Tamu Tak diundang

...■▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎■...

Saat ini Imperial Apartment sedang kedatangan tamu beberapa preman berjas yang mana mereka berhasil mengalahkan para satpam dengan mudah.

"Haha ~ jadi hanya segini kemampuan petugas keamanan Apartemen elit. Hah?! Kalian semua cepat panggil gadis bernama Luna kesini!"

Tidak lama kemudian, Kenzo datang menghampiri mereka dengan penampilan jas hitam, earphone dan kaca hitam.

"Maaf, saya sarankan kalian untuk tidak membuat keributan disini dan pergilah baik-baik. Disini tidak ada orang yang kalian cari," ucap dingin Kenzo.

Salah satu preman sontak menarik baju Kenzo, "Hah! Memang kau kakek Gua. Berani-beraninya menyuruh."

"Saya hitung dari sepuluh. Sepuluh ..."

Preman yang memegang baju Kenzo menjadi kesal dengan hitungan dan melepaskan pukulan nya.

"Banyak bacot!"

Sebelum sampai ke Kenzo, preman itu sontak terpental dan meringis kesakitan di lantai.

"Sembilan ... Delapan."

Beberapa rekan preman menjadi sedikit panik namun, muncul kemarahan yang mana mereka sontak menyerang secara bersamaan.

"Bjingan!" teriak preman.

Kenzo yang melihat itu, dia sontak menyerang para preman dengan cepat hingga membuat mereka terkapar di tanah bahkan ada yang pingsan.

Buk! Buk!

Dan, Kenzo melanjutkan hitungan.

"Tiga."

Preman yang menarik baju Kenzo mengumpulkan tenaga untuk berdiri dan meminta Kenzo dengan baik-baik.

"Tuan keamanan. Kami akan pergi. Mohon maaf telah menganggu," ucap preman.

Setelah itu, preman membantu teman nya yang pingsan untuk berdiri dan mereka dengan jalan yang terseok-seok pergi meninggalkan Imperial Apartment.

Tidak lama kemudian, Luna datang dan mempertanyakan Kenzo yang sedang merapikan pakaian.

"Kenzo, dimana para preman itu?"

Menyadari pertanyaan itu berasal dari Luna, Kenzo sontak menundukkan kepalanya.

"Sudah saya usir Nona," jawab Kenzo.

Luna yang mendengar itu tersenyum kecil dan memuji nya.

"Kenzo, kamu memang sosok Ksatria berkuda putih ku. Hahaha~"

"Anda terlalu memuji, Nona," jawab Kenzo.

...----------------...

Ditempat yang berbeda, para preman melapor ke Sandra dengan wajah yang babak belur dan patah tulang.

"Maaf, Nona. Kami dihadang oleh petugas keamanan."

"Apa?! Hanya Petugas keamanan?!" teriak Sandra.

Dengan rasa kesalnya, Sandra mendekati preman dan menendang nya.

"Dasar tidak berguna! Bjingan!" umpat Sandra sambil terus menendang preman.

Pengawal setia Sandra menenangkan nona nya dengan sebuah saran.

"Nona, tenang lah! Kita terlalu meremehkan nya dan aku ada ide."

Sandra menghentikan tendangan ke anak buahnya seraya menarik nafas panjang.

"Apa ide mu?"

"Begini ..."

Pelayan nya itu pun memberikan saran yang membuat Sandra tersenyum senang.

"Ide yang bagus. Mau wanita rendahan itu menang atau kalah, dia akan menderita.

Melihat senyuman Nona nya, pelayan setia nya juga ikut tersenyum.

...----------------...

Keesokan harinya, Luna kembali ke sekolah dengan mengunakan motor matic yang baru dibelinya dengan mengunakan uang nya sendiri lewat game Sistem.

Sebenarnya, bisa saja Luna memakai motor sport mewah dan mobil mewah yang disediakan dari kedua orang tua angkatnya namun, Luna bukan lah wanita yang glamor.

Apalagi dia paham, kalau diri nya bukan pergi ke acara kalangan orang kaya atau pertemuan penting hanya pergi ke sekolah seperti siswi lainnya.

