tiga

"Assalamualaikum" ucap sava saat berada didepan pintu sebuah rumah sederhana di sebuah perumahan.

Sabtu ini sava diminta untuk datang kerumah sang calon ibu mertuanya tante diana, Dan kini sava sudah sampai untuk memenuhi janjinya.

Namun betapa terkejutnya sava saat pintu dibuka sebuah tembakan terdengar dan sesuatu menempel di kening sava

"Hahahaha.... penjahatnya kena tembak..." ujar seorang anak laki-laki yang membuka pintu

"Ya ampun vadell.... ngga boleh gitu sama tante sava" teriak seorang wanita dari dalam

"Sava... maaf ya vadell emang lagi aktif-aktifnya"

"Ngga apa-apa mba silvy namanya juga anak-anak" ujar sava sambil melepas mainan yang menempel di keningnya dan berjalan masuk setelah dipersilahkan oleh mba silvy adik raka

"Yang... udah datang..?" Raka berjalan santai ke arah sava duduk

"Iya... baru sampai, kamu mau kemana udah rapi aja ?" Tanya sava bingung. Karena saat ini dia diminta datang tapi sang pacar malah terlihat akan pergi

"Oh... itu tadi si abdi sama bagas koling ngajak nongkrong di kafe"

"Aku ikut ya..!" Bukan tanpa alasan sava meminta ikut.

Karena sebelumnya saat sava berkunjung kerumah ini dia di kerjai habis-habisan oleh 2 keponakan raka, pada saat itu silvy menitipkan 2 anaknya pada maminya karena ia ada janji dengan teman-temannya, namun sang mami sedang tidak enak badan jadi terpaksa raka juga sava yang mengawasi 2 anak itu.

"Kita cuma ber 3 yang. Ngga ada cewenya. Lagian juga kita mau bahas kerjaan koq" tolak raka. Sava manyun mendengar alasan raka. Bukannya dia juga sudah mengenal abdi juga bagas, toh nanti dia juga bisa diam saja seperti sebelumnya. Mereka bertiga seakan punya dunia sendiri dan tak menghiraukan keadaan sekitar.

"Maaf ya... besok aja ya kita jalan berdua, gimana..?" Langsung saja sava mengangguk mendengarnya.

"Ya udah aku pergi dulu ya yang.  Kalo ada apa-apa hubungin aku aja ya.."

Raka pun berlalu pergi setelah berpamitan.

Kemudian hari berat sava pun dimulai...

Sava membantu tante diana menjaga ke 2 cucunya karena silvy kembali menitipkan anak-anaknya sedang ia sendiri bertemu dengan teman-temannya. Dikarenakan usia, ruang gerak tante diana, sehingga sava yang lebih banyak menjaga mereka.

Sampai sava diselamatkan oleh sebuah panggilan dari ponselnya yang memintanya untuk pulang

"Tante... maaf ya sava ngga bisa lama-lama. Mama papa baru pulang jadi sava diminta untuk pulang sekarang juga"

"Loh... terus ini yang jagain vadel sama varel siapa..?" Entah kenapa calon mertua sava berkata seperti itu.

"Em.. maaf tan... kenapa ngga telpon mba silvy aja buat pulang, udah lama juga kan mba silvy keluarnya" Jawab sava hati-hati

"Ya ngga bisa gitu donk. Silvy itu lagi kumpul sama temannya tante ngga bisa ganggu dia. Udah kamu disini aja sebentar sampai silvy pulang." Tolak calon mertuanya, tapi sava ingat sebelumnya silvy pulang saat makan malam, sedang saat ini baru jam 11 siang.

"Maaf tante.. sava ngga bisa.. maaf tante sava izin pulang ya tan.. assalamualaikum" sava menebalkan telinganya saat tante diana berteriak memanggil namanya untuk kembali.

Sava membawa mobilnya keluar dari pekarangan rumah tante diana itu, dari awal memang tante diana terlihat sangat menentang hubungan sava juga raka berbeda dengan om burhan ayah raka.

Sava memaksa pulang ke rumah karena mama papa nya membawa opa juga oma sava yang sudah lama tak ia jumpai karena tinggal diluar negri.

"Assalamualaikum...." teriak sava saat ia memasuki rumahnya.

