Bab 11. Seperti (Memang) Ayah Dan Anak

...“PAPAH!”...

Seruan ketiga bocah kembar itu mengalihkan perhatian semua orang yang berada di sana. Bahkan Glenn sampai menghentikan langkahnya yang membuat semua orang yang mengikuti dibelakangnya juga terpaksa berhenti mendadak.

Belum lagi ketiga bocah kembar itu sepertinya sedang berlari ke arahnya. Karena terlalu senang bertemu dengan Papahnya untuk pertama kali, Triple K tidak memperdulikan apapun lagi dan langsung berlari ingin menghamburkan tubuh mereka ke pelukan hangat sang ayah.

Dugh … Brukk …

Suara Keenan terjatuh terdengar begitu keras, hingga membuat semua orang yang melihatnya merasa kasihan. Ya, Keenan terjatuh tidak jauh dari lokasi Glenn berdiri saat itu. Hingga kini wajah Keenan tampak berada persis di sepatu mahal sang ayah. Rupanya Keenan menginjak tali sepatunya sendiri yang lepas, hingga membuatnya terjatuh secara tidak keren sama sekali. Spontan Kaisar dan Killian pun menghentikan langkahnya, karena terkejut melihat saudara kembarnya yang kini sudah mencium lantai di sana.

“Hai, bocah! Apakah kau sedang menunjukan padaku cara membersihkan lantai dengan cara terbaru,”

Perkataan Glenn terkesan tidak peduli sama sekali, dia bahkan hanya menatap datar anak yang sudah berada dibawah kakinya. Melihat sikap acuh sang ayah, Keenan yang biasanya jarang menangis detik itu juga menangis sangat keras hingga membuat Glenn dan yang lainnya sangat panik.

“Huwaaa … Papah, jahat! Papah tidak menyayangi, Kee! Huaaaaaa ….” Area lobi kantor seketika di meriahkan dengan suara tangisan Keenan yang menggelegar.

“Yah ... Jangan menangis seperti itu? Kau membuat semua orang salah paham kepadaku? Karyawanku bisa menganggap ku menindas anak kecil, cepat berhenti menangis dan berdiri sekarang juga.” Glenn meminta dengan nada memerintah.

“Huaaaaa ….”

Namun, bukannya mereda tangisan Keenan malah semakin keras saja. Dan ajaibnya, Glenn langsung mengangkat tubuh Keenan dalam gendongannya. Lalu setelahnya berusaha menenangkan Keenan layaknya seorang ayah yang tidak ingin melihat putranya menangis.

“Sudah, berhenti menangis! Anak Cowo tidak boleh lemah kau tahu?” bujuk Glenn semakin memeluk erat Keenan dalam dekapannya, “Coba aku lihat! Apakah kau terluka?” Bahkan kali ini nada bicaranya sangat lembut.

“Sakit, Papah!” rengek Keenan yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeluk sang ayah yang dia rindukan selama ini sepuasnya.

“Apanya yang sakit? Coba tunjukan padaku dibagian mana yang terluka?”

Kali ini Glenn tampak cemas dan khawatir ketika anak yang berada dalam pelukannya itu merengek kesakitan. Glenn dengan hati-hati memeriksa setiap inci tubuh anak tersebut untuk mencari keberadaan luka yang membuat Keenan kesakitan.

“Perut Keenan yang sakit sekali, Pah! Mau makan ayam goreng yang ada di Mall,” ujar Keenan yang seketika membuat Glenn kehilangan kata-katanya dan menatap datar anak laki-laki dalam pelukannya itu.

“Kai, juga Papah! Perut Kai sakit ingin makan ice cream.” Kai dengan cepat menangkap akal bulus saudaranya yang tengah mencari cara agar bisa membuat mereka makan bersama dengan sang ayah untuk pertama kalinya.

“Lian, Pah! Lian juga sakit karena Papah hanya memeluk Kee!” Memang agak lain anak Glenn dan Chia yang satu ini.