Sebelum sampai ke sekolah, Luna mampir sejenak di minimarket dekat sekolah untuk membeli beberapa kaleng bir namun, kasir menolak nya dan Luna tidak diperbolehkan untuk membeli bir dan rokok lantaran Luna masih memakai seragam sekolah hingga akhirnya, Luna hanya beli jus dan beberapa makanan kecil.

Lalu saat Luna keluar, dia ada murid-murid sekolah lain sedang berkumpul dan bully murid sekolah yang sama namun, penampilan nya jauh lebih rapih dan terlihat culun sopan.

Melihat itu, Luna pun penasaran dan menghampiri mereka.

"Oi, Lu bilang apa tadi?" ucap salah satu perundung yang berbadan kurus tinggi seraya menjambak murid yang menjadi target pembullyan.

“Ja … ngan … merokok di .. see .. kolah,” ucap terbata-bata dari siswa berbaju rapih tersebut.

“Begitu, jadi udah pahlawan sekarang, Hah!” ucap siswa berjaket merah yang berada disamping siswa kurus tinggi.

Lalu, siswa berjaket merah melepaskan pukulannya ke arah perut siswa target pembullyan hingga membuatnya jatuh ke tanah dan meringis kesakitan seraya memegang perutnya.

Serangan tidak berhenti disitu. Siswa kurus tinggi melanjutkan serangan dengan menendang perut dan badan siswa rapih seraya mengumpat, "Dasar ajing!"

Tendangan tidak dilakukan sekali, kedua siswa dan pembully lain nya terus menendang dan memukul siswa rapih itu berkali-kali hingga dia tergeletak di tanah seraya memegang kepala nya.

"Haha~ Mati Lu!" umpat salah satu pembully seraya tawa senang.

"Haha~ " tawa siswa yang lain.

Melihat kejadian itu, Luna menghela nafas panjang dan memutuskan untuk membantu dan menghentikan pembully tersebut.

"Hei, apa kalian tidak merasa jijik karena menindas orang yang lebih lemah dari pada kalian?" sindir Luna.

Mendengar ucapan Luna membuat aksi pembully terhenti dan mereka serempak melihat kearah Luna. Yang mana mereka tersenyum remeh melihat Luna.

"Wow, seperti nya sekarang ada artis iklan yang mau jadi pahlawan?!" ucap remeh siswa kurus tinggi.

Ucapan siswa kurus tinggi itu membuat pembully yang lain tertawa. Sedangkan, Luna hanya tersenyum kecil.

Salah satu pembully pun menghampiri Luna seraya mengumpat, "Udah sana, ini bukan urusan lu lebih baik terusin iklan sabun!"

Seusai mengatakan itu, perundung mendorong pelan Luna namun, dia tidak bergerak sedikitpun yang membuat perundung itu terkejut.

Luna juga tidak tinggal diam, dia dan melakukan serangan balik dengan menangkap tangan pembully itu lalu, melemparkan nya dengan teknik karate.

Melihat perlawanan, Luna yang begitu cepat dan kuat membuat pembully yang lain terkejut. Meski begitu, mereka terkejut bukan lah takut malah membuat mereka marah.

"Siapa Lu, Ajing?!" tanya kesal siswa kurus.

"Aku hanya siswi yang lewat saja," jawab santai Luna seraya senyum remeh.

Mendengar itu membuat siswa kurus tinggi semakin kesal. "Ta1!" Siswa kurus melihat teman-teman nya dan memberikan perintah, "Kalian serang dia!"

Tanpa ada keraguan, teman-teman pria kurus tinggi menghampiri dan menyerang Luna dengan membentuk formasi melingkar

Serangan awal berupa pukulan dari sisi samping kanan Luna namun, Luna berhasil menghindarinya dengan mudah dan melesat serangan balik dengan menendang perut pembully.

Serangan selanjutnya datang dari belakang dan saat dia hendak melakukan serangan, Luna melakukan gerakan lebih cepat dengan menendang samping kaki pembully yang lain sehingga sebelum menendang, dia sudah terjatuh.

Begitu juga pembully yang lain, Luna berhasil mengalahkan nya dengan mudah.

Melihat teman-temannya yang sudah dikalahkan.

