Brakkkk...
Berbekal kartu akses otomatis yang diberikan oleh kak Ezra, kini Alsava sudah berada di sebuah kamar hotel berlabel suite milik keluarga adisatya.
Prok... prok... prok...
"Ow... ternyata benar ya kalian ada main dibelakang ku... " ucap sava yang bertepuk tangan saat melihat 2 manusia yang sedang berbagi peluh siang hari ini dengan bersandar didinding dekat pintu kamar. Sava sudah mengantisipasi jika saja kakinya lemas tak bisa menopang bobot badannya sedangkan ia harus terlihat tegar saat ini.
Ezra yang menemani sava atas permintaan sahabatnya fandra yakni kakak dari Alsava sejak awal sudah menyalakan video diponselnya sejak awal masuk kamar, dan sesekali melihat keadaan adik dari sahabatnya itu...
Sava merasakan sakit di dadanya, bahkan sulit bernafas saat melihat dua orang didepannya yang seakan melupakan status mereka...
"Yang... sayang... kok kamu bisa disini yang..?" Tanya rafa gugup sambil menarik selimut untuk menutupi sesuatu yang masih teg4k b3rdiri karna belum melakukan p3lepasan.
Sedang si wanita juga sama, menarik selimut untuk menutupi sebagian badannya sambil melirik ke arah sava sambil tersenyum licik penuh kemenangan
"Terus seharusnya aku dimana mas..?, 1 minggu aku tinggal, bukannya mikir gimana kelanjutan hubungan kita, kamu malah kumpul kebo sama cewe ngga tau diri ini"
"Bu... bukan gitu yang... ini... ini ngga seperti yang kamu pikirkan kok..." raka masih berusaha mencairkan suasana
"Udah lah mas... ngapain juga kamu masih ngomong kaya gitu... kan kamu sendiri yang bilang kalo kamu cuma manfaatin sava buat jaga ibu juga keponakan kamu karena kakak kamu sendiri sudah pusing ngurus anak-anaknya. lagian Toh sebentar lagi juga kamu bakalan ninggalin dia kan mas..?" Kini gisell ikut angkat bicara dengan nada kesalnya
"Diam kamu..." bentak rafa pada gisell
"Yang... jangan dengerin dia... dia... dia yang goda aku yang, maaf... maaf aku khilaf..." raka masih mencoba mencari belas kasih sava
"Hah... ok aku terima kalo emang dia yang goda kamu mas, tapi mas juga salah kenapa mas mau digoda. Kalo mas punya iman, mas ngga bakalan kegoda. Apalagi kita udah rencanain lamaran dan juga pernikahan.." saat ini tak disangkal hati sava benar-benar sakit sehingga nada bicaranya agak naik
"Mas... mas tuh cintanya sama kamu yang... ngga ada yg bakalan berubah sama rencana kita" entah bagai mana caranya kini raka sudah memakai boxernya dan mendekat ke arah sava.
Sava mundur kebelakang ezra dan memalingkan wajahnya saat melihat sesuatu yang menonjol dibawah sana.
"Bro... gw saranin, pakai dulu baju lo yang bener. Cewe dibelakang gw masih suci bro ngga kaya yang itu... " sarkas ezra membandingkan sava juga gisell
"Kalian kita tunggu didepan dalam 5 menit... lebih dari itu gw bakalan panggil polisi atas tindakan perzinaan" ucap ezra yang langsung mematikan video ponselnya lalu menarik tangan sava keluar dari kamar.
Saat ini sava juga ezra sudah duduk bersebelahan di sofa yang ada disana dan 2 orang yang berbadan tegap di samping kanan juga kiri mereka.
Tak lama keluarlah raka terlebih dahulu dengan celana panjang juga kaos singletnya, entah mengapa dia tak memakai kemeja yang biasa ia pakai
Tapi pertanyaan itu langsung terjawab saat gisell keluar dengan memakai kemeja yang terlihat kebesaran di badannya sambil berjalan santai seakan memberitahu bahwa ia adalah pemenangnya.
Sava tersenyum tipis ke arah ezra yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan oleh sava sendiri.
**Jangan jadi pembaca gelap ya tsay... ditunggu dukungannya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 170 Episodes
Comments
irma hidayat
Gisel ular kadut,setan perempuan
2025-01-15
1
Beatrys Abbas
srnyumlah gisell....@ pelakor
2024-12-26
0
Siti Nurisnaeni
hempaskan raka,,,,,,,,
2024-11-19
0