Beberapa jam kemudian, Ghaaziy dan Eve telah tiba di sebuah rumah yang memiliki halaman yang luas dan tempat yang begitu sejuk dan menyegarkan.
Berulang kali Eve menarik napas dalam dalam dan menikmati kesejukan udara di sekitarnya.
" Honey apakah kau sungguh bahagia ada disini?"
" Ini sangat indah sayang. Ini adalah tempat yang sangat nyaman. Udara ya g sejuk di bawah kaki pegunungan yang indah dan menjulang tinggi. "
" Syukurlah jika kau sangat menyukai tempat ini sayang."
" Baiklah kau duduklah di teras dulu. Aku akan membawa masuk barang barang kita berdua dulu ke dalam."
" Terimakasih honey. Nanti aku masuk dan kita makan dulu baru tata barang ya honey. "
" Iya. Aku terserah kamu saja . "
Ghaaziy sudah membawa semua barang barang masuk. Eve membuka bekal mereka yang tadi mereka beli di tengah perjalanan. Karena hari itu pasti lelah dan tidak sempat masak. sehingga dia beli di tengah perjalanan tadi untuk makan mereka hari itu.
Eve menata makanan di atas meja makan yang ada di dapur rumah itu.
Ghaaziy memandang Eve dengan penuh cinta dan sayang.
" Ribuan tahun aku lalui dan aku terus mencari kamu. Wanita masa lalu aku yang pernah selamatkan aku dulu di Medan pertempuran. Tapi tubuh ini malah mengingatkan aku pada wanita di hutan itu. Terima kasih Shia, kamu bahkan memberikan tubuh abadimu untuk wanita yang pernah aku cintai di masa lalu. Kau yang ingin lencana keabadian aku. Kau yang ingin abadi. Tapi kau kini yang menyerah untuk menjadi abadi. Malah memilih menjadi manusia biasa. Maafkan aku... Mungkin ini juga salah aku. Tapi aku berjanji, akan kujaga tubuh mu dan Eve. Wanita yang kau selamatkan dengan nyawamu itu. " gunam Ghaaziy dalam hatinya.
Ghaaziy kemudian menghampiri Eve yang sedang menata makanan dan memeluk dia dari belakang. Sambil diciuminya leher jenjangnya sang kekasih hatinya itu.
" Sayang... Kau buat aku kaget saja. Ayo kita makan dulu ya?"
" Terimakasih Sayang. Ayo kita makan ada sesuatu yang ingin aku katakan sama kamu dan ingin aku bahas sama kamu, Setelah makan oke?"
" Baiklah sayang. Ayo makan dulu."
Beberapa saat keheningan di meja makan begitu terasa. Eve merasa ada sesuatu yang serius tengah dipikirkan oleh kekasih hatinya yang begitu tampan di depannya itu.
Ghaaziy membantu Eve membersihkan peralatan makan mereka. Dan keduanya akhirnya duduk santai di ruang tengah , ruangan keluarga mereka.
" Sayang apakah boleh aku minta kamu berganti nama ? karena aku tidak ingin ada orang yang curiga pada mu dan menculik mu lagi"
" Hah mana ada yang tahu. Toh sekarang aku juga pakai tubuh baru. Bukan tubuh ku yang lama sayang?"
" Tapi aku tetap kuatir."
" Baiklah asal masih selalu ada dan bisa dekat di sisi kamu dan di hatimu ini aku tak keberatan kau berikan aku nama baru. Aku ikut saja. Yang pasti hati kita selalu bersatu dan bersama ya kan?"
" Baiklah. Aku akan berikan kamu sebuah nama Talishia Eve Lysandre. Itu nama kamu yang baru. Bukan Everloth lagi. Untuk menghindari orang orang yang pernah dekat dan kenal dengan bibi kamu yang jahat itu. "
" Nama yang sangat cantik dan bagus. Aku suka sayang. Terima kasih sayang."
Eve langsung melumat bibir sang kekasih hatinya itu. Dan akhirnya keduanya pun mulai tenggelam dalam hasrat yang membuncah sejak beberapa waktu lalu mereka kembali terpisah.