"Waalaikumussalam" ucap semua orang di sana

"Nah... ini dia yang dicari malah ngga ada di rumah... kamu kemana hari libur gini sayang" tanya seorang wanita tua yang masih terlihat sehat

"Hehe... biasa oma  sava kan juga butuh refresing..." ucap sava sambil memeluk sang oma setelah menyalami semua orang disana.

Sava adalah satu-satunya cucu wanita baik di keluarga mama juga papa nya. Semua keponakan mama juga papa adalah laki-laki jadi jangan salah kalau saat kumpul keluarga semua keluarga baik orang tua sampai para sepupu semua posesif pada sava, begitulah mereka mengungkapkan rasa sayang mereka.

Sava menghabiskan waktunya bersama oma opanya sampai melupakan ponsel yang terus berdering dalam mode silent.

Sampai ketika selesai makan siang sava menemui sang kakak setelah memastikan oma opanya beristirahat dikamar.

"Kak... " ucap sava sambil melongokkan kepalanya kedalam kamar sang kakak

"Kenapa... masuk sini..."

Sava langsung masuk kekamar kakaknya, duduk disebelah sang kakak yang sedang fokus dengan laptopnya lalu menyandarkan kepalanya dibahu sang kakak..

"Kenapa..?" Fandra tau kalau sudah seperti ini adiknya sedang ada masalah dan bermaksut ingin bercerita. Karena itu fandra langsung menaruh laptopnya dan membelai kepala adiknya. Namun sava hanya menggelengkan kepalanya

" kalo ngga mau cerita ya udah sana keluar, kakak lagi ada kerjaan" cetus fandra memancing sang adik

"Ich... kakak mah gitu, ngga peka sama adeknya sendiri..." gerutu sava tak terima sikap cuek kakaknya saat ini

Fandra hanya terkekeh mendengarnya.

"Tadi kan kakak tanya sama kamu, eh kamu malah geleng. Ya udah sini mumpung kerjaan kakak masih bisa di kerjain nanti kamu bisa cerita sama kakak..." kini fandra sudah berada didepan sang adik

"Em... tadi... tadi pagi sebenernya sava kerumah raka trus..." belum selesai sava bercerita sudah dipotong oleh fandra

"Trus kamu jagain 2 keponakan raka lagi..? " lanjut fandra yang memang sudah tau cerita ini karena dari kecil sava selalu menceritakan segala hal pada kakaknya ini, dan sava mengangguk

"Trus masalahnya apa..? Toh ada raka kan disana..?"

"Engga kak... hari ini tuh raka pergi pas sava baru dateng terus.... " sava menceritakan semua kejadian dari datang sampai pulang beserta teriakan tante diana padanya saat akan pulang

Fandra mengepalkan tangannya saat mendengar cerita sang adik. Bagaimana tidak sava bak seorang tuan putri saat bersama keluarganya tetapi dijadikan pengasuh gratis saat berada di keluarga orang lain.

"Dek.. boleh kakak kasih usul..?" Tanya fandra pelan sambil melihat reaksi sang adik, dan dibalas anggukan

"Kamu bilang 1 minggu ini kamu libur kuliah kan? Gimana kalo kamu ikut opa oma sambil liburan tapi kamu jangan nyalakan ponsel kamu selain mengabarkan kalau kamu akan liburan bersama keluarga selama 1 minggu, setelah itu serahkan semua sama kakak..."

"Baik kak... kali ini sava juga akan denger nasehat kakak" ucap sava yakin karena selama ini apapun yang kakaknya katanya semua demi kebaikannya walau kadang sava tak mengerti tapi akhirnya sava sadar hasil akhirnya fandra selalu mengedepankan kebahagian sava.

Sava memeluk kakaknya sebelum keluar dan masuk ke kamarnya. Saat sava mengecek ponselnya dia dikejutkan dengan banyaknya panggilan dari raka, sebelum sava menelpon balik sava membuka pesan yang juga dikirim oleh raka

Deggg...

Kaget... kecewa bahkan sava tak menyangka kalau raka bisa seperti ini terhadapnya.

SAVA.. KENAPA KAMU PERGI NINGGALIN MAMI GITU AJA, KAMU TAU KAN KALO MAMI NGGA BISA JAGA VADEL JUGA VAREL SENDIRIAN. TERNYATA KAMU EGOIS YA. PERGI NGGA JELAS DAN NGGA BISA DIHUBUNGI...

Dari sekian banyak pesan raka 1 pesan ini yang sangat membuat sava sakit hati.. ditambah tulisan besar yang menandakan raka sedang marah.

