Payung Hitam

Payung Hitam

1. Jodoh dari langit.

Serangan angin kencang mendadak menggoyahkan parasut terjun. Pria berpangkat Letnan satu itu cukup panik karena arah angin membawanya ke arah sebuah pemukiman warga.

Para anggota di bawah sudah kocar kacir mengejar Letnan Rilo. Sungguh saat itu keadaan semrawut karena pasti tower listrik dalam keadaan on.

"Kejar parasutnya..!!!! Dantonmu nyangkut ituuuu..!!!!!!" Perintah Letkol Ribas.

Anggota berlarian ke arah Utara, siapa sangka angin berbalik arah ke selatan, anggota ikut berbalik arah ke selatan.

"Lho.. ke arah asrama????" Gumam Bang Ribas kemudian memerintahkan anggotanya menuju asrama Batalyon.

~

"Allahu Akbar.. Ya Tuhaaan.. Astaghfirullah..!!!!!!!!!" Pekik Letnan Rilo karena zona pendaratannya tepat di atas genteng rumah seorang yang pasti begitu di kenalnya.

Braaaaaaakkkk...

"Aaaaaaaaaaaaa..!!!" Secepatnya seorang gadis menyiram tubuh Letnan Rilo hingga basah kuyup. "Kurang ajaaaaaarr..!!!!!!"

"Ma_af, saya tidak lihat apa-apa..!!" Letnan Rilo langsung berbalik badan dengan gugupnya karena dirinya ternyata mendarat pada kamar mandi rumah Danyon.

byuuuuurr..

Lira menyiram tubuh Letnan Rilo dengan bergayung-gayung air.

"Liraaa, ada apa???"

"Mbak Niken, ada om-om jatuh dari langit." Jawab Lira.

Tak lama Bang Ribas tiba di rumah dengan nafas ngos-ngosan. "Ada apa, ndhuk??"

"Kata Lira, ada om-om jatuh dari langit."

"Abaaang.. pintunya terkunci..!! Lira lupa bawa handuk." Rengek Lira.

"Haaaaaa.. kamu ini nggak ilang-ilang cerobohnya..!!!!!!"

Bang Rilo meletakan senjata laras panjang di pundak kemudian melepas seragamnya dan menyerahkan pada Lira. "Pakai seragam saya dulu, mbak..!!" Kata Bang Rilo sembari menyerahkan seragamnya dan menghadap pada kaca kamar mandi.

'Astagfirullah, hadap sana sini salah wae'.

"B*****t kau Ril, sampai kau curi kesempatan ngintip Lira. Saya colok matamu..!!" Bentak Bang Ribas panik.

"Siap, salah Danyon. Tidak berani..!!"

"Halaaahh.. siapa yang percaya tampangmu itu." Gerutu Bang Ribas.

Mbak Niken secepatnya mengambil handuk, Bang Ribas pun segera menyambarnya.

"Di masukan lewat mana, Mas?" Tanya Mbak Niken.

"Apanya, sayang??"

"Handuknya. Masuk lewat mana?" Ujar Mbak Niken.

"Oohh.. handuk." Sesaat kemudian Bang Ribas kembali panik karena tidak ada ventilasi besar untuk memasukan handuk ke dalam kamar mandi.

"Abaaaang.. tolong Liraaa..!!!!" Pekik Lira dari dalam sana.

Hanya Lira yang di sibuk ribut sendiri sedangkan Bang Rilo menunduk dan tersenyum melihat paniknya seorang gadis yang berada di dalam satu kamar mandi dengannya.

Kaki Lira yang jenjang putih bersih, rambut basah, tetesan air dari kening dan juga bibir pink menambah deretan panjang pesona adik bungsu Danyon.

"Abaaaang..!!" Teriak Lira lagi.

"Allahu Akbar.. sabar, Liraaa..!!!!!

Karena situasi terlalu berisik, Bang Rilo mencoba mengambil alih tapi siapa sangka Lira yang panik dalam ketakutan kembali menyiram tubuh Bang Rilo.

"Jangan macam-macam kalau lihat perempuan cantik." Oceh Lira gugup.

Bang Rilo mengusap wajahnya, dengan tenang dirinya tetap melangkah maju. "Biar saya coba buka..!!"

"Buka apa?? Jangan coba-coba dekati Liraaaa..!!!" Pekik Lira semakin tak karuan.

Mendengar jerit adik bungsunya tentu saja kepanikan melanda hati Bang Ribas.

"Kamu mau buka apa, Riloooo?????" Teriak Bang Ribas.

"Buka pintu, Bang..!!" Jawab Bang Rilo pusing sendiri dengan ributnya kakak beradik ini.

"Pintu apa??? Keluar dari sini sikap tobat kamu, Riloo..!!" Ancam Bang Ribas.