Siswa berjaket merah maju dan dia memasang kuda-kuda serta memamerkan teknik Taekwondo nya. Setelah itu, dia melesatkan serangan tendangan nya.

Meski mengunakan teknik Taekwondo namun, tendangan nya tidak terarah dan bertenaga sehingga membuat Luna dengan mudah menghindari nya dan Luna pun melakukan serangan balik berupa tendangan memutar dan tepat mengenai badan siswa jaket merah yang membuat nya terpental cukup jauh dan meringis kesakitan di tanah.

Melihat kesakitan dari pembully, Luna pun bergumam, "Seperti nya aku telah berlebihan."

Semua pembully telah dikalahkan dan meringis kesakitan di tanah kecuali siswa kurus tinggi yang mana dia semakin kesal dengan Luna.

"Bjingan!" teriak siswa kurus seraya melesatkan pukulan kearah Luna.

Sebelum serangan nya sampai kepada Luna, dia melesatkan serangan tapak nya kearah dada siswa kurus tinggi hingga dalam sekejap dia tidak sadar kan diri dan pingsan ditangan Luna. Lalu, Luna pun melepaskan nya.

"Eh? Lagi-lagi aku berlebihan," gumam Luna seraya menatap tangan nya.

Setelah itu, Luna melihat sekeliling nya yang mana semua pembully sudah tergeletak di tanah maka dari itu, Luna pun membalikkan badannya dan pergi meninggalkan lokasi.

Disisi lain, siswa target pembully mengumpulkan tenaga nya dan berdiri. Lalu, dia terkejut melihat semua pembully sudah tergeletak di tanah.

Sesudah itu, dia melihat kearah Luna dan berteriak. "Terimakasih!"

Luna hanya memberikan lambaian tangan di atas nya tanpa menoleh ke belakang. Lalu, pergi meninggalkan siswa rapih tersebut.

...■▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎■...