“Haish, berhentilah memanggilku Papah! Aku bukan Papah kalian, mengerti?” sentak Glenn dengan kesal karena merasa dipermainkan oleh anak kecil yang entah anaknya siapa itu, “Dan kau cepat turun!” sambungnya pada Keenan.

“Tidak mau! Sebelum Papah memberikan kami makanan yang kami inginkan.” Keenan kini semakin memperat pelukannya pada Glenn.

“Minta sana pada orang tua kalian,” ujar Glenn dengan tegas.

“Kami sedang melakukan! Meminta makan pada Papah,” balas Lian dengan wajah polosnya yang membuat Glenn semakin frustasi.

“ASTAGA! Aku bukan Papah kalian!” seru Glenn yang hilang sudah kesabarannya yang setipis tisu.

“Papah kami!” Ucap Keenan, Kaisar dan Killian serentak.

“Astaga!” Glenn menghela napas panjang, “Kalian semua kenapa diam saja, cepat bantu aku!” perintah Glenn pada Savian dan Fay yang sejak tadi hanya menjadi penonton.

“Huaaa … Kalau Papah tidak memberi makan kami bertiga, maka kami akan menangis sekencang mungkin di sini,” ancam Keenan yang sebenarnya sudah dia lakukan secara bersamaan. Dibantu oleh kedua saudaranya Kai dan Lian yang akhirnya ikut menangis bersama yang berhasil membuat Glenn menyerah.

“Baiklah, ayo kita makan yang kalian inginkan! Jadi, sekarang berhentilah menangis.” Dengan geram Glenn terpaksa menyetujui keinginan ketiga anak kembar itu.

“Yeay, Papah memang yang terbaik!”

Ketiganya lantas bersorak merayakan kemenangan mereka, Glenn pun menyuruh Lian dan Kai untuk mengikuti masuk ke dalam mobilnya sedangkan Keenan sama sekali tidak mau lepas dari pelukan Glenn.

Orang-orang yang melihat kejadian itu, diam-diam tertawa gemas dengan kelakuan ketiga bocah kembar yang berani bersikap manja pada Glenn, Ceo mereka yang terkenal sangat dingin dan kejam. Banyak orang juga yang merasa bahwa Glenn dan ketiga bocah kembar tadi terlihat seperti ayah dan anak, karena wajah mereka yang sangat mirip.

“Lihatlah, Tuan Glenn dan ketiga anak kembar itu terlihat seperti ayah dan anak kandung, ‘yah?” bisik seorang resepsionis pada rekannya.

“Benar, bahkan Tuan Glenn terlihat sangat menyayangi mereka. Anda saat itu Tuan Glenn dan Nyonya Chia tidak bercerai, mungkin saat ini mereka sudah memiliki anak yang seusia dengan ketiga anak kembar tadi,” balas rekannya tanpa mengetahui kebenaran kalau Glenn dan Triple K memang ayah dan anak kandung yang terpisah.

“Apa yang sedang kalian berdua gosipkan? Bukankah aku sudah melarang kalian untuk tidak membahas lagi tentang pernikahan Tuan Glenn dan wanita itu.” Tiba-tiba Devon muncul dan memberikan peringatan keras kepada kedua resepsionis tersebut.

“Ma-maafkan kami, Tuan Devon!” Keduanya langsung membungkuk dan meminta maaf, lalu segera pergi dari sana sebelum di pecat.

“Sial, entah kenapa firasatku semakin buruk. Jika membiarkan Glenn terlalu lama berada di negara ini. Atau haruskah secepatnya aku membunuh wanita itu?” gumam Devon yang sebenarnya juga menyaksikan perlakuan Glenn pada ketiga bocah kembar itu.