"Tobat.. tobat bener dah saya. Saya mau buka pintu.. pintu kamar mandi, Bang. Apa Abang mau kami terus terkurung disini????" Jawab Bang Rilo sampai jengkel sendiri.

"Ya sudah, cepat..!!!" Perintah Bang Ribas.

Di dalam kamar mandi, pandangan Bang Rilo melihat ke arah sekitar. Arah matanya pun tertuju pada sebuah benda di atas lemari kecil. Bang Rilo pun melangkah maju dan membuat Lira semakin mundur teratur.

"Aaaaaaa..." Teriak Lira takut karena Bang Rilo seakan berusaha 'memeluknya'.

Bang Rilo tak menggubris, ia mengambil benda di belakang Lira lalu berbalik badan dan segera berjongkok mengotak atik pintu kamar mandi yang terkunci.

Lira membuang nafas lega namun sekaligus malu. Merasa gerah dan udara panas di dalam kamar mandi, Bang Rilo pun melepas kaosnya dan menyampirkan pada bahunya menyisakan celana PDL melekat di tubuh.

:

cckkllkk..

Lima belas menit kemudian pintu kamar mandi terbuka. Lira pun menghambur memeluk Mbak Niken dalam tangisnya kemudian menyusul Bang Rilo berjalan di belakangnya sambil menenteng senjata.

"Sudah, nggak apa-apa. Nggak ada yang luka, kan??" Tanya Mbak Niken yang sedang hamil empat bulan.

Lira menggeleng. Mbak Niken pun segera membawa Lira masuk ke dalam kamar. Disana Bang Ribas yang frustasi masih mengurut pangkal hidungnya. Beberapa anggota menunduk karena masih menjunjung tinggi adab kesopanan.

"Kembali ke Batalyon sekarang..!!" Perintah Bang Ribas pada juniornya yang sedang seperti orang kalah perang.

"Siap..!!" Jawab Bang Rilo tak ada alasan untuk menolak.

:

"Saya tidak mempermasalahkan angin, saya hanya ingin memastikan. Di dalam kamar mandi tadi.. imanmu masih teguh, kan??" Tanya Bang Ribas.

"Saat keluar tadi, apa keadaan saya tidak cukup menjelaskan apa yang terjadi?? Apa perlu kita reka ulang adegan lagi??? Abang pilih saja tempatnya, kamar mandi atau kamar tidur..!!" Goda Bang Rilo karena tau seniornya itu sulit untuk di ajak bercanda.

"Riloooooooooo..!!!!!!!"

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

mommyanis

mommyanis

ahhhhhhhh......mba Nara....i'm coming d lapakmu nich mba.....!!!!!!...cerita loreng loreng emang selalu bikin ngakak sekaligus koprol jantung 😂😂😂👍👍👍

2024-12-10

1

Dhafitha Fitha Fitha

Dhafitha Fitha Fitha

adik bontot yg tidak di ingin kan Mlah serumah GK kebayang kayak gimna repot nya bang ribas 🤣🤣🤣

2024-12-10

1

🍁Dhita❣️💋🅸🅼🅻🅴🅺👻ᴸᴷ

🍁Dhita❣️💋🅸🅼🅻🅴🅺👻ᴸᴷ

mampir aku ke cerita mba Nara..
semangat berkarya mba ditunggu kelanjutannya ceritanya