Terpopuler

Comments

rhea

rhea

bgus luna. enggak sombong membantu org yg dlm kesusahan.💪💪💪🇲🇾🇲🇾🇲🇾

2024-09-16

1

My.Name

My.Name

lanjut, Thor 💪

2024-09-05

1

lihat semua
Episodes
1 Luna
2 Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
3 Queen System
4 Putra Samudera
5 Jay
6 Satu masalah teratasi, muncul masalah yang lain
7 Salin & Tempel
8 Ultimate Make over
9 Kebaikan Luna
10 Dewi Minimarket
11 Keluarga Xiao
12 Xiao Luna
13 Kembali ke Sekolah
14 Jebakan dan Game
15 Duel Luna dan Kenzo
16 Permintaan dan Inventory
17 Tamu Tak diundang
18 Jebakan Kekanak-kanakan
19 Pemotretan
20 Cashback 300%
21 Ketua Kelas
22 Tugas Ketua Kelas.
23 Preman Senior Sekolah (I)
24 Preman Senior Sekolah (II)
25 Preman Senior Sekolah (III)
26 Preman Senior Sekolah (IV)
27 Festival Olahraga
28 [Extra] Xiao Putra
29 Rumah 1 ton Emas (I)
30 Rumah 1 ton emas (II)
31 Ujian Akhir Semester
32 CEO yang terlihat miskin (I)
33 CEO yang terlihat miskin (II)
34 Luna pergi ke Grand Mall VIP (I)
35 Luna pergi ke Grand Mall VIP (II)
36 Jalan-jalan Bersama Budi
37 [Special] Putra dan Arin (I)
38 [Special] Putra dan Arin (Akhir)
39 Penghuni Baru Yang Terlihat Miskin (1)
40 Penghuni Baru Yang Terlihat Miskin (2)
41 Murid Baru (1)
42 Murid Baru (2)
43 Murid Baru (Akhir)
44 Luna membuka Cafe baru
45 Judi Online (1)
46 Judi Online (2)
47 Judi Online (3)
48 Judi Online (Akhir)
49 Selebritis (1)
50 Selebritis (2)
51 Selebritis (3)
52 Selebritis (4)
53 Selebritis (Akhir)
54 Revenge For Biological Father
55 K.A.I.R.A (1)
56 K.A.I.R.A (2)
57 K.A.I.R.A (Akhir)
58 Festival Budaya (1)
59 Festival Budaya (2)
60 Festival Budaya (3)
61 Festival Budaya (4)
62 Festival Budaya (Akhir)
63 Good Partner (1)
64 Good Partner (2)
65 Good Partner (Akhir)
66 Gangster (1)
67 Gangster (2)
68 Gangster (3)
69 Gangster (4)
70 Gangster (5)
71 Gangster (6)
72 Gangster (7)
73 Gangster (8)
74 Gangster (Akhir)
75 The Sewer Club (1)
76 The Sewer Club (2)
77 The Sewer Club (3)
78 The Sewer Club (4)
79 The Sewer Club (5)
80 The Sewer Club (6)
81 The Sewer Club (7)
82 The Sewer Club (8)
83 The Sewer Club (Akhir) [Revisi]
84 Permintaan maaf Raffi
85 Sofia And The Geng (1)
86 Sofia and The Geng (2)
87 Sofia and the Geng (Akhir) [Revisi]
88 Kencan dari Sang Casanova
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Luna
2
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
3
Queen System
4
Putra Samudera
5
Jay
6
Satu masalah teratasi, muncul masalah yang lain
7
Salin & Tempel
8
Ultimate Make over
9
Kebaikan Luna
10
Dewi Minimarket
11
Keluarga Xiao
12
Xiao Luna
13
Kembali ke Sekolah
14
Jebakan dan Game
15
Duel Luna dan Kenzo
16
Permintaan dan Inventory
17
Tamu Tak diundang
18
Jebakan Kekanak-kanakan
19
Pemotretan
20
Cashback 300%
21
Ketua Kelas
22
Tugas Ketua Kelas.
23
Preman Senior Sekolah (I)
24
Preman Senior Sekolah (II)
25
Preman Senior Sekolah (III)
26
Preman Senior Sekolah (IV)
27
Festival Olahraga
28
[Extra] Xiao Putra
29
Rumah 1 ton Emas (I)
30
Rumah 1 ton emas (II)
31
Ujian Akhir Semester
32
CEO yang terlihat miskin (I)
33
CEO yang terlihat miskin (II)
34
Luna pergi ke Grand Mall VIP (I)
35
Luna pergi ke Grand Mall VIP (II)
36
Jalan-jalan Bersama Budi
37
[Special] Putra dan Arin (I)
38
[Special] Putra dan Arin (Akhir)
39
Penghuni Baru Yang Terlihat Miskin (1)
40
Penghuni Baru Yang Terlihat Miskin (2)
41
Murid Baru (1)
42
Murid Baru (2)
43
Murid Baru (Akhir)
44
Luna membuka Cafe baru
45
Judi Online (1)
46
Judi Online (2)
47
Judi Online (3)
48
Judi Online (Akhir)
49
Selebritis (1)
50
Selebritis (2)
51
Selebritis (3)
52
Selebritis (4)
53
Selebritis (Akhir)
54
Revenge For Biological Father
55
K.A.I.R.A (1)
56
K.A.I.R.A (2)
57
K.A.I.R.A (Akhir)
58
Festival Budaya (1)
59
Festival Budaya (2)
60
Festival Budaya (3)
61
Festival Budaya (4)
62
Festival Budaya (Akhir)
63
Good Partner (1)
64
Good Partner (2)
65
Good Partner (Akhir)
66
Gangster (1)
67
Gangster (2)
68
Gangster (3)
69
Gangster (4)
70
Gangster (5)
71
Gangster (6)
72
Gangster (7)
73
Gangster (8)
74
Gangster (Akhir)
75
The Sewer Club (1)
76
The Sewer Club (2)
77
The Sewer Club (3)
78
The Sewer Club (4)
79
The Sewer Club (5)
80
The Sewer Club (6)
81
The Sewer Club (7)
82
The Sewer Club (8)
83
The Sewer Club (Akhir) [Revisi]
84
Permintaan maaf Raffi
85
Sofia And The Geng (1)
86
Sofia and The Geng (2)
87
Sofia and the Geng (Akhir) [Revisi]
88
Kencan dari Sang Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!