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Nor Azlin

Nor Azlin

Ray nya ada tapi tidak mengenali si chia kerana dia selalu berada di markas yah cuman jivan aja yang mengenali chia begitu juga sam sama jass itu kerana mereka yang berada di samping chia sebelum Gleen & jivan pergi menyelamatkan mama mira yah ...aku penasaran yah pada kemana mereka ini atau si Divon ini teman laknot nya ...apa jangan katakan Divon ini juga musuh yang Gleen tidak tau yah ...kata si Gleen waktu penyersngan besar2 terjadi ayah nya si Divon juga terbunuh apa jangan kata kan si Divon ini yang membunuh auah nya kerana ingin menguasai harta & kuasa yang dimiliki oleh ayah nya ...kakek ini kakek nya siapa yah setau aku kesemua keluarga si Gleen tinggal hanya dia juga mama nya yang hidup yah kakek dari mana pula ini nya ...mungkin kah kakek nya si Divon yah 🤔🤔🤔 penasaran ni tiba2 ada kakek yang muncul katanya hanya Gleen & mama nya aja yang hidup datang dari mana kakek nya ini duhhh tambah keliru ni😂😂😂😁😁 lanjutkan thor

2024-11-07

0

Nur Azizah

Nur Azizah

asyik bange ceritanya nyampe ngk komen kak author maaf yaa sebelumnyaa

2025-01-22

0

Kamiem sag

Kamiem sag

yaaa bunuh saja kalo kau bisa Devon biar kucincang kau nanti

2025-01-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Akhirnya Kembali
2 Bab 02. Delapan Tahun Penantian
3 Bab 03. Kabar Tak Diinginkan
4 Bab 04. Misi Merebut Papah
5 Bab 05. Keenan Kembali Beraksi
6 Bab 06. Tidak Terima Kekalahan
7 Bab 07. Kedatangan Devon
8 Bab 08. Pertemuan Kembali
9 Bab 09. Sebuah Peringatan
10 Bab 10. Akhirnya Bertemu
11 Bab 11. Seperti (Memang) Ayah Dan Anak
12 Bab 12. Papah Kami Selamanya
13 Bab 13. Menghina Diri Sendiri
14 Bab 14. Janji Seorang Ayah
15 Bab 15. Muncul Orang Tak Terduga
16 Bab 16. Mulai Terungkapnya Fakta Mengejutkan
17 Bab 17. Fakta Kejadian Versi Eve
18 Bab 18. Fakta Kejadian Versi Eve (Part.2)
19 Bab 19. Rencana Membangun Kekuatan
20 Bab 20. Markas Ala Zafran
21 Bab 21. Pesan Misterius
22 Bab 22. Glenn Mulai Bersikap Waspada
23 Bab 23. Kilasan Ingatan
24 Bab 24. Terlalu Memaksakan Diri
25 Bab 25. Apakah Ingatannya Kembali?
26 Bab 26. Langsung Mencari Tahu
27 Bab 27. Akhirnya Mengetahui Segalanya
28 Bab 28. Kewaspadaan Gleen
29 Bab 29. Kekhawatiran Triple K
30 Bab 30. Informasi Penting Dari Orang Misterius
31 Bab 31. Mulai Munculnya Kecurigaan
32 Bab 32. Bukti Kesetiaan & Sikap Waspada
33 Bab 33. Menepati Janji
34 Bab 34. Kembali Mengingat Sepenuhnya
35 Bab 35. Hari Ayah Paling Spesial
36 Bab 36. Keseruan Glenn & Ketiga Putra Kembarnya
37 Bab 37. Tawaran Kerjasama Dengan Anak Sendiri
38 Bab 38. Pertemuan Glenn Dengan Sam