2024-12-10

1

lihat semua
Episodes
1 1. Jodoh dari langit.
2 2. Taruhan.
3 3. Dalam diam.
4 4. Rasa yang membingungkan.
5 5. Memendam perasaan.
6 6. Panggung.
7 7. Karena memendam rasa.
8 8. Sakitnya jatuh cinta.
9 9. Gonjang-ganjing perasaan.
10 10. Berani mati.
11 11. Beban di hati.
12 12. Kacau.
13 13. Babak baru.
14 14. Ribut lagi.
15 15. Semua demi adek.
16 16. Semua demi adek ( 2 ).
17 17. Aksi Om Danton.
18 18. Belajar jadi suami istri.
19 19. Restu.
20 20. Percaya tidak percaya.
21 21. Karena sayang.
22 22. Penolong baru.
23 23. Penolong baru ( 2 ).
24 24. Terpaksa di jodohkan mendadak.
25 25. Hati-hati hidup di dunia.
26 26. Pelindungmu.
27 27. Tahap penyelesaian.
28 28. Sisa masalah.
29 29. Ada sedikit kedamaian.
30 30. Berjuang untuk damai.
31 31. Kabar.
32 32. Sedikit ketegangan.
33 33. Hati yang mendalam.
34 34. Sesal.
35 35. Istri pencemburu.
36 36. Masalah besar.
37 37. Sekelebat masa lalu.
38 38. Rangkaian yang belum tersambung.
39 39. Rangkaian yang belum tersambung ( 2 ).
40 40. Rangkaian yang belum tersambung ( 4 ).
41 41. Imbas.
42 42. Sebelum......
43 43. Sebelum........ ( 2 ).
44 44. Pembebasan.
45 45. Di balik derita.
46 46. Pahit getir.
47 47. Langkah maju.
48 48. Hati yang goncang.
49 49. Korban perasaan.
50 50. Sakit yang mendalam.
51 51. Rasa tak terungkapkan.
52 52. Masih mati rasa.
53 53. Primitif.
54 54. Dunia berbeda.
55 55. Tebak rasa.
56 56. Hari yang berlalu.
57 57. Kesalahan tanpa arah.
58 58. Dalam tanda tanya.
59 59. Menata perasaan.
60 60. Mencoba berdamai dengan diri.
61 61. Belum bisa jujur.
62 62. Serangan panik.
63 63. Ingin damai.
64 64. Belum juga terasa.
65 65. Sedikit pendekatan.
66 66. Danki.
67 67. Tragedi Danki dan Danton garang.
68 68. Khilaf yang tidak di sengaja.
69 69. Menyadari dalamnya perasaan.
70 70. Jatuh cinta.
71 71. Akankah masalah datang lagi??
72 72. Bingung mengungkapkan sayang.
73 73. Belajar terbuka untuk mendewasakan.
74 74. Untuk si cantik.
75 75. Rasanya hampir sama.
76 76. Ketakutan.
77 77. Hari yang melelahkan.
78 78. Celaka tak di sengaja.
79 79. Seni berumah tangga.
80 80. Belajar bersama ibu guru.
81 81. Sebelum bertarung.
82 82. Baru memulai perjalanan.
Episodes

Updated 82 Episodes

1
1. Jodoh dari langit.
2
2. Taruhan.
3
3. Dalam diam.
4
4. Rasa yang membingungkan.
5
5. Memendam perasaan.
6
6. Panggung.
7
7. Karena memendam rasa.
8
8. Sakitnya jatuh cinta.
9
9. Gonjang-ganjing perasaan.
10
10. Berani mati.
11
11. Beban di hati.
12
12. Kacau.
13
13. Babak baru.
14
14. Ribut lagi.
15
15. Semua demi adek.
16
16. Semua demi adek ( 2 ).
17
17. Aksi Om Danton.
18
18. Belajar jadi suami istri.
19
19. Restu.
20
20. Percaya tidak percaya.
21
21. Karena sayang.
22
22. Penolong baru.
23
23. Penolong baru ( 2 ).
24
24. Terpaksa di jodohkan mendadak.
25
25. Hati-hati hidup di dunia.
26
26. Pelindungmu.
27
27. Tahap penyelesaian.
28
28. Sisa masalah.
29
29. Ada sedikit kedamaian.
30
30. Berjuang untuk damai.
31
31. Kabar.
32
32. Sedikit ketegangan.
33
33. Hati yang mendalam.
34
34. Sesal.
35
35. Istri pencemburu.
36
36. Masalah besar.
37
37. Sekelebat masa lalu.
38
38. Rangkaian yang belum tersambung.
39
39. Rangkaian yang belum tersambung ( 2 ).
40
40. Rangkaian yang belum tersambung ( 4 ).
41
41. Imbas.
42
42. Sebelum......
43
43. Sebelum........ ( 2 ).
44
44. Pembebasan.
45
45. Di balik derita.
46
46. Pahit getir.
47
47. Langkah maju.
48
48. Hati yang goncang.
49
49. Korban perasaan.
50
50. Sakit yang mendalam.
51
51. Rasa tak terungkapkan.
52
52. Masih mati rasa.
53
53. Primitif.
54
54. Dunia berbeda.
55
55. Tebak rasa.
56
56. Hari yang berlalu.
57
57. Kesalahan tanpa arah.
58
58. Dalam tanda tanya.
59
59. Menata perasaan.
60
60. Mencoba berdamai dengan diri.
61
61. Belum bisa jujur.
62
62. Serangan panik.
63
63. Ingin damai.
64
64. Belum juga terasa.
65
65. Sedikit pendekatan.
66
66. Danki.
67
67. Tragedi Danki dan Danton garang.
68
68. Khilaf yang tidak di sengaja.
69
69. Menyadari dalamnya perasaan.
70
70. Jatuh cinta.
71
71. Akankah masalah datang lagi??
72
72. Bingung mengungkapkan sayang.
73
73. Belajar terbuka untuk mendewasakan.
74
74. Untuk si cantik.
75
75. Rasanya hampir sama.
76
76. Ketakutan.
77
77. Hari yang melelahkan.
78
78. Celaka tak di sengaja.
79
79. Seni berumah tangga.
80
80. Belajar bersama ibu guru.
81
81. Sebelum bertarung.
82
82. Baru memulai perjalanan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!