Sava menangis sambil berbaring dan memandangi pesan yang barusan ia baca sampai tertidur. Fandra masuk kekamar adiknya untuk menanyakan sesuatu namun fandra kaget saat melihat wajah adiknya, masih ada jejak air mata dipipinya. Fandra juga mengambil ponsel dalam genggaman sava dan melihatnya setelah membuka dengan sidik jadi sava. Mata fandra melotot melihat pesan yang dikirim kan oleh raka. Fandra langsung menaruh kembali dan keluar dari kamar adiknya.

Fandra langsung mencari orang tuanya untuk pamit

"Ma.. pa.. fandra keluar sebentar ya mau ketemu sama ezra"

"Oh.. iya jangan lama-lama ya ngga enak sama opa oma" ujar sang mama mengingatkan

"Siap ma... oiya... sava lagi tidur. Tadi pesen katanya jangan dibangunin, dia mau istirahat katanya" ujar fandra agar orang tuanya tak melihat sava yang habis menangis

Setelah itu fandra langsung pergi menggunakan motor kesayangannya.

Tak lama ia pun sudah tiba di rumah sahabatnya itu, kebetulan fandra melihat ezra sedang mencuci mobilnya

"Tumben kerumah ngga ngabarin..?" Tanya ezra saat melihat sahabatnya berjalan mendekatinya

"Lagi pusing gw...ngga tau mau kemana, yang kepikiran ya cuma kesini"

"Ow... " ezra pun menyudahi pekerjaannya karena memang sudah selesai

"Gw ganti baju dulu ya sebentar" ujar ezra pamit untuk mengganti bajunya yang basah

"Yoi... santai aja bro..."

Ezra berlalu meninggalkan fandra namun tak lama seorang ART datang membawa segelas es teh juga camilan

"Diminum den, sambil nunggu den ezra" bi sumi mempersilahkan

"Makasih ya bi..." jawab fandra sopan

Fandra meminum es yang terlihat menggoda didepannya itu lalu kembali menatap kosong ke arah depannya

"Wey... bengong aja lo, ada apa sih... tumben banget gw liat lo kaya gini... kalo soal kerjaan ngga mungkin. Pasti masalah lain.." tebak ezra saat sudah duduk di depan fandra

"Hufff.... iya zra.. ini soal sava..." ucap fandra menggantung membuat ezra penasaran tapi ia tahan sampai fandra menceritakan masalahnya

"Lo tau sendiri gimana perlakuan keluarga gw sama sava. Dia itu satu satunya anak perempuan jadi baik opa oma, paman tante bahkan para sepupu memperlakukan sava dengan sangat baik tapi ternyata dia diperlakukan layaknya pengasuh di keluarga pacarnya, gimana gw ngga kesel coba. Mangkanya gw pergi dari rumah sebelum nyokap bokap sadar sama perubahan sikap gw..."

"Sorry... sorry bro.. gw masih belum ngerti nih maksudnya..?" Tanya ezra mengeluarkan rasa penasarannya

Fandra pun menceritakan semua yang ia tau pada ezra, toh selama ini ezra bisa menjaga rahasia dan ezra adalah satu-satunya sahabat yang ia percaya bahkan sampai mereka kerja sama dalam bisnis.

"Terus lo mau gimana sekarang..?" Tanya ezra yang menyimpan rasa kesal yang sama setelah mendengar perlakuan keluarga raka terhadap sava

"Gw ngusulin sava ikut opa oma pulang besok sambil liburan 1 minggu. Sementara selama itu gw mau nyari info tentang keluarga raka. Siapa tau ada yang bisa bikin mereka pisah. Jujur gw ngga rela adek yang gw sayang diperlakukan seperti itu dibelakang gw. Gw ngga yakin dia bakalan selamat kalo semua keluarga gw tau kelakuan raka sama sava"

"Ok.. ok... gw bakalan bantu lo juga bro... lo bilang sama gw kalo butuh bantuan, kebetulan ge juga mau ninjau proyek di inggris.." ucap ezra menggantung karna dia yakin fandra tau maksudnya

"wak kebetulan bisa lah sekalian jaga adek gw disana biar dia sedikit lupa sama masalah nya."

