Jebakan Kekanak-kanakan

...■▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎■...

Seusai Luna berolahraga sedikit di pagi hari melawan perundungan, dia tiba di sekolah memarkirkan motor nya seperti biasa.

Lalu, melangkah masuk ke dalam gedung sekolah yang mana semua murid lagi-lagi memperhatikan Luna namun, bukan rasa kagum melainkan rasa heran.

Luna juga yang belum tahu apapun, dia hanya terus melangkah sampai-sampai Sania datang bersama Jay.

"Luna!" sapa Sania.

Luna yang melihat Sania datang kearah nya, dia menghentikan langkah.

"Sania, ada apa?"

"Gawat, Luna! Perkelahian mu di gedung kosong tersebar di seluruh murid sekolah!" ucap panik Sania.

"Video?" tanya heran Luna.

Jay melihat ekspresi Luna yang bingung, dia langsung memperlihatkan penganiayaan Luna terhadap Sandra.

"Meski ini terlihat kasar tapi, kakak Luna keren!" ucap Jay.

Sania sontak menyikut badan Jay dan membuat nya terdiam.

"Luna, apakah video ini benar kamu?" tanya Sania.

Luna menghela nafas panjang, "Fhu~ Itu memang aku. Tapi, sebelumnya kejadian itu mereka-"

Sebelum Luna menyelesaikan ucapan nya, Raffi, Sandra dan geng nya datang menghampiri Luna.

Raffi dengan ekspresi marah, dia menghampiri Luna dan langsung melesatkan pukulan kearah pipi Luna.

Buk!

Semua murid terkejut dengan sikap Raffi bahkan Sania berteriak, "Kya!"

Luna menoleh kesamping seraya tersenyum kecil lalu, dia meludah darah yang sedikit keluar.

Jay yang melihat itu, dia sontak kesal dan menarik baju Raffi dengan kedua tangan nya.

"Raffi, ngapain Lu pukul Luna?! Banci Lu mukul wanita, njing!"

Dengan ekspresi kesal, Raffi melepaskan kedua tangan Jay dan menjawab nya dengan menunjukkan jarinya.

"Bagi gua dia bukan wanita. Tapi, Setan!"

Disisi Raffi, Sandra tersenyum kecil dengan melipatkan tangan dan mengangkat satu alis nya.

"Dari sudut manapun, wanita rendahan ini tidak terlihat seperti manusia."

Meski Luna terus dihina bahkan dipukul, Luna sama sekali tidak marah malah dia tertawa.

"Haha~"

Tawa Luna itu membuat semua murid terheran bahkan membuat pertengkaran Raffi dan Jay terhenti.

"Kenapa kamu ketawa?" tanya heran Raffi.

"Cih ... Seperti nya, dia sudah gila," sambung Sandra.

"Tidak apa. Ini semua hanya terlalu kekanak-kanakan," jawab Luna.

"Ah? Apa katamu?" tanya ketus Sandra.

Tak lama kemudian, kapsek Haikal datang.

"Semua nya masuk kelas kecuali Luna dan Sandra! Ikut bapak ke kantor!"

"Baik, pak," jawab santai Luna dengan senyuman kecil.

Dengan ekspresi kesal, Sandra ikut dengan Luna juga Kepsek yang kantor.

Setibanya disana, ada beberapa guru dan Ketua Komite yang merupakan bibi dari Sandra sendiri.

Melihat kehadiran sang bibi, Sandra tersenyum senang.

"Luna, hari ini ku pastikan kamu tidak akan bisa menginjakkan kaki di sekolah manapun lagi," batin Sandra.

"Karena pelaku dan korban di video sudah hadir. Maka kita mulai rapat nya!" seru ketua komite.

Di ruangan itu, Luna pun disidang atas pasal penganiayaan berdasarkan video CCTV yang ditangkap di gedung kosong.

Pada sidang itu, tidak ada satupun yang membela Luna. Mungkin, jika Luna Dwi Samudra sudah dipastikan dikeluarkan dari sekolah tapi tidak dengan Xiao Luna.

Luna langsung mengangkat tangan nya.

"Maaf, pak kapsek, para guru dan Ketua Komite. Saya ingin bertanya apakah video itu benar-benar asli. Bukan editan?"

"Tentu saja. Guru komputer kalian sudah memastikan hal itu. Benar kan, pak?"

Guru komputer menganggukkan kepalanya sambil terus mengusap keringat nya.

"Iya. Itu asli," jawab guru komputer.

Luna tersenyum kecil lalu, dia mengambil ponsel nya.

"Lalu, kalau yang ini bagaimana menurut kalian?" ucap Luna seraya mengirim kan video CCTV yang penuh dari kedatangan Luna sampai Luna yang memanggil ambulan.

