Bab 13. Menghina Diri Sendiri

...“Tidak mau! Kami akan selalu memanggil Papah dengan sebutan Papah. Karena Papah akan tetap menjadi satu-satunya Papah kami selamanya.”...

“Hahaha … Apakah kalian sengaja memilihku sebagai Papah kalian, karena penampilanku yang keren dan terlihat seperti orang kaya, hmm?”

Glenn tak kuasa menahan tawanya saat melihat cara makan ketiga anak kembar itu yang terlihat persis sepertinya saat makan. Bahkan mereka tetap berbicara serius dengan mulut penuh makanan, terlihat seperti anak hamster di mata Glenn saat itu.

Savian dan Fay yang baru pertama kali melihat tuannya tertawa lepas, tentu merasa sangat heran bagaimana ketiga bocah kembar tersebut berhasil melakukannya. Padahal ketiga bocah kembar itu hanya makan dengan rakus, meski harus mereka akui bahwa ketiganya sangat lucu dan sangat mirip dengan Tuannya.

“Tidak!” Jawab Triple K serentak, “Papah kami memang sangat kaya, tampan dan juga sangat berkuasa. Tapi sayangnya, Papah sangat bodoh dan pelupa sehingga dia melupakan kami dan Mamah. Padahal Papah sudah berjanji akan segera menjemput Mamah dan kami kembali, tapi sampai sekarang Papah bahkan bersama dengan wanita lain,” sambung Keenan bercerita dengan wajah sedihnya.

“Hah? Bagaimana bisa bajingan seperti itu menjadi Papah dari anak-anak sepintar dan selucu kalian? Sepertinya Mamah kalian yang bodoh, karena mempercayai bajingan seperti itu,” umpat Glenn dengan kata kasar, tanpa sadar bahwa dia tengah berhadapan dengan anak-anak berusia delapan tahun karena saking emosinya saat mendengar penjelasan Keenan.

Padahal secara tidak langsung dia tengah mengumpat pada dirinya sendiri, karena yang Keenan bicarakan adalah dirinya.

“Dia bahkan memilih bersama dengan wanita lain dan menelantarkan anak serta istrinya seperti ini. Ck, benar-benar bajingan yang sungguh tidak bisa tertolong lagi.” Glenn masih melanjutkan umpatannya pada dirinya sendiri.

“Benar sekali, Tuan! Pria seperti itu pantasnya di cincang hidup-hidup, lalu dijadikan sup untuk peliharaan anda.” Fay bahkan ikut-ikutan melampiaskan kemarahannya pada ayah kandung si kembar Triple K.

“Hmm, bukankah itu terlalu biasa? Bagaimana kalau di lempar ke mesin press saja hidup-hidup?” Savian juga tidak mau kalah.

Entah mengapa seketika bulu kuduk Glenn seketika berdiri saat mendengar betapa kejam pemikiran anak buahnya. Seakan Glenn merasa bahwa contoh hukuman itu sedang ditunjukkan kepadanya, padahal yang Glenn ketahui saat ini dirinya sama sekali belum menikah apalagi memiliki anak. Dia hanya memiliki seorang tunangan yang selalu membuatnya merasa tidak nyaman.

Sementara di dalam pemikiran Triple K saat ini,

“Apakah Papah tidak sadar sedang memarahi dirinya sendiri?” Keenan bertanya seolah ketiganya tengah melakukan telepati.

“Aku penasaran bagaimana reaksinya jika suatu saat nanti Papah menyadari bahwa yang sedang dia umpat saat ini adalah dirinya sendiri?” Killian pun menerka-nerka.

“Ck, Papah memang sudah tidak bisa tertolong lagi! Beruntung Mamah masih mencintainya, kalau tidak aku pasti sudah memintanya untuk mencarikan Papah baru untuk kita.” Siapa sangka pemikiran Kaisar sangat diluar ekspektasi kedua saudara kembarnya.

“Ehemm, lupakan saja tentang pembicaraan kita tadi!” Perkataan Glenn seketika membuat ketiga bocah kembar tersebut tersadar dari lamunannya masing-masing, “Sepertinya kita sudah menghabiskan waktu cukup lama di sini? Apakah Mamah kalian tidak mencari kalian sekarang?” sambungnya.

Benar, mereka melupakan tentang tujuan utama mereka datang ke perusahaan AGRA Group dimana mereka hanya ingin bertemu dengan Mamahnya. Namun, karena terlalu bahagia bertemu dengan Papah yang sangat mereka rindukan. Lantas membuat ketiganya lupa bahwa mungkin Nenek Camelia tengah khawatir mencari keberadaan mereka, begitu juga Mamah Chia dan yang lainnya.