Episodes
1 satu
2 dua
3 tiga
4 empat
5 lima
6 enam
7 tujuh
8 Delapan
9 sembilan
10 sepuluh
11 sebelas
12 dua belas
13 tiga belas
14 empat belas
15 lima belas
16 enam belas
17 tujuh belas
18 delapan belas
19 sembilan belas
20 dua puluh
21 dua puluh satu
22 dua puluh dua
23 dua puluh tiga
24 dua puluh empat
25 dua puluh lima
26 dua puluh enam
27 dua puluh tujuh
28 dua puluh delapan
29 dua puluh sembilan
30 Tiga puluh
31 tiga puluh satu
32 tiga puluh dua
33 tiga puluh tiga
34 tiga puluh empat
35 tiga puluh lima
36 tiga puluh enam
37 tiga puluh tujuh
38 tiga puluh delapan
39 tiga puluh sembilan
40 empat puluh
41 empat puluh satu
42 empat puluh dua
43 empat puluh tiga
44 empat puluh empat
45 empat puluh lima
46 empat puluh enam
47 empat puluh tujuh
48 empat puluh delapan
49 empat puluh sembilan
50 lima puluh
51 lima puluh satu
52 lima puluh dua
53 lima puluh tiga
54 lima puluh empat
55 lima puluh lima
56 Bayanaka Bintang adisatya
57 lima puluh tujuh
58 lima puluh delapan
59 lima puluh sembilan
60 enam puluh
61 enam puluh satu
62 enam puluh dua
63 enam puluh tiga
64 enam puluh empat
65 enam puluh lima
66 enam puluh enam
67 enam puluh tujuh
68 enam puluh delapan
69 enam puluh sembilan
70 tujuh puluh
71 tujuh puluh satu
72 tujuh puluh dua
73 tujuh puluh tiga
74 tujuh puluh empat
75 tujuh puluh lima
76 tujuh puluh enam
77 Bukan episode
78 tujuh puluh delapan
79 tujuh puluh sembilan
80 delapan puluh
81 delapan puluh satu
82 Delapan puluh dua
83 delapan puluh tiga
84 delapan puluh empat
85 delapan puluh lima
86 delapan puluh enam
87 delapan puluh tujuh
88 Delapan puluh delapan
89 delapan puluh sembilan
90 sembilan puluh
91 sembilan puluh satu..
92 sembilan puluh dua
93 sembilan puluh tiga
94 sembilan puluh empat
95 sembilan puluh lima
96 sembilan puluh enam
97 sembilan tujuh
98 sembilan puluh delapan
99 sembilan puluh sembilan
100 SERATUS....
101 seratus satu
102 seratus dua
103 seratus tiga
104 seratus empat
105 seratus lima
106 seratus enam
107 Seratus tujuh
108 seratus delapan
109 seratus sembilan
110 seratus sepuluh
111 seratus sebelas
112 saratus dua belas
113 seratus tiga belas
114 seratus empat belas
115 seratus lima belas
116 seratus enam belas
117 seratus tujuh belas
118 seratus delapan belas
119 seratus sembilan belas
120 seratus dua puluh
121 seratus dua puluh satu
122 SEASON DUA
123 INTRO
124 S2. Gadis bar-bar buat penasaran (GBBP)
125 S2. GBBP
126 S2. GBBP
127 S2. GBBP
128 S2.GBBP
129 S2. GBBP
130 S2.GBBP
131 S2.GBBP
132 S2.GBBP
133 S2.GBBP
134 S2.GBBP
135 S2.GBBP
136 S2.GBBP
137 S2.GBBP
138 S2. GBBP
139 S2.GBBP
140 S2.GBBP
141 S2.GBBP
142 S2 GBBP
143 S2.GBBP
144 S2.GBBP
145 S2.GBBP
146 S2.GBBP
147 S2.GBBP
148 S2.GBBP
149 S2.GBBP
150 S2.GBBP
151 S2.GBBP
152 S2.GBBP
153 S2.GBBP
154 S2. GBBP
155 S2.GBBP
156 S2.GBBP
157 S2.GBBP
158 S2.GBBP
159 S2.GBBP
160 S2.GBBP
161 S2.GBBP
162 S2.GBBP
163 S2.GBBP
164 S2.GBBP
165 S2.GBBP
166 S2.GBBP
167 S2.GBBP
168 S2.GBBP
169 S2.GBBP
170 S2.GBBP
171 S2.GBBP
Episodes