Luna sontak teringat seusai mengalahkan anak buah Sandra di gedung kosong, dia tersadar kalau ada kamera CCTV disana. Menyadari itu, Luna meminta bantuan Jarvis untuk meretas kamera dan menyalin rekaman video sesaat dirinya masuk bersama Sandra sampai tim ambulan datang.

Video itu membuat kepsek, para guru dan ketua komite terdiam. Sedangkan, Sandra menjadi panik saat diamnya para Guru.

"Ada apa?" tanya bingung Sandra.

Luna tersenyum dan mengirim video yang sama ke Sandra.

"Kenapa tidak kamu melihat nya sendiri?"

"Cih ... Apa sih?" gumam kesal Sandra seraya membuka video yang mana dirinya terkejut saat melihat keseluruhan video.

Sandra mundur selangkah hingga ponselnya terjatuh, "Kenapa bisa muncul video itu? Bukan kah seharusnya sudah dihapus?"

Luna melipat tangan nya dan memberikan solusi, "Aku tidak akan menuntut kepada sekolah ini terutama ketua komite atas pencemaran nama baik dan penganiayaan Sandra kepada ku. Jadi, kenapa tidak kita anggap tidak ada? Itu akan membuat keuntungan untuk kedua belah pihak."

Para guru saling bertukar pandang dan menganggukkan kepalanya.

Sandra yang memahami situasi itu, dia menjadi panik dan berusaha untuk mengelak.

"Bu Ketua Komite, semua nya. Video ini palsu. Dia pasti mengeditnya! Aku benar-benar dianiaya pak Bu!" teriak Sandra hingga dia menangis di dalam rapat tersebut.

Meski Sandra terus mengelak namun, tidak ada yang menanggapi apalagi sikap Luna yang tidak pendendam malah membuat kepsek, para guru dan Ketua Komite mendukung untuk tidak melanjutkan kasus.

"Apakah sudah selesai? Kalau begitu, saya pamit."

Luna berbalik badan dan meninggalkan rapat. Lalu, setibanya diluar. Sania dan Jay menghampiri Luna.

"Luna, apakah kamu akan diskorsing lagi atau malah dikeluarkan?" saat Sania berkata seperti itu, dia membayangkan nya sendiri dan langsung memeluk Luna, "Jangan!"

"Tenang saja, semua sudah teratasi dan aku tidak akan dihukum," ucap Luna seraya melepaskan pelukan dan memegang kedua bahu Sania. Lalu, memberikan senyuman kecil.

"Syukur mendengar nya," sambung Jay.

Luna pun melihat Jay dan Sania, "Ngomong-ngomong, sejak kapan kalian dekat? Apakah kalian pacaran?"

Sania menundukkan kepalanya dan tersenyum.

"Hihi~ kami baru pacaran dua hari yang lalu."

"Oh, benarkah. Selamat ya! Oke, bagaimana kalau aku traktir kalian di kantin?" ajak Luna.

"Lho, yang pacaran kan kami. Seharusnya, kami yang mentraktir?" ucap Jay.

"Alah! Udah ya, yuk!" ajak maksa Luna.

Setelah itu, Luna, Sania dan Jay pergi meninggalkan depan ruang kepsek adapun Luna melirik Raffi yang mana dia masih memasang wajah marah meski begitu, Luna membalasnya dengan senyuman kecil.

...■▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎■...