" Aah... Sayang... Aaah... Stay with me , Eve. Jangan pernah kau tinggalkan aku lagi. Jangan pernah kau buat aku mencari mu sampai beberapa dimensi dan ribuan tahun lagi."
" hmmmppptt... Aaah... Aah... Tidak akan sayang. Aku akan tetap selalu di sisi mu. Selamanya. Mulai sekarang sampai selamanya."
Keduanya pun tenggelam lagi dalam kenikmatan mereka.
Di luar di balik jendela kaca, ada seekor kunang kunang menyaksikan semua itu.
" Kak Ghaaziy terima kasih. Kau bahkan memakai nama yang kau berikan padaku untuk wanita yang memakai tubuh aku itu. Ternyata kau juga pernah menyayangi aku waktu itu. Aku kira ciuman dan lumatan bibir kamu waktu itu adalah kebetulan saja kak. Tapi... Aku lihat kau juga menyayangi aku saat itu. Aku lega. Kau masih ingat aku. Tapi maaf kak aku tak ingin jadi abadi seperti mu . Cukup seperti ini saja. Aku bahagia. Aku cinta kamu Kak Ghaaziy. Semoga kalian bahagia selamanya. Tak sia sia pengorbanan aku. "
Malam pun berlalu dengan ketenangan dan kedamaian. Eve dan Ghaaziy terlelap dengan saling berpelukan setelah meraih puncak kenikmatan mereka.
Keesokan paginya saat Ghaaziy keluar dan mau membersihkan halaman depan dan sekitarnya, Dia tiba-tiba di hampiri oleh seekor kupu-kupu cantik yang warna sayapnya indah bagaikan warna pelangi hinggap di pipi Ghaaziy dan di bibir Ghaaziy. Membuat Ghaaziy terkejut dan keheranan.
Tapi tiba-tiba Ghaaziy sadar ada yang beda dengan kupu-kupu cantik itu.
" Shia... Kau kah itu? "
" Kakak kamu tahu juga. Kak Aku rindu kamu. Tapi waktu aku tak lama. "
" Shia kenapa kau menyerah dan melepas keabadian yang kau inginkan itu hah?"
" Karena Shia cinta sama kamu kakak. Shia tidak mungkin bersaing dengan wanita itu , dia juga sangat mencintai kakak. Jadi aku memilih untuk pergi saja..Tapi terima kasih untuk semuanya ya kak. Aku datang hanya untuk mengucapkan terimakasih dan selamat untuk kakak saja. Sebentar lagi aku pergi. "
" Aku yang terima kasih Shia. Kamu sudah selamatkan dan berikan tubuh abadimu pada Eve. "
" Tidak apa apa kak. jika tidak begitu aku juga tidak akan pernah tahu jika sebenarnya papaku sangat menyayangi aku bahkan selalu mengutus seseorang mengawasi dan melindungi aku. Aku sudah bertemu papa aku dan aku jadi tahu semua perasaan papa aku. Jadi aku sangat bahagia. Kakak aku sayang kakak. Tetap ingat aku di nama yang kakak berikan pada Eve dan tubuh aku ya kakak. Aku pamit dulu. "
Talishia Lysandre dalam wujud kupu kupu cantik itu akhirnya mengecup bibir Ghaaziy lama dengan cara dia hinggap lama di bibir sang pemuda abadi itu.
Ghaaziy pun menikmati moment itu. Saat Eve datang kupu kupu cantik berwarna pelangi itu pun terbang jauh dan menghilang.
Ghaaziy hanya menyimpan semua itu dalam hati. Dia tidak ingin menceritakan pada Eve. Karena dia tidak ingin Eve malah salah paham dan cemburu.
" Sayang kau sudah bangun?"
" Kamu ngapain ada di sini pagi pagi honey?"
" Hmmm aku berpikir ingin menanam sayuran dan buah di sana. Apakah boleh?"
" Oooh kau ingin berjualan sayuran dan buah lagi seperti waktu itu?"
" Hmmm rencananya sih sperti itu. tidak ada salahnya bukan kita berjualan sayuran dan buah lagi dari kebun kita sendiri sayang?"