Ketiganya serentak memeriksa tas masing-masing, dimana Chia memang memberikan ponsel untuk mempermudah mereka saling mengirim kabar. Lagi-lagi Glenn dan anak buahnya dibuat gemas oleh ketiga bocah kembar itu ketika ketiganya serentak melakukan gerakan dan ekspresi yang sama satu sama lain. Sehingga Glenn dan anak buahnya seolah melihat satu orang yang terbagi menjadi tiga.

“Ponselku mati,” ujar Keenan memberitahukan kedua saudara kembarnya.

“Sama aku juga!” balas Killian menunjukan ponselnya.

“Satu nasib.” Begitu juga dengan Kaisar.

“Bagaimana ini? Mamah pasti mengamuk karena kita menghilang dari sekolah tanpa kabar seperti ini?” Killian sudah panik dan takut membayangkan hukuman yang nantinya akan mereka terima.

“Mau meminjam ponsel milikku?”

Glenn tiba-tiba menawarkan ponsel pribadi miliknya, padahal biasanya dia akan menggunakan ponsel Fay ataupun Savian untuk menghubungi orang yang menurutnya tidak penting. Namun, entah mengapa Glenn tiba-tiba menyerahkan ponselnya kepada salah satu anak kembar itu begitu saja.

Kaisar langsung menerimanya tanpa ragu, dia langsung memasukan nomor telepon Mamahnya dan mengirimkan sebuah pesan beserta lokasi mereka berada saat ini. Kaisar sengaja tidak menggunakan panggilan telepon, sebab dia ingin sedikit lebih lama bersama dengan Papahnya.

“Terima kasih! Mamah sedang berada daam perjalanan menuju ke sini,” ucap Kaisar sembari mengembalikan ponsel milik sang ayah.

“Hmm, aku akan menemani kalian di sini sampai Mamah kalian datang menjemput,” ujar Glenn yang ingin memastikan ketiga anak kembar itu kembali dengan aman bersama Mamahnya.

...****************...

Sementara di dalam mobil, Chia sedikit bernapas lega ketika mendapat pesan dari nomor asing yang sepertinya itu ditulis oleh salah satu putranya bahwa mereka tengah berada di Mall bersama dengan Glenn.

Akan tetapi, ada perasaan khawatir juga mengingat Glenn yang saat ini tengah dikelilingi oleh orang-orang yang mengkhianatinya. Apalagi Chia baru saja mendapatkan ancaman serius dari Devon untuk menjauhi Glenn dan menutup rapat-rapat hubungan mereka di masa lalu.

“Kita ke Mall sekarang!” perintah Chia pada Zafran yang saat itu bertugas mengemudikan mobilnya.

“Apakah mereka sedang berada di sana?” tanya Zafran mencoba menebaknya.

“Hmm, bahkan bersama dengan Papahnya,” jawab Chia yang sontak membuat Zafran dan Liana terkejut bukan main.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Nur Azizah