Updated 171 Episodes

1
satu
2
dua
3
tiga
4
empat
5
lima
6
enam
7
tujuh
8
Delapan
9
sembilan
10
sepuluh
11
sebelas
12
dua belas
13
tiga belas
14
empat belas
15
lima belas
16
enam belas
17
tujuh belas
18
delapan belas
19
sembilan belas
20
dua puluh
21
dua puluh satu
22
dua puluh dua
23
dua puluh tiga
24
dua puluh empat
25
dua puluh lima
26
dua puluh enam
27
dua puluh tujuh
28
dua puluh delapan
29
dua puluh sembilan
30
Tiga puluh
31
tiga puluh satu
32
tiga puluh dua
33
tiga puluh tiga
34
tiga puluh empat
35
tiga puluh lima
36
tiga puluh enam
37
tiga puluh tujuh
38
tiga puluh delapan
39
tiga puluh sembilan
40
empat puluh
41
empat puluh satu
42
empat puluh dua
43
empat puluh tiga
44
empat puluh empat
45
empat puluh lima
46
empat puluh enam
47
empat puluh tujuh
48
empat puluh delapan
49
empat puluh sembilan
50
lima puluh
51
lima puluh satu
52
lima puluh dua
53
lima puluh tiga
54
lima puluh empat
55
lima puluh lima
56
Bayanaka Bintang adisatya
57
lima puluh tujuh
58
lima puluh delapan
59
lima puluh sembilan
60
enam puluh
61
enam puluh satu
62
enam puluh dua
63
enam puluh tiga
64
enam puluh empat
65
enam puluh lima
66
enam puluh enam
67
enam puluh tujuh
68
enam puluh delapan
69
enam puluh sembilan
70
tujuh puluh
71
tujuh puluh satu
72
tujuh puluh dua
73
tujuh puluh tiga
74
tujuh puluh empat
75
tujuh puluh lima
76
tujuh puluh enam
77
Bukan episode
78
tujuh puluh delapan
79
tujuh puluh sembilan
80
delapan puluh
81
delapan puluh satu
82
Delapan puluh dua
83
delapan puluh tiga
84
delapan puluh empat
85
delapan puluh lima
86
delapan puluh enam
87
delapan puluh tujuh
88
Delapan puluh delapan
89
delapan puluh sembilan
90
sembilan puluh
91
sembilan puluh satu..
92
sembilan puluh dua
93
sembilan puluh tiga
94
sembilan puluh empat
95
sembilan puluh lima
96
sembilan puluh enam
97
sembilan tujuh
98
sembilan puluh delapan
99
sembilan puluh sembilan
100
SERATUS....
101
seratus satu
102
seratus dua
103
seratus tiga
104
seratus empat
105
seratus lima
106
seratus enam
107
Seratus tujuh
108
seratus delapan
109
seratus sembilan
110
seratus sepuluh
111
seratus sebelas
112
saratus dua belas
113
seratus tiga belas
114
seratus empat belas
115
seratus lima belas
116
seratus enam belas
117
seratus tujuh belas
118
seratus delapan belas
119
seratus sembilan belas
120
seratus dua puluh
121
seratus dua puluh satu
122
SEASON DUA
123
INTRO
124
S2. Gadis bar-bar buat penasaran (GBBP)
125
S2. GBBP
126
S2. GBBP
127
S2. GBBP
128
S2.GBBP
129
S2. GBBP
130
S2.GBBP
131
S2.GBBP
132
S2.GBBP
133
S2.GBBP
134
S2.GBBP
135
S2.GBBP
136
S2.GBBP
137
S2.GBBP
138
S2. GBBP
139
S2.GBBP
140
S2.GBBP
141
S2.GBBP
142
S2 GBBP
143
S2.GBBP
144
S2.GBBP
145
S2.GBBP
146
S2.GBBP
147
S2.GBBP
148
S2.GBBP
149
S2.GBBP
150
S2.GBBP
151
S2.GBBP
152
S2.GBBP
153
S2.GBBP
154
S2. GBBP
155
S2.GBBP
156
S2.GBBP
157
S2.GBBP
158
S2.GBBP
159
S2.GBBP
160
S2.GBBP
161
S2.GBBP
162
S2.GBBP
163
S2.GBBP
164
S2.GBBP
165
S2.GBBP
166
S2.GBBP
167
S2.GBBP
168
S2.GBBP
169
S2.GBBP
170
S2.GBBP
171
S2.GBBP

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!