39 Bab 39. Identitas Pencuri Kecil Akhirnya Terungkap
40 Bab 40. Dimulainya Rencana Pembunuhan
41 Bab 41. Penyelamat Misterius
42 Bab 42. Adanya Pihak Ketiga
43 Bab 43. Masih Bisa Menyembunyikannya
44 Bab 44. Adanya Bantuan Pihak Ketiga
45 Bab 45. Akhirnya Chia Mengetahui Kebenarannya
46 Bab 46. Kerinduan Dalam Kemarahan
47 Bab 47. Rencana Penyelamatan Dimulai
48 Bab 48. Bersiap Untuk Misi Penyelamatan
49 Bab 49. Apakah Kita Masih Berteman?
50 Bab 50. Tujuan Kedatangan Victor
51 Bab 51. Waktunya Misi Penyelamatan
52 Bab 52. Dalam Situasi Bahaya
53 Bab 53. Tuan Kecil Kita
54 Bab 54. Apakah Misinya Bisa Dikatakan Berhasil?
55 Bab 55. Rencana Tak Terduga Triple K
56 Bab 56. Misi Berhasil
57 Bab 57. Kemarahan Musuh
58 Bab 58. Rencana Dan Sikap Waspada Musuh
59 Bab 59. Menyambut Kedatangan Mamah Mertua
60 Bab 60. Bibit Unggul
61 Bab 61. Kondisi Mamah Mira
62 Bab 62. Kembali Dengan Kemenangan
63 Bab 63. Pertemuan Pertama Nenek Dan Cucunya
64 Bab 64. Berkumpul Kembali
65 Bab 65. Terungkapnya Identitas Pihak Ketiga
66 Bab 66. Menggali Informasi Ala Dasha
67 Bab 67. Datanglah Dan Bawa Lari
68 Bab 68. Memilih Untuk Kembali Berkorban
69 Bab 69. Waktunya Permainan Sesungguhnya Dimulai
70 Bab 70. Musuh Mulai Terdesak
71 Bab 71. Sebuah Firasat
72 Bab 72. Mengikuti Permainan Musuh
73 Bab 73. Siapa Yang Paling Hebat?
74 Bab 74. Pertarungan Resmi Dimulai
75 Bab 75. Keturunan Agraham
76 Bab 76. Dimulainya Pertarungan
77 Bab 77. Waktunya Balas Dendam Jivin Dan Vano
78 Bab 78. Menggilanya Jivin Dan Vano
79 Bab 79. Menggilanya Andreas Dan Dean
80 Bab 80. Dendam Terbalaskan
81 Bab 81. Datangnya Bala Bantuan
82 Bab 82. Bukan Satu Ataupun Dua, Tapi Tiga!
83 Bab 83. Menggilanya Dasha
84 Bab 84. Mengamuk Dan Menggilanya Glenn
85 Bab 85. Pertarungan Dia Sahabat
86 Bab 86. Akhir Pertarungan
87 Bab 87. Satu Bulan Kemudian
88 Bab 88. Rencana Pernikahan
89 Bab 89. Kejutan Pernikahan
90 Bab 90. Happy Ending
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Bab 01. Akhirnya Kembali
2
Bab 02. Delapan Tahun Penantian
3
Bab 03. Kabar Tak Diinginkan
4
Bab 04. Misi Merebut Papah
5
Bab 05. Keenan Kembali Beraksi
6
Bab 06. Tidak Terima Kekalahan
7
Bab 07. Kedatangan Devon
8
Bab 08. Pertemuan Kembali
9
Bab 09. Sebuah Peringatan
10
Bab 10. Akhirnya Bertemu
11
Bab 11. Seperti (Memang) Ayah Dan Anak
12
Bab 12. Papah Kami Selamanya
13
Bab 13. Menghina Diri Sendiri
14
Bab 14. Janji Seorang Ayah
15
Bab 15. Muncul Orang Tak Terduga
16
Bab 16. Mulai Terungkapnya Fakta Mengejutkan
17
Bab 17. Fakta Kejadian Versi Eve
18
Bab 18. Fakta Kejadian Versi Eve (Part.2)
19
Bab 19. Rencana Membangun Kekuatan
20
Bab 20. Markas Ala Zafran