" Baik. Aku setuju. Tapi kita jualan di depan sini saja ya. Kebetulan kita sekarang kan ada di perumahan di kaki gunung jadi letak kita yang paling ujung ini sepertinya cocok untuk menanam sayuran dan buah kemudian kita jual ke tetangga tetangga kita yang agak kesana tuh rumahnya." jawab Eve pada Ghaaziy dan mendapatkan anggukan kepala tanda setuju dari Ghaaziy.
Ya rumah mereka adalah rumah yang letaknya paling ujung dan paling dekat dengan kaki gunung tapi masih memiliki tetangga yang tak seberapa jauh dari sana sekitar lima belas menit jalan kaki mereka masuk ke sebuah perumahan warga . Jadi bagi Ghaaziy dan Eve itu sangat menguntungkan dan menyenangkan hidup di lingkungan baru mereka.
Mulai saat itu Ghaaziy dan Eve tak lagi terpisahkan. Mereka berdua menikmati kebersamaan mereka setelah terpisah ribuan tahun bersilam.
Kini mereka menjadi pengusaha sukses di kehidupan mereka saat itu. Berawal dari menanam sayuran dan buah sendiri berkembang menjadi toko swalayan dan sekarang menjadi seorang yang sukses dengan penghasilan lumayan.
...****************...
Ghaaziy dan Eve di karuniai seorang putri yang sangat cantik. Dan hal itu seakan reinkarnasi Talishia Lysandre putri Gavin Asgar yang pernah mencintai Ghaaziy. Ghaaziy yang merasakan hal itu hanya terdiam dan menyimpan semuanya dalam hatinya.
Kini dia memiliki orang orang yang sangat dicintainya. Dan akan dia lindungi selamanya.
" Papa... Papa... " teriak gadis kecil cantik yang sangat mirip dengan wajah Lysandre waktu itu.
Gadis kecil berusia tiga tahun itu pun berlari lari dan langsung memeluk dan mencium kedua pipi papanya saat Ghaaziy berjongkok dan menyambut sang putri tercinta.
Mata itu sungguh mengingatkan Ghaaziy dengan mata indah Lysandre dulu. Maklumlah tubuh itu juga tubuh Talishia Lysandre. Jadi Eve otomatis melahirkan seorang putri yang mirip dengannya.
" Papa... Papa... " gadis kecil itu memang lebih dekat dengan sang papa.
" Honey manjanya putri kita sama kamu honey. Sampai aku jadi mamanya selalu dicuekin ya?" kata Eve sambil cemberut kepada Ghaaziy dan sang putri kecilnya.
Ghaaziy hanya tersenyum dan merangkul Eve dengan sayang kemudian mencium kening sang istri. Membuat Eve menikmati moment itu.
Tiba-tiba gadis kecil cantik dan menggemaskan itu menciumi kedua pipi sang mama juga. Membuat Eve kemudian tertawa dan memeluk suami dan Putri kesayangannya itu yang masih betah dalam gendongan papanya.
Ketiganya tertawa bersama. Kehangatan keluarga mereka membuat kagum para tetangga yang selalu jadi langganan di kios sayur dan buah Eve di depan rumahnya. sedangkan swalayan yang ada di kota sebrang menjadi tanggung jawab Ghaaziy.
Ghaaziy masih tetap menjalankan tugasnya sebagai manusia abadi yang menjaga dan melindungi semesta. Tak jarang dengan diam diam Ghaaziy masih saja melakukan pertarungan yang mematikan di Medan pertarungan yang manusia biasa tidak akan tahu.
Kisah cinta abadi Ghaaziy dan Eve pun berakhir sudah. THE END.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para readers setia , kisah ini adalah kisah yang author ikuti dalam event menulis asyik di Noveltoon, yang berakhir tanggal 04 Oktober mendatang.
Jadi kisah ini pun author akhiri ya. Bisa simak kisah kisah author lainnya yang masih on going. Ada juga yang sudah tamat ya. Jadi para readers setia bisa simak yang lain juga...Terima kasih untuk semua dukungan. Thank you so much Lope lope sejagat dah...💝😘🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 21 Episodes
Comments