Terpopuler

Comments

rhea

rhea

wahhh Jay n Sania couple. hihihi💪💪💪🇲🇾🇲🇾🇲🇾

2024-09-16

1

lihat semua
Episodes
1 Luna
2 Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
3 Queen System
4 Putra Samudera
5 Jay
6 Satu masalah teratasi, muncul masalah yang lain
7 Salin & Tempel
8 Ultimate Make over
9 Kebaikan Luna
10 Dewi Minimarket
11 Keluarga Xiao
12 Xiao Luna
13 Kembali ke Sekolah
14 Jebakan dan Game
15 Duel Luna dan Kenzo
16 Permintaan dan Inventory
17 Tamu Tak diundang
18 Jebakan Kekanak-kanakan
19 Pemotretan
20 Cashback 300%
21 Ketua Kelas
22 Tugas Ketua Kelas.
23 Preman Senior Sekolah (I)
24 Preman Senior Sekolah (II)
25 Preman Senior Sekolah (III)
26 Preman Senior Sekolah (IV)
27 Festival Olahraga
28 [Extra] Xiao Putra
29 Rumah 1 ton Emas (I)
30 Rumah 1 ton emas (II)
31 Ujian Akhir Semester
32 CEO yang terlihat miskin (I)
33 CEO yang terlihat miskin (II)
34 Luna pergi ke Grand Mall VIP (I)
35 Luna pergi ke Grand Mall VIP (II)
36 Jalan-jalan Bersama Budi
37 [Special] Putra dan Arin (I)
38 [Special] Putra dan Arin (Akhir)
39 Penghuni Baru Yang Terlihat Miskin (1)
40 Penghuni Baru Yang Terlihat Miskin (2)
41 Murid Baru (1)
42 Murid Baru (2)
43 Murid Baru (Akhir)
44 Luna membuka Cafe baru
45 Judi Online (1)
46 Judi Online (2)
47 Judi Online (3)
48 Judi Online (Akhir)
49 Selebritis (1)
50 Selebritis (2)
51 Selebritis (3)
52 Selebritis (4)
53 Selebritis (Akhir)
54 Revenge For Biological Father
55 K.A.I.R.A (1)
56 K.A.I.R.A (2)
57 K.A.I.R.A (Akhir)
58 Festival Budaya (1)
59 Festival Budaya (2)
60 Festival Budaya (3)
61 Festival Budaya (4)
62 Festival Budaya (Akhir)
63 Good Partner (1)
64 Good Partner (2)
65 Good Partner (Akhir)
66 Gangster (1)
67 Gangster (2)
68 Gangster (3)
69 Gangster (4)
70 Gangster (5)
71 Gangster (6)
72 Gangster (7)
73 Gangster (8)
74 Gangster (Akhir)
75 The Sewer Club (1)
76 The Sewer Club (2)
77 The Sewer Club (3)
78 The Sewer Club (4)
79 The Sewer Club (5)
80 The Sewer Club (6)
81 The Sewer Club (7)
82 The Sewer Club (8)
83 The Sewer Club (Akhir) [Revisi]
84 Permintaan maaf Raffi
85 Sofia And The Geng (1)
86 Sofia and The Geng (2)
87 Sofia and the Geng (Akhir) [Revisi]
88 Kencan dari Sang Casanova
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Luna
2
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga
3
Queen System
4
Putra Samudera
5
Jay
6
Satu masalah teratasi, muncul masalah yang lain
7
Salin & Tempel
8
Ultimate Make over
9
Kebaikan Luna
10
Dewi Minimarket
11
Keluarga Xiao
12
Xiao Luna
13
Kembali ke Sekolah
14
Jebakan dan Game
15
Duel Luna dan Kenzo
16
Permintaan dan Inventory
17
Tamu Tak diundang
18
Jebakan Kekanak-kanakan
19
Pemotretan
20
Cashback 300%
21
Ketua Kelas
22
Tugas Ketua Kelas.
23
Preman Senior Sekolah (I)
24
Preman Senior Sekolah (II)
25
Preman Senior Sekolah (III)
26
Preman Senior Sekolah (IV)
27
Festival Olahraga
28
[Extra] Xiao Putra
29
Rumah 1 ton Emas (I)
30
Rumah 1 ton emas (II)
31
Ujian Akhir Semester
32
CEO yang terlihat miskin (I)
33
CEO yang terlihat miskin (II)
34
Luna pergi ke Grand Mall VIP (I)
35
Luna pergi ke Grand Mall VIP (II)
36
Jalan-jalan Bersama Budi
37
[Special] Putra dan Arin (I)
38
[Special] Putra dan Arin (Akhir)
39
Penghuni Baru Yang Terlihat Miskin (1)
40
Penghuni Baru Yang Terlihat Miskin (2)
41
Murid Baru (1)
42
Murid Baru (2)
43
Murid Baru (Akhir)
44
Luna membuka Cafe baru
45
Judi Online (1)
46
Judi Online (2)
47
Judi Online (3)
48
Judi Online (Akhir)
49
Selebritis (1)
50
Selebritis (2)
51
Selebritis (3)
52
Selebritis (4)
53
Selebritis (Akhir)
54
Revenge For Biological Father
55
K.A.I.R.A (1)
56
K.A.I.R.A (2)
57
K.A.I.R.A (Akhir)
58
Festival Budaya (1)
59
Festival Budaya (2)
60
Festival Budaya (3)
61
Festival Budaya (4)
62
Festival Budaya (Akhir)
63
Good Partner (1)
64
Good Partner (2)
65
Good Partner (Akhir)
66
Gangster (1)
67
Gangster (2)
68
Gangster (3)
69
Gangster (4)
70
Gangster (5)
71
Gangster (6)
72
Gangster (7)
73
Gangster (8)
74
Gangster (Akhir)
75
The Sewer Club (1)
76
The Sewer Club (2)
77
The Sewer Club (3)
78
The Sewer Club (4)
79
The Sewer Club (5)
80
The Sewer Club (6)
81
The Sewer Club (7)
82
The Sewer Club (8)
83
The Sewer Club (Akhir) [Revisi]
84
Permintaan maaf Raffi
85
Sofia And The Geng (1)
86
Sofia and The Geng (2)
87
Sofia and the Geng (Akhir) [Revisi]
88
Kencan dari Sang Casanova

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!