21
Bab 21. Pesan Misterius
22
Bab 22. Glenn Mulai Bersikap Waspada
23
Bab 23. Kilasan Ingatan
24
Bab 24. Terlalu Memaksakan Diri
25
Bab 25. Apakah Ingatannya Kembali?
26
Bab 26. Langsung Mencari Tahu
27
Bab 27. Akhirnya Mengetahui Segalanya
28
Bab 28. Kewaspadaan Gleen
29
Bab 29. Kekhawatiran Triple K
30
Bab 30. Informasi Penting Dari Orang Misterius
31
Bab 31. Mulai Munculnya Kecurigaan
32
Bab 32. Bukti Kesetiaan & Sikap Waspada
33
Bab 33. Menepati Janji
34
Bab 34. Kembali Mengingat Sepenuhnya
35
Bab 35. Hari Ayah Paling Spesial
36
Bab 36. Keseruan Glenn & Ketiga Putra Kembarnya
37
Bab 37. Tawaran Kerjasama Dengan Anak Sendiri
38
Bab 38. Pertemuan Glenn Dengan Sam
39
Bab 39. Identitas Pencuri Kecil Akhirnya Terungkap
40
Bab 40. Dimulainya Rencana Pembunuhan
41
Bab 41. Penyelamat Misterius
42
Bab 42. Adanya Pihak Ketiga
43
Bab 43. Masih Bisa Menyembunyikannya
44
Bab 44. Adanya Bantuan Pihak Ketiga
45
Bab 45. Akhirnya Chia Mengetahui Kebenarannya
46
Bab 46. Kerinduan Dalam Kemarahan
47
Bab 47. Rencana Penyelamatan Dimulai
48
Bab 48. Bersiap Untuk Misi Penyelamatan
49
Bab 49. Apakah Kita Masih Berteman?
50
Bab 50. Tujuan Kedatangan Victor
51
Bab 51. Waktunya Misi Penyelamatan
52
Bab 52. Dalam Situasi Bahaya
53
Bab 53. Tuan Kecil Kita
54
Bab 54. Apakah Misinya Bisa Dikatakan Berhasil?
55
Bab 55. Rencana Tak Terduga Triple K
56
Bab 56. Misi Berhasil
57
Bab 57. Kemarahan Musuh
58
Bab 58. Rencana Dan Sikap Waspada Musuh
59
Bab 59. Menyambut Kedatangan Mamah Mertua
60
Bab 60. Bibit Unggul
61
Bab 61. Kondisi Mamah Mira
62
Bab 62. Kembali Dengan Kemenangan
63
Bab 63. Pertemuan Pertama Nenek Dan Cucunya
64
Bab 64. Berkumpul Kembali
65
Bab 65. Terungkapnya Identitas Pihak Ketiga
66
Bab 66. Menggali Informasi Ala Dasha
67
Bab 67. Datanglah Dan Bawa Lari
68
Bab 68. Memilih Untuk Kembali Berkorban
69
Bab 69. Waktunya Permainan Sesungguhnya Dimulai
70
Bab 70. Musuh Mulai Terdesak
71
Bab 71. Sebuah Firasat
72
Bab 72. Mengikuti Permainan Musuh
73
Bab 73. Siapa Yang Paling Hebat?
74
Bab 74. Pertarungan Resmi Dimulai
75
Bab 75. Keturunan Agraham
76
Bab 76. Dimulainya Pertarungan
77
Bab 77. Waktunya Balas Dendam Jivin Dan Vano
78
Bab 78. Menggilanya Jivin Dan Vano
79
Bab 79. Menggilanya Andreas Dan Dean
80
Bab 80. Dendam Terbalaskan
81
Bab 81. Datangnya Bala Bantuan
82
Bab 82. Bukan Satu Ataupun Dua, Tapi Tiga!
83
Bab 83. Menggilanya Dasha
84
Bab 84. Mengamuk Dan Menggilanya Glenn
85
Bab 85. Pertarungan Dia Sahabat
86
Bab 86. Akhir Pertarungan
87
Bab 87. Satu Bulan Kemudian
88
Bab 88. Rencana Pernikahan
89
Bab 89. Kejutan Pernikahan
90
Bab 90. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!