukmu."
Jasmine menangis terisak-isak sambil terus memeluk baju bayi yang berada dalam genggamannya itu. Setelah kakinya mengalami kelumpuhan dan divonis tidak akan pernah bisa memiliki keturunan lagi, dia merasakan sudah tidak memiliki semangat untuk menjalani hidup.
Tapi entah mengapa Jasmine terkadang merasa bahwa putranya itu masih hidup. Padahal sudah jelas Tuan Alam telah menunjukkan makam Marshel kepadanya. Mungkin karena dulu dia tidak diberikan kesempatan untuk melihat jasad putranya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 109 Episodes
Comments
Niͷg_Nσͷg
boleh tak sih suudzon ? 🤭 sedari awal wilson menikahi jasmine bukan sepenuhnya karena cinta, tapi mengincar harta tuan alam. makanya wilson meminta tuan alam untuk membuang anaknya jasmine dengan adnan, karena wilson tidak ingin harta tuan alam jatuh pada anaknya jasmine. makanya wilson mengadopsi erick yang sebenarnya anaknya sendiri dengan wanitanya. dari sini kok jadi mikir? apa mungkin? kecelakaan, kelumpuhan dan pengangkatan rahim jasmine, ada sangkut pautnya dengan wilson? 🤔 karena wilson tidak mau jasmine hamil. wilson takut kalau harta tuan alam akan jatuh pada cucu kandung. kalau jatuh pada erick...otomatis wilson bisa sepenuhnya mengendalikan erick. karena yang di incar wilson memang semua harta tuan alam.
wahh bahaya tuan alam? anda tidak tahu saja kalau wilson manusia berhati ibliss, seharusnya anda diam2 saja mencari cucu kandung anda. anda kan punya segalanya, kenapa tidak membayarr detektif saja untuk mencari tahu keberadaan cucu kandung anda. dengan anda menceritakan pada wilson, malah semua langkah anda akan dia halang2ngi..bisa jadi nyawa anda dan jasmine jadi taruhannya.
Cinta kasih seorang ibu memang sepanjang masa, meski sudah ada erick..tapi Kehadiran erick tidak bisa menjadi obat buat luka hati jasmine. apalagi erick anak yang begajulan..11 12 dengan bapaknya yang kang celupp 🤮
2025-01-11
20
Kotin Rahman
kok aku curiga ya jngn" kelumpuhan Jasmine jga karna ulahnya Wilson....bisa jdi obatnya di sabutase sehingga kaki Jasmin gak sembuh" 🤔🤔🤔🤔
tuan alam harus berhati" bisa nyawa anda jga terancam karna anda di kelilingi org" jahat dan marok akan harta.....saran saya mnding anda menyewa seorg detective aja untuk mencari marshel jngan mngandalkn asisten anda tuan.....bahayaaa 🙄🙄🙄🙄🙄
2025-01-11
3
վօօղíҽ̀࿐༅ɯιƚԋ ʅσʋҽ࿐༅
Putramu memang masih hidup Jasmine 😕...
Sudah tumbuh menjadi pria dewasa yang matang dan berkarisma...
Semua yang kamu ketahui hanyalah skenario kebohongan dari Tuan Alam, Ayahmu...
Dan Wilson suamimu punya andil besar atas semua kesedihan sekaligus derita yang kamu alami..
Dia menjadi tersangka utama penyebab kecelakaan Adnan suami pertamamu...
Bahkan putramu pun menjadi korban kejahatan, keserakahan dan kelicikan dari Wilson..
Dia berhasil mempengaruhi Tuan Alam untuk membuang cucu kandungnya yang diasingkan di sebuah panti asuhan...
Wilson bukan orang baik Jasmine, harus berhati-hati dan waspada..
Banyak rahasia yang masih disembunyikan darimu...
2025-01-11
2