Nur Azizah

lanjuttt kak author tetep semangatt ,,pokoknaa

2025-01-22

0

Ratna Sumaroh

Ratna Sumaroh

chia hati hati dan tetap waspada

2024-11-17

0

guntur 1609

guntur 1609

betul tuh. gleen. papah yg bodoh yg dimaksudkan tu adalah kay sendiri

2024-11-11

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Akhirnya Kembali
2 Bab 02. Delapan Tahun Penantian
3 Bab 03. Kabar Tak Diinginkan
4 Bab 04. Misi Merebut Papah
5 Bab 05. Keenan Kembali Beraksi
6 Bab 06. Tidak Terima Kekalahan
7 Bab 07. Kedatangan Devon
8 Bab 08. Pertemuan Kembali
9 Bab 09. Sebuah Peringatan
10 Bab 10. Akhirnya Bertemu
11 Bab 11. Seperti (Memang) Ayah Dan Anak
12 Bab 12. Papah Kami Selamanya
13 Bab 13. Menghina Diri Sendiri
14 Bab 14. Janji Seorang Ayah
15 Bab 15. Muncul Orang Tak Terduga
16 Bab 16. Mulai Terungkapnya Fakta Mengejutkan
17 Bab 17. Fakta Kejadian Versi Eve
18 Bab 18. Fakta Kejadian Versi Eve (Part.2)
19 Bab 19. Rencana Membangun Kekuatan
20 Bab 20. Markas Ala Zafran
21 Bab 21. Pesan Misterius
22 Bab 22. Glenn Mulai Bersikap Waspada
23 Bab 23. Kilasan Ingatan
24 Bab 24. Terlalu Memaksakan Diri
25 Bab 25. Apakah Ingatannya Kembali?
26 Bab 26. Langsung Mencari Tahu
27 Bab 27. Akhirnya Mengetahui Segalanya
28 Bab 28. Kewaspadaan Gleen
29 Bab 29. Kekhawatiran Triple K
30 Bab 30. Informasi Penting Dari Orang Misterius
31 Bab 31. Mulai Munculnya Kecurigaan
32 Bab 32. Bukti Kesetiaan & Sikap Waspada
33 Bab 33. Menepati Janji
34 Bab 34. Kembali Mengingat Sepenuhnya
35 Bab 35. Hari Ayah Paling Spesial
36 Bab 36. Keseruan Glenn & Ketiga Putra Kembarnya
37 Bab 37. Tawaran Kerjasama Dengan Anak Sendiri
38 Bab 38. Pertemuan Glenn Dengan Sam
39 Bab 39. Identitas Pencuri Kecil Akhirnya Terungkap
40 Bab 40. Dimulainya Rencana Pembunuhan
41 Bab 41. Penyelamat Misterius
42 Bab 42. Adanya Pihak Ketiga
43 Bab 43. Masih Bisa Menyembunyikannya
44 Bab 44. Adanya Bantuan Pihak Ketiga
45 Bab 45. Akhirnya Chia Mengetahui Kebenarannya
46 Bab 46. Kerinduan Dalam Kemarahan
47 Bab 47. Rencana Penyelamatan Dimulai
48 Bab 48. Bersiap Untuk Misi Penyelamatan
49 Bab 49. Apakah Kita Masih Berteman?
50 Bab 50. Tujuan Kedatangan Victor
51 Bab 51. Waktunya Misi Penyelamatan
52 Bab 52. Dalam Situasi Bahaya
53 Bab 53. Tuan Kecil Kita
54 Bab 54. Apakah Misinya Bisa Dikatakan Berhasil?
55 Bab 55. Rencana Tak Terduga Triple K
56 Bab 56. Misi Berhasil
57 Bab 57. Kemarahan Musuh
58 Bab 58. Rencana Dan Sikap Waspada Musuh
59 Bab 59. Menyambut Kedatangan Mamah Mertua
60 Bab 60. Bibit Unggul
61 Bab 61. Kondisi Mamah Mira
62 Bab 62. Kembali Dengan Kemenangan
63 Bab 63. Pertemuan Pertama Nenek Dan Cucunya
64 Bab 64. Berkumpul Kembali
65 Bab 65. Terungkapnya Identitas Pihak Ketiga
66 Bab 66. Menggali Informasi Ala Dasha
67 Bab 67. Datanglah Dan Bawa Lari
68 Bab 68. Memilih Untuk Kembali Berkorban
69 Bab 69. Waktunya Permainan Sesungguhnya Dimulai
70 Bab 70. Musuh Mulai Terdesak
71 Bab 71. Sebuah Firasat
72 Bab 72. Mengikuti Permainan Musuh
73 Bab 73. Siapa Yang Paling Hebat?
74 Bab 74. Pertarungan Resmi Dimulai
75 Bab 75. Keturunan Agraham
76 Bab 76. Dimulainya Pertarungan
77 Bab 77. Waktunya Balas Dendam Jivin Dan Vano
78 Bab 78. Menggilanya Jivin Dan Vano
79 Bab 79. Menggilanya Andreas Dan Dean
80 Bab 80. Dendam Terbalaskan
81 Bab 81. Datangnya Bala Bantuan
82 Bab 82. Bukan Satu Ataupun Dua, Tapi Tiga!
83 Bab 83. Menggilanya Dasha
84 Bab 84. Mengamuk Dan Menggilanya Glenn
85 Bab 85. Pertarungan Dia Sahabat
86 Bab 86. Akhir Pertarungan
