"Aww...." pekik gisell saat badannya tersentak jatuh ke atas kasur saat menerima tamparan mendadak dari ibunya sava
"Tante apa-apaan sih..?" Teriak gisell sambil menatap marah tanpa ada rasa sopan sedikitpun pada orang yang lebih tua
"Ow... gini balasan kamu terhadap keluarga saya... lupa kamu sama apa yang udah kamu terima dari kami..? Suami saya sudah membantu perusahaan papa kamu yang sudah hampir gulung tikar, sava bahkan memohon untuk memberikan beasiswa supaya kamu bisa melanjutkan sekolah. Lupa.. lupa kamu... kami tak pernah mempermasalahkan semua tapi kami akan lebih sombong untuk orang tak tau diri macam kamu. Setelah apa yang sudah kamu lakukan terhadap keluarga saya terutama putri saya, terima semua konsekuensi yang kamu dapat dari ulah kamu sendiri. Dan saya harap kamu tak akan lagi muncul didepan kami terlebih didepan sava untuk mengemis padanya lagi" setelah mengatakan itu bunda amel keluar kamar dan menemui suami juga anaknya
Bug... plak... bug...
Suara pukulan terdengar dari salah satu ruangan. Terlihat raka tergeletak tak berdaya setelah menerima pukulan dari sang ayah.
Ya... setelah bunda amel menarik gisell papa burhan langsung melayangkan pukulan mautnya putranya.
"Entah siapa yang mengajari mu nak... papa sangat malu melihat apa yang kamu lakukan saat ini terhadap sava" ucap papa burhan yang sudah terduduk dengan kedua telapak tangannya menutupi wajahnya. Pak duta papa sava juga fandra hanya bisa diam melihat sisi lain dari pak burhan, karna jika pak burhan tidak melakukan itu sudah dipastikan papa bahkan fandra yang melakukannya
Raka masih setengah sadar, namun ia tak berdaya bahkan untuk sekedar membela diri
"Pak duta... saya pribadi mohon maaf atas perlakuan anak saya. Saya benar-benar sudah kehilangan muka. Saya hanya berharap sava bisa mendapatkan kebahagiannya nanti. Walau saya sangat menyayangi sava tapi saya tak bisa menahannya untuk tetap bersama anak saya yang b4jingan ini"
"Pa... papa koq... gi.. gitu.. bu.. bukannya bantu raka kenapa ja.. jadi misahin raka sama sava" terlihat raka sudah terduduk walau terlihat lemah dengan wajah babak belurnya.
"DIAM... MAU SAMPAI MANA KAMU MENYAKITI SAVA. PAPA SUDAH MENAHAN SAAT KAMU MEMANFAATKAN SAVA UNTUK MENJAGA IBUMU, JUGA SAAT KAKAK KAMU MEMINTA SAVA MENJAGA KEPONAKAN KAMU. DIMANA PERASAAN KALIAN. INGAT RAKA SAVA DIBESARKAN DENGAN BAIK DIKELUARGANYA, TAPI KAMU TAK MENGHARGAI DIA SEBAGAI SEORANG WANITA. JADI LEBIH BAIK LEPASKAN SAVA SEBELUM PAPA MENGHAJAR KAMU LEBIH DARI INI"
papa burhan tak pernah main-main dengan ucapannya. Papa adalah mantan preman jadi jangan ragukan kekuatan ototnya yang masih terjaga sampai saat ini. Tapi dari dulu ia sama sekali mencela orang yang tak pernah bisa menghargai seorang wanita, tak terkecuali anaknya sendiri
Raka hanya terdiam mendengar teriakan papanya dengan wajah tertunduk. Karena baru sekali ini papanya benar-benar marah sampai berteriak seperti itu padanya.
"Baik... mungkin mereka tidak berjodoh pak... tapi saya minta hubungan kita jangan putus. Kita sudah saling mengenal sebelum anak-anak punya hubungan" ucap papa duta sambil menepuk pundak pak burhan yang masih terlihat terpukul juga merasa bersalah
"Terima kasih.. dan sekali lagi maaf.. Tolong sampaikan maaf saya terhadap sava, jika masih berkenan sava bisa betemu dengan saya walau dia bukan lagi calon menantu saya" papa burhan tertunduk bahkan malu menatap teman seperjuangannya. Bahkan kini mungkin ia tak akan bisa leluasa lagi berkomunikasi hanya karena ulah anak nya.
**Jangan jadi pembaca gelap ya tsay... ditunggu dukungannya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 171 Episodes
Comments
Yuni Ngsih
waduuuuh Thooooor jangan diulang - ulang dong ceritranya cape bacanya....🙈🙈🙈👍👍👍💪💪💪
2025-01-11
0