87 Bab 87. Satu Bulan Kemudian
88 Bab 88. Rencana Pernikahan
89 Bab 89. Kejutan Pernikahan
90 Bab 90. Happy Ending
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Bab 01. Akhirnya Kembali
2
Bab 02. Delapan Tahun Penantian
3
Bab 03. Kabar Tak Diinginkan
4
Bab 04. Misi Merebut Papah
5
Bab 05. Keenan Kembali Beraksi
6
Bab 06. Tidak Terima Kekalahan
7
Bab 07. Kedatangan Devon
8
Bab 08. Pertemuan Kembali
9
Bab 09. Sebuah Peringatan
10
Bab 10. Akhirnya Bertemu
11
Bab 11. Seperti (Memang) Ayah Dan Anak
12
Bab 12. Papah Kami Selamanya
13
Bab 13. Menghina Diri Sendiri
14
Bab 14. Janji Seorang Ayah
15
Bab 15. Muncul Orang Tak Terduga
16
Bab 16. Mulai Terungkapnya Fakta Mengejutkan
17
Bab 17. Fakta Kejadian Versi Eve
18
Bab 18. Fakta Kejadian Versi Eve (Part.2)
19
Bab 19. Rencana Membangun Kekuatan
20
Bab 20. Markas Ala Zafran
21
Bab 21. Pesan Misterius
22
Bab 22. Glenn Mulai Bersikap Waspada
23
Bab 23. Kilasan Ingatan
24
Bab 24. Terlalu Memaksakan Diri
25
Bab 25. Apakah Ingatannya Kembali?
26
Bab 26. Langsung Mencari Tahu
27
Bab 27. Akhirnya Mengetahui Segalanya
28
Bab 28. Kewaspadaan Gleen
29
Bab 29. Kekhawatiran Triple K
30
Bab 30. Informasi Penting Dari Orang Misterius
31
Bab 31. Mulai Munculnya Kecurigaan
32
Bab 32. Bukti Kesetiaan & Sikap Waspada
33
Bab 33. Menepati Janji
34
Bab 34. Kembali Mengingat Sepenuhnya
35
Bab 35. Hari Ayah Paling Spesial
36
Bab 36. Keseruan Glenn & Ketiga Putra Kembarnya
37
Bab 37. Tawaran Kerjasama Dengan Anak Sendiri
38
Bab 38. Pertemuan Glenn Dengan Sam
39
Bab 39. Identitas Pencuri Kecil Akhirnya Terungkap
40
Bab 40. Dimulainya Rencana Pembunuhan
41
Bab 41. Penyelamat Misterius
42
Bab 42. Adanya Pihak Ketiga
43
Bab 43. Masih Bisa Menyembunyikannya
44
Bab 44. Adanya Bantuan Pihak Ketiga
45
Bab 45. Akhirnya Chia Mengetahui Kebenarannya
46
Bab 46. Kerinduan Dalam Kemarahan
47
Bab 47. Rencana Penyelamatan Dimulai
48
Bab 48. Bersiap Untuk Misi Penyelamatan
49
Bab 49. Apakah Kita Masih Berteman?
50
Bab 50. Tujuan Kedatangan Victor
51
Bab 51. Waktunya Misi Penyelamatan
52
Bab 52. Dalam Situasi Bahaya
53
Bab 53. Tuan Kecil Kita
54
Bab 54. Apakah Misinya Bisa Dikatakan Berhasil?
55
Bab 55. Rencana Tak Terduga Triple K
56
Bab 56. Misi Berhasil
57
Bab 57. Kemarahan Musuh
58
Bab 58. Rencana Dan Sikap Waspada Musuh
59
Bab 59. Menyambut Kedatangan Mamah Mertua
60
Bab 60. Bibit Unggul
61
Bab 61. Kondisi Mamah Mira
62
Bab 62. Kembali Dengan Kemenangan
63
Bab 63. Pertemuan Pertama Nenek Dan Cucunya
64
Bab 64. Berkumpul Kembali
65
Bab 65. Terungkapnya Identitas Pihak Ketiga
66
Bab 66. Menggali Informasi Ala Dasha
67
Bab 67. Datanglah Dan Bawa Lari
68
Bab 68. Memilih Untuk Kembali Berkorban
69
Bab 69. Waktunya Permainan Sesungguhnya Dimulai
70
Bab 70. Musuh Mulai Terdesak
71
Bab 71. Sebuah Firasat
72
Bab 72. Mengikuti Permainan Musuh
73
Bab 73. Siapa Yang Paling Hebat?
74
Bab 74. Pertarungan Resmi Dimulai
75
Bab 75. Keturunan Agraham
76
Bab 76. Dimulainya Pertarungan
77
Bab 77. Waktunya Balas Dendam Jivin Dan Vano
78
Bab 78. Menggilanya Jivin Dan Vano
79
Bab 79. Menggilanya Andreas Dan Dean
80
Bab 80. Dendam Terbalaskan
81
Bab 81. Datangnya Bala Bantuan
82
Bab 82. Bukan Satu Ataupun Dua, Tapi Tiga!
83
Bab 83. Menggilanya Dasha
84
Bab 84. Mengamuk Dan Menggilanya Glenn
85
Bab 85. Pertarungan Dia Sahabat
86
Bab 86. Akhir Pertarungan
87
Bab 87. Satu Bulan Kemudian
88
Bab 88. Rencana Pernikahan
89
Bab 89. Kejutan Pernikahan
90
Bab 90. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!